Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Sabtu, 21 Januari 2017

Kamari Senjata Awangga Rescue

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. : Ini adalah cerita seseorang bernama Kamari. Siapa Kamari perlu saya ulas di sini. Kamari lahir dan besar di daerah Gampingan Kec.Pagak.Tepatnya diselatan bendungan Sengguruh. Sehari-hari Kamari yang telah berumur 65 an ini sehari harinya berkutat sebagai pengais sampah di Bendungan sengguruh.Kamari mengumpulkan sampah-sampah yang sekiranya bisa dijual. Tak jarang seorang Kamari inilah yang sering kali menemukan boneka (istilah dari mayat=Awangga Rescue). Biasanya kalau ada boneka hanyut Kamarilah yang mengambil dan mengangkat boneka tersebut ke darat.Boleh dikatakan Kamari sebagai senjata utama Awangga Rescue salah satu bagian dari RAPI kecamatan 05 dalam hal giat kemanusiaan. Kamari yang beristri Supini ini dikaruniai 2 putri yang sekarang dah bersuami. Kamari dengan istrinya ditambah anak dan menantu serta cucunya tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sangat tidak layak sudah hampir roboh. Sudah dua bulan ini Kamari tidak bisa melakukan pekerjaan sebagai pengais sampah untuk menghidupi keluarganya. Kondisi ini berkaitan dengan kondisi perahu yang biasa menemaninya bekerja sudah rusak berat dan tidak bisa digunakan. Mengetahui hal tersebut timbul inisiatif anggota grup WA "WisKompak" yang sebagian besar pengguna frekwensi 14344 dan 14191 untuk menggalang dana untuk membelikan perahu pengganti. Dan alhamdulillah dengan semangat kekompakan anggota dan bantuan Mak Pur yang juga anggota Awangga dengan keahlian membuat perahu telah disepakati membuatkan perahu untuk Kamari. Bagi pembaca yang respek dengan tulisan saya, ada PR sekiranya ada program bedah rumah yang terpantas adalah rumah Kamari. Seorang yang gagap dalam bicara namun sangat besar jasanya dalam giat kemanusiaan.Katanya kamari tidak bisa menghitung berapa boneka yang telah diangkat dari bendunga sungai brantas ini karena Kamari sudah berkutat di sini sejak sebelum bendungan sengguruh dibangun. Semoga ada orang yang menghargai jerih payahnya.Karena perahu belum jadi saya belum bisa menggambarkan ekspresi Kamari saat perahu diserahkan

0 komentar: