Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Kamis, 02 Agustus 2012

Tujuan dan Kendala UKG Online.

na

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Selama ini masih terjadi kesimpangsiuran pemahaman guru tentang dilaksanakannya Uji Kompetensi Guru Online yang dilaksanakan mulai 31 Juli sd 10 Agustus 2012 nanti.  Hal ini terjadi karena masih banyak guru yang tidak membaca pedoman pelaksanaan UKG Online itu sendiri.
Padahal pada "PEDOMAN UJI KOMPETENSI GURU KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN 201" telah dijelaskan mengenai Tujuan dari  Uji Kompetensi ini.
 
Tujuan UKG
Adalah Pemetaan penguasaan kompetensi guru (kompetensi pedagogik dan profesional) sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Sebagai entry point penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol pelaksanaan penilaian kinerja guru. Program pengembangan keprofesian berkelanjutan dan penilaian kinerja guru wajib dilakukan setiap tahunnya sebagai persyaratan untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru. 

Sasaran UKG
Sasaran UKG adalah semua guru yang mengajar di sekolah, baik guru yang bersertifikat pendidik maupun guru yang belum memiliki sertifikat pendidik, yang sedang dilaksanakan secara nasional secara bertahap, dimulai dari guru-guru SMP, SMA dan terakhir Guru-guru TK-SD.

Kenyataan di lapangan pelaksanaan UKG Online.

Pemerintah sudah mencoba melakukan membuat program UKG Online semaksimal mungkin, dengan mendayagunakan jaringan internet yang ditempati UKG Online. Namun di sana-sini masih terjadi beberapa kendala di lapangan yang menjadi ganjalan para peserta UKG, antara lain :
1. Terdapat beberapa soal yang cacat artinya hampir setiap peserta mendapati soal-soal yang tidak bisa dijawab karena ; a) Ada soal jawaban tidak muncul dan sebaliknya.; b) Pada nomor yang ada hanya muncul tanda tanya ( tisak ada soal dan pilihan jawaban). Terutama soal-soal yang bergambar.
2.  Soal bergambar yang dilompati setelah dibuka kembali tidak muncul gambar.
3. Ada soal yang tidak lengkap misalnya; Perhatikan gambar berikut. Tetapi gambarnya tidak ada.
4. Pada saat proses penyimpanan terakhir ( selesai ) sering ngadat. Sehingga komputer harus di reset dan peserta harus mengerjakan kembali. Ada yang dimulai dari nomor tertentu bahkan ada yang harus mengulang dari awal seentara waktunya tinggal sedikit.
5. Ada peserta yang setelah mengerjakan soal latihan, setelah diproses untuk mengikuti ujian, ternyata komputer menyatakan peserta ini sudah diproses pengerjaannya.

Yang ditanyakan peserta ;
Jika pada soal cacat tersebut tidak dijawab apa yang terjadi ? Apakah soal dianulir ataukah dinyatakan salah? Beberapa pengawas menyatakan harus dijawab sementara jawaban yang terjadi pasti ngawaur/ hanya menggunakan insting. 

Kesimpulannya.

Hasil penilaian dari proses UKG Online  ini belum bisa dikatakan valid. Karena yang terjadi rata-rata pada peserta sedikitnya ada 8 - 16 soal yang cacat ( Terutama mapel Matematika, IPA dan mapel yang soalnya banyak gambarnya / simbol-simbol. Bisa dibayangkan, jika target lulus 70 sementara kerjaan peserta yang benar 65 kecuali yang cacat, bisa jadi soal yang tidak keluar ini semestinya bisa dikerjakan, maka peserta akan memenuhi target 70. 

Mungkin ini masih bisa dipahami karena UKG Online ini baru yang pertama, sehingga masih banyak kendala di lapangan. Yang ditakutkan peserta adalah jika nantinya hasil UKG dipergunakan sebagai syarat untuk berhak atau tidaknya peserta menerima TPP yang sudah berhak diterimanya. Karena itu pemerintah yang diwakili Mendiknas harus memberi keterangan yang jelas bagaimana dengan peserta yang nilainya di bawah standar, agar peserta UKG tidak resah.

Perlu diketahui, kenyataan di lapangan, hasil UKG per ruang per gelombang, rata-rata yang memenuhi standar nilai 70 bisa dihitung dengan jari satu tangan. 

0 komentar: