Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Senin, 30 Juli 2012

Shendy Puspa Irawati, Mampir di PB. Nasional

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Ketika sedang asyiknya bermain badminton di PB. Nasional malam minggu kemarin, tanpa terduga masuk dan duduk di tepi lapangan seorang cewek dengan tubuh tinggi besar. Bandingkan saja tingginya dengan tubuh saya yang berfoto dengan Ibu Lasito pemilik produsen Suthlecocks Nasional. ( foto di bawahnya) . Hehehehe.

Dia memperhatikan permainan dengan senyum ramahnya. Saya sempat berhemti dan menyalaminya. Saya merasa pernah melihat cewek itu tapi dimana ya?, dan saya baru sadar kalau dia itu pemain pelatnas bulutangkis putri yang biasa bermain di ganda putri dan ganda campuran, yang berarti saya pernah melihatnya di Tipi.  Dia tak lain adalah Shendy Puspa Irawati, yang saat itu baru datang dari Jakarta di PB. Nasional dalam rangka liburan  Selesai partai saya, Shendy mengajak sparing dengan pemain dan pelatih PB, Nasional  bermain ganda. meskipun tanap pakai sepatu. Tak urung sparing ini menjadi ajang pertunjukan teman-eman yang malam itu sedang latihan di PB. Nasional ini.


Profil  Shendy.

Mungkin di antara anda pecinta bulutangkis, nama Shendy Puspa Irawati sudah tak asing lagi di telinga anda. Atlet kelahiran 20 Mei 1987 ini sudah sering mengikuti berbagai turnamen bergengsi dunia. Terakhir, Shendy kembali dipasangkan bersama dengan Fran Kurniawan Teng di ganda campuran.
Shendy lahir dari keluarga yang memang mencintai bulutangkis, darah bulutangkisnya ini tak hanya turun dari orang tuanya, melainkan sudah dari kakek dan neneknya. “Saya memilih bulutangkis karena memang sudah hobi saya dari dulu, kakek sama nenek juga sudah hobi bulutangkis, malah dulu kami punya lapangan bulutangkis di gudang beras,” ceritanya antusias.
Putri kedua dari dua bersaudara pasangan Arifin Irawan dan Sunanik Ningsih ini memang sudah menyukai bulutangkis sejak kecil. “Dulu Shendy sempat ingin pulang saat masuk PB Djarum, karena kan harus tinggal di asrama, dia sering nangis minta pulang, tapi saya selalu meyakinkan dia untuk terus bersabar dan berjuang untuk cita-cita yang dia inginkan,” ujar sang ibu saat ditemui beberapa waktu lalu.
Shendy lahir dan tumbuh besar di Baron, sebuah kota kecil yang cukup ditempuh dengan beberapa jam saja dari Surabaya. “Waktu tahun 1997, saya memang sempat masuk PB Djarum yang di Surabaya, masih kecil baru sekitar 10 tahunan, jadi ya sering ingin pulang ke rumah, homesick,” ungkapnya.
Rekam jejak prestasi juara ganda campuran India Internasional challenge ini memang tak bisa dipandang sebelah mata. Setelah berhasil masuk Pelatnas, lalu kemudian pernah terdegradasi, Shendy tak patah arang. Ia terus bertarung bersama Meiliana Jauhari dan Fran di ganda putri dan ganda campuran. Dengan dukungan penuh PB Djarum, mereka kerap dikirim ke turnamen-turnamen dalam dan luar negeri, sampai akhirnya kembali di panggil PBSI untuk menjadi bagian tim nasional di Pelatnas.
Shendy pun kini tengah merintis mimpi baru di 2012 ini, kembali berpasangan dengan Fran Kurniawan, Shendy ingin bisa menembus 10 dunia..

0 komentar: