Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Kamis, 18 September 2014

Tim Bulutangkis Diknas Kab. Malang Lolos 16 Besar

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. :



Turnamen bulutangkis antar SKPD dan Kecamatan se-kabupaten Malang dalam rangka hari jadi ke 1254 Kabupaten Malang dilaksanakan di Gedung Golkar Pepen Pakisaji Malang. Sebanyak 64 tim mengikuti turnamen yang pembukaannya dilaksanakan pada hari Kamis 18 September 2014 mulai pukul 08.00 WIB. Kepala PDAM Kab. Malang selaku penanggung jawab turnamen membuka turnamen yang menggunakan 3 lapangan milik DPD Golkar Kab. Malang.

Menurut jadwal, turnamen ini digelar mulai 18 sd 20 September 2014 dengan mempertandingkan kelompok beregu putra yang masing-masing regu memainkan 3 partai dengan menggunakan sistim rellay point. Tim pemenang adalah tim yang telah memenangkan 2 partai ( 2-0 atau 2-1)

Tim Diknas kabupaten Malang yang dihuni oleh pemain-pemain kawakan karena usianya berkisar 50 tahun lebih, pada pertandingan pertama telah memenangkan permainan dari tim kecamatan Tajinan dan Kecamatan Jabung berhasil lolos ke 16 besar yang akan kembali bertanding besok Jumat di tempat yang sama menantang tim dari kecamatan Gondang legi.

Adapun pemain dari tim Diknas Kabupaten Malang yang biasa berlatih pada hari Jumat di gedung Pendawa ini , mendaftarkan 8 pemain dan satu offical yaitu ( Suwandi-Kabid TK/SD; Sukarno - Pengawas Madya ; Edy Raharjo - Pengawas Madya ; Sujarwo - Kasi bid Tentis ; Kasi'in Kasubag TU UPTD Kepanjen ; Edhu Siswanto - Pamong Belajar ; Dwi Purwahadi - Guru SMPN 1 Ngajum ; Widhi Novembri - Guru SMPN 1 Ngajum dan bertindak sebagai offical Tumingin - Staf Subag Keuangan ).

Juara dari turnamen yang pemainnya harus PNS ini akan memperoleh piala kejuaraan dan tabungan tertinggi Rp. 1,5 Juta - 0,5 Juta ) 

Catatan : Sayangnya, turnamen yang digelar dengan melibatkan para wasit PBSI yang dikomandani Purbo ( Dampit ) ini, panitia nampaknya kurang mensosialisasikan ke kecamatan-kecamatan tentang aturan siapa saja pemain yang boleh memperkuat kecamatan. Sehingga kecamatan yang tidak mempunyai pemain banyak yang mengundurkan diri dan kalah WO. Padahal aturannya sudah diluweskan, pemain kecamatan adalah PNS yang bekerja/bertugas di wilayah kecamatan tersebut, sehingga guru-guru PNS yang tidak menjadi anggota tim SKPD-Diknas mestinya bisa mewakili kecamatan tempatnya bertugas.  Dan sayangnya pula pada saat teknical metting banyak offical kecamatan yang tidak hadir.

 

0 komentar: