Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Kamis, 20 Desember 2012

Mural di Dinding Diknas Kab. Malang

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community .





Jika Anda mengunjungi Kantor Diknas Kab. Malang satu hari ke depan, akan ada pemandangan lain pada dinding batas bagian barat. Karena di sebelah utara Mushola telah terpampang mural (gambar dinding) berbagai macam pemandangan.

Kabarkongo,com yang kala itu meliput pameran lukisan tertarik dengan adanya dua orang pelukis yang sedang mengerjakan lukisan dinding tersebut. Nampaknya mereka benar-benar profesional. Dengan santainya 2 pelukis ini  meliuk-liukkan kuasnya tanpa harus membuat sketsa atau mencotoh gambar. Mas Arik yang asli Jember dan tinggal di Lawang ini dengan mudahnya membuat pemandangan. Saat kabarkongo melihat, mereka sedang membuat lukisan Tanah Lot dan masih dengan dasaran hitam. Namun sudah terlihat gambaran jadinya. 

Karena penasaran , Kabarkongo (saya) menyempatkan diri untuk mengajaknya ngobrol. Mula-mula saya mengajaknya bergurau " Wah kalau lukisannya jadi celananya juga sudah jadi lukisannya." Karena saat itu saya lihat di celana pelukis ini banyak cat yang menempel di celananya. Mungkin karena cari kain gombal kelamaan. Jadi enakkan cat sisa atau sebelum dilukiskan dibersihkan dengan celananya.

"Mulai kapan melukisnya mas?". Kemarin sore jam 5," jawabnya. Saya pun menyodorkan surya dua belas untuknya. Dengan gayeng, akhirnya saya berhasil mengorek tentang pribadi Mas Arik. Katanya mulai belajar melukis tahun 89. Pernah bekerja melukis di Bali. Dengan kemampuannya, bahkan pernah juga diminta untuk melukis di negara Fiji. Australia, Perancis sayangnya ada tawaran ke Jepang namun tidak deal dengan harganya.

"Sulit mana melukis kanvas dengan dinding mas?"  Ya sulit dinding mas, karena harus mengkomposisikan gambar agar pas, karena menyesuaikan luasnya. Menurut penuturannya pula dia pernah didaftarkan temannya lomba melukis kanvas berbentuk layar ukuran 2 x 4 m2 di Bali. Karena melihat kecepatanya melukis dan hasilnya. Selesai lomba dia langsung diajak seseorang untuk terbang ke Tasikmalaya untuk melukis di sana.
"Kalau untuk pribumi saya gak mahal," "Dikit-dikit pokok lancar mas.". jawabnya setelah saya tanya berapa harga borongannya.  Sayapun  meminta nomor HPnya, mungkin suatu saat bermanfaat. Tak berapa lama datang Pak Bambang dari Singosari dan meminta nomor HPnya pula.

Nah. kalau mungkin pembaca ada yang berminat bisa call langsung ke No HPnya. Jangan salah artikan ya, saya sudah ijin untuk mencantumkan no hpnya. (Arik pelukis = 085257085747). Siapa tahu anda membutuhkan.  ( Foto lain )


0 komentar: