Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Rabu, 17 September 2014

Persiapan Bersih Desa - Desa Talangagung

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. :





Perwujudan dari kebudayaan itu sendiri adalah berupa benda-benda yang diciptakan manusia sebagai makhluk yang berbudaya berupa pola-pola perilaku,bahasa,peralatan hidup,organisasi-organisasi social,religi/agama,seni dan lain-lain.
Tujuannya untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Jadi Kebudayaan bisa didapat dari mana saja,baik dalam pelajaran di sekolah maupun dari lingkungan sosialnya. Orang biasanya banyak belajar dari apa yang ia lihat sehari-hari,mereka punya kebiasaan yang umumnya sama dengan orang-orang di sekitarnya. Kebudayaan itu secara tidak di sengaja muncul dalam masyarakat dan di setujui secara tidak langsung oleh sebuah masyarakat tersebut. Namun biasanya di anut dan di percaya dalam suatu masyarakat.

Tradisi bersih desa atau barikan mempunyai 2 makna yaitu, pertama sebagai gerakan kebersihan yang dikerjakan oleh masyarakat setempat secara bergotong- royong, kedua sebagai persembahan terhadap para nabi, danyang, serta ibu pertiwi yang telah memberikan hasil panenan dari apa yang telah ditanam di sawah ladangnya. Upacara tradisi bersih desa itu merupakan upacara intensifikasi yaitu suatu upacara yang menandai keadaan krisis dalam kehidupan kelompok. Kegiatan upacara bersih desa tidak lepas dari interaksi sosial masyarakat karena interaksi sosial melibatkan banyak orang sehingga mempunyai hubungan timbal balik antara pelaku dan upacara yang akan dilakukan serta unsur-unsur yang mendukungnya.Oleh karena itu interaksi sosial menjadi faktor terpenting dalam hubungan dengan orang lain dan menyangkut keberhasilan suatu upacara, hal ini menunjukkan adanya gotong-royong dan kerja sama. Adat dan budaya manusia tidak dapat dipungkiri peranannya sebagai ritual atau kepercayaan masyarakat.

Tradisi bersih desa juga dilaksanakan di Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen. Pada tahun ini acara bersih desa Talangagung, kepanitiaannya didapuk oleh RW 05 yang lokasinya di Perumahan Kepanjen Permai 2 (PKP2). Dengan bertindak selaku ketua panitia Bpk. Suwarno (Ketua RW 05 Kepanjen). Guna mematangkan acara bersih desa, Ketua RW 05 mengumpulkan tokoh tokoh masyarakat yang berada di PKP2, perangkat desa, Ketua RW se Desa Talangagung untuk membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.  Dari hasil musyawarah yang dilaksanakan di Balai Posyandu RW 05, di peroleh hasil rencana kegiatan yang akan dilaksanakan , al :
1. Tanggal 18 Oktober 2014 ; Bersih lingkungan
2. Tanggal 25 Oktober 2014 ; Istighosah bertempat di Balai Desa Talangagung'
3. Tanggal 26 Oktober 2014 ; Karnaval umum masyarakat Talangagung, mulai jam 13.00 WIB Start PKP2 finish Kantor desa Talangagung.
4. Tanggal 31 Oktober 2014 ; Pentas Seni / Panggung gembira tempat menyusul mulai pukul 19.00 WIB
5. Tanggal 1 Nopember 2014 ; Pagelaran Wayang kulit mulai pukul 19.00 WIB. tempat PKP2

Dari rencana banyaknya kegiatan tentunya memerlukan dana / anggaran yang tidak sedikit. Panitia diminta untuk memeras otak dan bekerja keras untuk menutup biaya kegiatan. Karena rupa-rupanya pihak desa hanya ngopeni yang Istghosah dan menyerahkan sepenuhnya kegiatan lainnya kepada RW 05 untuk berupaya sendiri dalam hal menutup pembiayaan. Karena itu panitia bersih desa dari RW 05 sangat membutuhkan dukungan/sokongan warganya demi lancarnya kegiatan. Bagi simpatisan yang ingin menjadi donatur ataupun menyumbangkan sebagian rejekinya bisa langsung disalurkan melalui panitia bersih desa atau langsung ke Ketua RW.05 Desa Talangagung di Perumahan Kepanjen Permai 2. Selain melalui donatur, panitia juga berupaya menutup anggaran dengan mengajak warga untuk membeli kupon undian berhadiah yang undiannya akan dilaksanakan saat pergelaran Wayang Kulit. 
Semoga dengan niat yang baik ini, semua warga/masyarakat desa Talangagung diberikan, kesehatan, keselamatan, mendapat rejeki yang barokah dan yang terutama semakin guyup rukun dalam membangun desa.  Amien.  

0 komentar: