Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Minggu, 18 Mei 2014

Kelulusan UN 2014 Jatim Tertinggi

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. : 
Pengumuman hasil UN SMA dan sederajat 2014 tetap dilakukan pada Mei. Di Jatim sebanyak 256 siswa dinyatakan tidak lulus.
Dari 256 siswa SMA/MA/SMK di Jawa Timur yang dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN) 2014 terdiri dari 195 siswa SMA/MA dan 61 siswa SMK yang tidak lulus. Meski begitu, persentase ketidaklulusan itu menurun dibandingkan dengan pengumuman hasil UN 2013.
"Tahun ini, ada 229.164 siswa SMA/MA dan 155.689 siswa SMK yang menjadi peserta UN, tapi ada 195 siswa SMA/MA atau 0,09 persen yang tidak lulus dan ada 61 siswa SMK atau 0,033 persen yang tidak lulus," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun di Surabaya, Minggu (18/5/2014).
Didampingi Kepala Kemenag Jatim Mahfudh Sodar, Kepala Biro Operasi Polda Jatim Kombes Pol Mamboying, dan Koordinator Pengawas dari PTN/PTS Prof Muchlas Samani, ia mengatakan kelulusan di Jatim tahun 2013 dan tahun 2014 relatif sama yakni mencapai 99,9 persen untuk SMA/MA.
"Untuk kelulusan siswa SMK pada tahun 2013 mencapai 99,77 persen, sedangkan untuk UN 2014 mencapai 99,96 persen. Jadi, siswa yang lulus meningkat, sedangkan siswa yang tidak lulus menurun, padahal jumlah siswa peserta UN bertambah," katanya.
Di sela-sela pertemuan dengan sekitar 400-an Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kemenag se-Jatim yang juga dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Jatim Prof Zainuddin Maliki itu, ia menyatakan peringkat Jatim secara nasional belum diketahui untuk tahun ini.
"Tahun ini, peringkat kelulusan secara nasional akan diumumkan Mendikbud secara langsung, sedangkan pengumuman kepada siswa disampaikan melalui email pada 20 Mei. Yang jelas, kami bangga karena UN di Jatim berjalan lancar dan semua tahapan sudah sesuai jadwal ," katanya.
Pada 2013, Provinsi Jatim menduduki peringkat pertama tingkat kelulusan UN atau kelulusan tertinggi se-Indonesia.

Tentang penyebab ketidaklulusan ke-256 siswa SMA/MA/SMK di Jatim itu, ia mengatakan penyebab ketidaklulusan umumnya karena tidak hadir (absen), sakit, dan nilai yang dimiliki siswa tidak lengkap (nilai minimal untuk dinyatakan lulus).
"Nilai rerata peserta UN 2014 untuk SMA/MA adalah 7,63, sedangkan nilai rerata peserta UN 2014 untuk SMK adalah 7,36. Untuk peserta Paket C justru lebih banyak yang tidak lulus, karena dari 23.393 peserta untuk jurusan IPA dan IPS tercatat 1.359 peserta yang tidak lulus atau 5,81 persen. Nilai rerata peserta Paket C mencapai 7,94," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Operasi Polda Jatim Kombes Pol Mamboying menegaskan bahwa pihaknya siap mengamankan kebijakan yang melarang konvoi, corat-coret pakaian, dan "pesta" yang negatif untuk merayakan kelulusan. "Kami siap mengamankan," katanya, singkat.
Sementara itu, Koordinator Pengawas dari PTN/PTS Prof Muchlas Samani mengatakan kelulusan UN 2014 akan menjadi persyaratan masuk PTN, namun persentase dari peran UN dalam penentuan penerimaan mahasiswa baru bergantung kepada PTN masing-masing.
"Yang jelas, UN akan dijadikan salah satu persyaratan untuk masuk PTN, tapi persentase-nya berbeda pada setiap PTN. Untuk Unesa, kita akan menerima hasil UN untuk masuk Unesa dengan delapan variabel," kata Prof Muchlas Samani yang juga Rektor Unesa itu.
Tahun 2013, kalangan PTN memiliki "catatan khusus" untuk tingkat kejujuran dalam UN 2014. "Saya tidak hafal data yang rinci, tapi kalau tidak salah, Yogyakarta merupakan provinsi paling putih dan Jatim masuk tengah," katanya.

PENGUMUMAN UN SMA 2014 TETAP 20 MEI
Pengumuman hasil UN tingkat SMA 2014 tetap dilakukanpada tanggal 20 Mei 2014. Tidak ada penundaan ataupun dimajukan.
Kepastian tentang pengumuman hasil ujian nasional tingkat sekolah menangah atas sederajat (UN SMA) 2014 tetap pada 20 Mei dilansir oleh laman resmi Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud), www.kemdikbud.go.id.

Berikut maklumat yang dipajang www.kemdikbud.go.id tentang pengumuman hasil UN SMA 2014 pada 20 Mei 2014.
“Berdasarkan peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor 0022/P/BSNP/XI/2013 tentang Prosedur Operasi Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Nasional SMP/MTs, SMP-LB, SMA/MA, SMA-LB, SMK/MA-Kejuruan, Serta Pendidikan Kesetaraan Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2013/2014, Pengumuman Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/MA, SMA-LB, SMK/MA-Kejuruan, Serta Pendidikan Kesetaraan Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2013/2014 dilaksanakan pada 20 Mei 2014. Tidak ada perubahan jadwal, baik dimajukan maupun dimundurkan.”

Sementara itu, seperti dilansir Antara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan ada oknum kepala sekolah yang melakukan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat.
"Memang ya, ada oknum kepala sekolah yang terindikasi melakukan kecurangan. Saat ini sedang diproses oleh pihak kepolisian," ujar Nuh usai acara serah terima hasil UN di Jakarta, Jumat.
Meski demikian, Nuh enggan menjelaskan kepala sekolah dari daerah mana yang melakukan kecurangan pada pelaksanaan UN.
"Saat ini sedang diproses. Kemdikbud berjanji akan memberikan sanksi seberat-beratnya," tambah dia.
Begitu juga dengan kepala dinas pendidikan daerah setempat juga akan diberi sanksi. Hal itu dilakukan karena dinilai lalai dalam menyelenggarakan UN dengan jujur. Namun, Nuh mengatakan peserta UN di sekolah tersebut tidak serta merta dicap sebagai pelaku kecurangan.

Kemdikbud melakukan analisis melalui hasil pemindaian jawaban. Jika rata-rata di sekolah itu tinggi, maka hal itu patut dicurigai."Kalau curang dan massif misalnya nilai rata-rata delapan atau sembilan maka patut dicurigai," tukas dia.
Kemdikbud menyerahkan sepenuhnya kewenangan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa dibalik kebocoran dan kecurangan UN itu.
Nuh meyakini ada mafia yang memanfaatkan momentum UN untuk meraup keuntungan. Kebocoran dan kecurangan terjadi selama pelaksanaan UN SMA sederajat dan SMP. Beberapa kota yang terindikasi terjadi kecurangan yakni Bandung, Surabaya, dan Padang.Bahkan sumber Antara di Papua Barat mengatakan soal UN beredar di wilayah itu beberapa hari sebelum UN dilangsungkan.(Antara/Kabar24.com)


0 komentar: