Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Sabtu, 28 Juli 2012

Rangkuman Indikator dan perkiraan penyelesaian Matematika UKG 2012

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

1. Memanfaatkan potensi kognitif yang dimiliki oleh peserta didik dalam mendukung pembelajaran matematika yang efektif (SMP)
 2.Mengidentifikasi penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika (SMP)

   Identifikasi kesulitan belajar matematika siswa dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1.   Pendekatan Profil Materi

Pendekatan ini bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan dalam profil penguasaan materi, yaitu kompetensi siswa terhadap (sub) materi dibandingkan dengan kompetensinya terhadap (sub) materi lain, atau membandingkan penguasaan siswa yang satu dengan siswa lain terhadap satu kompetensi dasar tertentu.

2.   Pendekatan Prasyarat Pengetahuan dan Kemampuan

Pendekatan ini digunakan untuk mendeteksi kegagalan siswa dalam hal pengetahuan prasyarat dalam satu kompetensi dasar tertentu

3.   Pendekatan Pencapaian Kompetensi Dasar dan Indikator

Pendekatan ini digunakan untuk mendiagnosis kegagalan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran atau indikator tertentu

4    Pendekatan Kesalahan Konsep

Pendekatan ini digunakan untuk mendiagnosis kegagalan siswa dalam hal kesalahan konsep (misconception). Contoh sederhana misalnya siswa salah konsep tentang bilangan kuadrat. Umumnya siswa akan menyatakan bahwa bilangan kuadrat selalu merupakan bilangan positif. Atau selanjutnya dalam prinsip pengkuadratan, kuadrat suatu bilangan real pasti positif (yang benar adalah pasti tidak negatif, karena 02 = 0, dan jika a > 0, maka a^2 > 0, sehingga seharus untuk setiap a^2 R, a^2 > 0)

5.   Pendekatan Pengetahuan Terstruktur

Pendekatan ini digunakan untuk mendiagnosis ketidakmampuan siswa dalam memecahkan masalah yang terstruktur. Sebagai contoh siswa mengalami kesulitan mengerjakan soal berikut: Empat tahun yang lalu umur seorang ayah lima kali umur anaknya, dan tiga tahun yang akan datang umur ayah itu tiga kali umur anaknya. Berapa umur anak itu sekarang?

Siswa mungkin tidak memahami bahasa soal tersebut sehingga tidak mampu menyusun bentuk aljabar yang sesuai. Selanjutnya, siswa tidak mampu menyusun bentuk aljabar dan kalimat terbuka yang sesuai dengan masalahnya
 3.Mengidenfikifasi kemampuan awal yang dibutuhkan  siswa dalam pembelajaran suatu topik/konsep
Mengidenfikifasi kemampuan awal yang dibutuhkan siswa dalam pembelajaran suatu topik/konsep matematika (SMP)

Pada indikator ini akan diberikan beberapa contoh kesalahan menyelesaikan masalah matematika, kemudian diharapkan peserta dapat mendiagnosa kemampuan awal apa yang dibutuhkan siswa dalam menyelesaikan masalah tersebut.
 4.Mengenali ide atau konsep teori belajar Vigotsky (SMP)

Ide atau konsep teori belajar Vigotsky (SMP)
 1.    Bahwa intelektual berkembang pada saat individu menghadapi ide-ide baru dan sulit mengaitkan ide-ide tersebut dengan apa yang mereka ketahui.
2.   Bahwa interaksi dengan orang lain memperkaya  perkembangan intelektual.
3.   Peran utama guru adalah bertindak sebagai seorang  pembantu dan mediator pembelajaran siswa
 5.Mengidentifikasi kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan teori belajar tertentu (Bruner dan Ausuble) (SMP)


Teori Kognitif dari Bruner
Menurut Jerome Bruner , belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan, yakni :
a) Memperoleh informasi baru. Informasi baru dapat merupakan penghalusan dari informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi tersebut dapat bersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang.
b) Transformasi informasi. Transformasi informasi / pengetahuan menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan.Informasi yang diperoleh , kemudian dianalisis , diubah atau ditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih abstrak atau konseptual agar dapat digunakan untuk hal – hal yang lebih luas.
c)  Evaluasi. Evaluasi merupakan proses menguji relevasi dan ketepatan pengetahuan.Proses ini dilakukan dengan menilai apakah cara kita memperlakukan pengetahuan tersebut cocok atau sesuai dengan prosedur yang ada.

Pendewasaan pertumbuhan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang menurut Bruner ( Dahar , 1989 ), adalah sebagai berikut :

a)    Pertumbuhan intlektual ditunjukan oleh bertambahnya ketidaktergantungan respons dari sifat stimulus. Dalam pertumbuhan intlektual ini , adakalanya kita  melihat bahwa seorang anak mempertahankan suatu respons dalam lingkungan stimulus yang berubah-ubah , atau belajar mengubah responsnya dalam lingkungan stimulus yang tidak berubah .Sehingga melalui pertumbuhan seseorang dapat memperoleh kebebasan dari pengontrolan stimulus melalui proses – proses perantara yang mengubah stimulus sebelum respons.

b)  Pertumbuhan intlektual tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasikan peristiwa–peristiwa menjadi suatu system penyimpanan ( storage system ) yang sesuai dengan lingkungan. Sistem inilah yang memungkinkan peningkatan kemampuan anak untuk bertidak diatas informasi yang diperoleh pada suatu kesempatan.

c)  Pertumbuhan intlektual menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk berkata pada dirinya sendiri atau kepada orang lain , degan pertolongan kata – kata dan symbol – symbol , apa yang telah dilakukannya atau akan dilakukannya.

Bruner membagi perkembangan kognitif anak atas tahap – tahap tertentu.Menurut Bruner ada 3 tahap , yakni :
1.      Enaktif( enactive )
Tahap ini merupakan tahap representasi pengetahuan dalam melakukan tindakan . Pada tahap ini anak dalam tahap belajarnya menggunakan atau memanipulasi obyek – obyek secara langsung.
2.       Ikonik ( iconic )
Tahap yang merupakan perangkuman bayangan secara visual.Pada tahap ini anak melihat dunia melalui gambar – gambar atau visualisasi.Dalam belajarnya , anak tidak memanipulasi obyek – obyek secara langsung, tetapi sudah dapat memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari obyek.
3.       Simbolik ( Symbolic )
Tahap ini merupakan tahap memanipulasi symbol – symbol secara langsung dan tidak lagi menggunakan obyek – obyek atau gambaran obyek.Pada tahap ini anak memiliki gagasan – gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika.
Menurut Bruner, untuk mengajarkan sesuatu tidak perlu ditunggu sampai anak mencapai suatu tahap perkembangan tertentu.Apabila bahan yang diberikan diatur dengan baik , maka anak dapat belajar meskipun usianya belum memadai.Jadi perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya.Penerapan teori Bruner ini  dikenal sebagai “ Kurikulum spiral “.
Dalam model intruksional , Bruner memperkenalkan model yang dikenal dengan nama belajar penemuan ( Discovery learning ). Dalam belajar penemuan ini siswa akan berperan lebih aktif . Siswa berusaha sendiri memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan tertentu.Dengan cara ini akan memperoleh pengetahuan yang benar – benar bermakna
.
 6.Mengidentifikasi prinsip pembelajaran dengan pendekatan tertentu (pembelajaran kontekstual atau pembelajaran berbasis masalah) (SMP) 
 Pendekatan Kontekstual 
1. Kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan umum pengajaran matematika, bahkan sebagai jantungnya. Sasaran utama yang ingin dicapai adalah bagaimana cara memecahkan suatu masalah; 
2. Pemecahan masalah meliputi metode, prosedur dan strategi merupakan proses inti dan utama dalam kurikulum matematika. Hal ini diartikan sebagai kegiatan yang aktif; 
3. Pemecahan masalah merupakan kemampuan dasar dalam belajar matematika. Hal ini diperlukan siswa agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
7. Menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan silabus  Matematika SMP.  
Prinsip Pengembangan Silabus

1.  Ilmiah. Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertangungjawabkan secara keilmuan.
2.   Relevan. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
3.       Sistematis. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4.    Konsisten  Ada hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5.      Memadai Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapain kompetensi dasar.
6.  Aktual dan Kontekstual. Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7.  Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidikan, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.  Sementara itu, materi ajar ditentukan berdasarkan dan atau memperhatikan kultur daerah masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan peserta didik tidak tercerabut dari lingkungannya.
8.       Menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
9. Desentralistik. Pengembangan silabus ini bersifat desentralistik.  Maksudnya bahwa kewenangan pengembangan silabus bergantung pada daerah masing-masing, atau bahkan sekolah masing-masing. 
 8. Menentukan langkah-langkah penyusunan silabus  (SMP)
 
Langkah-langkah Pengembangan Silabus Pembelajaran
1.      Mengisi identitas
Identitas terdiri dari nama sekolah, kelas/semester, mata pelajaran, dan standar kompetensi.  Identitas silabus ditulis di atas matriks silabus.

2.      Menuliskan Standar Kompetensi
Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran.

Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: 
·            urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD; 
·           keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; 
·           keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
3.      Menuliskan Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi.
Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
·   urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar; 
·   keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran ; 
·   keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. 
      4.  Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
           Dalam mengidentifikasi materi pokok harus dipertimbangkan:
  •  relevansi materi pokok dengan SK dan KD;
  • tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta  didik; 
  • kebermanfaatan bagi peserta didik; 
  • struktur keilmuan; 
  •  kedalaman dan keluasan materi; 
  • relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan lingkungan; 
  • alokasi waktu.
Selain itu juga harus diperhatikan:
  • kesahihan (validity): materi memang benar-benar teruji kebenaran dan kesahihannya; 
  • tingkat kepentingan (significance): materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa diperlukan oleh siswa;
  • kebermanfaatan (utility): materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya;
  • layak dipelajari (learnability): materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat;
  • menarik minat (interest): materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut.
5.  Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk :
   1. Teori; seperangkat konstruk atau konsep, definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan – hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.
   2. Konsep; suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.
   3. Generalisasi; kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian.
   4. Prinsip; yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep.
   5. Prosedur; yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik.
 6.   Fakta; sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terdiri dari terminologi, orang dan tempat serta kejadian.
 7.   Istilah, kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi.
 8.  Contoh/ilustrasi, yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat.
 9.   Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya.
1.         Preposisi, yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.

Indikator berikut bersambung
 9. Menentukan fungsi atau kegunaan RPP (SMP)
 10.Menentukan langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian hasil belajar (SMP)
 11.Menggunakan kata kerja yang tepat untuk merumuskan indikator sesuai dengan kompetensi dasar (SMP)
 12.Menentukan urutan penyampaian materi pembelajaran berdasarkan hirarkhi materi matematika dan kesiapan siswa untuk mendukung pencapaian sandar kompetensi tertentu (SMP)
 13. Menentukan aktivitas matematis yang sesuai dengan setting kelas, laboratorium atau lapangan .
 14. Memilih teknologi yang sesuai untuk membantu proses belajar mengajar matematika SMP
 15. Memilih teknologi yang sesuai untuk membantu proses belajar mengajar matematika di SMP
 16.Menganalisis kegiatan siswa dengan pemberian berbagai latihan yang mendukung kemampuan pemecahan masalah
 17. Menganalisis kegiatan matematika rekreasi guna  mengaktualisasikan potensi siswa (SMP)
 18. Memilih teknik bertanya yang tepat guna mengaktifkan iklim pembelajaran
 19. Menerapkan komunikasi yang mendidik pada pembelajaran kooperatif learning
 20. Menentukan prinsip penilaian yang diacu pada suatu permasalahan atau kasus pengolahan hasil penilaian proses dan hasil belajar matematika
 21. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang dinilai sesuai dengan tujuan mata pelajaran matematika pada pemilihan instrumen penilaian untuk ulangan (SMP)
 22. Menentukan teknik penilaian proses dan hasil belajar pada peristiwa kegiatan pembelajaran
 23. Menentukan persyaratan penyusunan instrument penilaian berdasarkan suatu kasus/peristiwa
pengembangan instrumen penilaian di satuan pendidikan
 24. Menentukan macam tahapan program remedial mengacu Standar Penilaian
 25. Menentukan macam hasil penilaian yang dikomunikasikan/ dilaporkan kepada pimpinan satuan pendidikan  untuk diteruskan kepada orangtua/wali peserta didik berdasarkan tugas pendidik dalam mengelola penilaian  mengacu pada Standar Penilaian
 26.Menentukan komponen pembelajaran yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil dari analisis hasil ulangan   harian matematika .
27. Memilih kegiatan yang sesuai dalam pelaksanaan Refleksi
28. Menentukan macam bahan yang dapat digunakan untuk melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang   telah dilaksanakan pada satu kompetensi dasar matematika SMP
 29. Menentukan komponen pembelajaran yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil refleksi pembelajaran satu   kompetensi dasar (KD) matematika SMP.

 55. Memahami perkembangan filsafat mtematika -
 56. Memilih alat ukur yang tepat untuk membantu pembelajaran matematika (SMP) -
 57. Menggunakan alat peraga matematika (SMP)
 58. Menganalisis penggunaan MS Excell untuk menyajikan data
 59. Mengetahui tujuan pembelajaran matematika (SMP)
 60. Menentukan keberadaan standar kompetensi,kompetensi dasar, atau indikator berdasarkan KTSP (SMP)
 61. Menentukan kompetensi dasar yang relevan dengan standar kompetensi (SMP)
 62. Menganalisis indikator yang sesuai dengan kompetensi dasar (SMA)
 63. Menentukan indikator dari suatu kegiatan belajar yang diberikan (SMA)
 64. Merancang pembelajaran secara kreatif pembelajaran pada suatu topik tertentu (SMP)
 65. Berkreasi dalam melaksanakan pembelajaran matematika (SMP)
 66. Memahami kriteria soal masalah yang disajikan kepada siswa (SMA)
 67. Menelaah konteks sebagai pemicu proses pembelajaraan (SMA)
 68. Menjelaskan bentuk tindak lanjut dari kegiatan refleksi atas kinerja seorang guru
 69. Menjelaskan tujuan Penelitiian Tindakan Kelas (PTK)(SMP)
 70. Mengidentifikasi aspek yang sesuai pada suatu komponen proposal penelitian tindakan kelas
 71. Mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk mensikapi atau menghadapi perkembangan zaman SMP
 72. Menggunakan fasilitas drawing Ms. Word dalam menggambar bangun-bangun geometri (SMP)
 73. Menjelaskan cara mengirimkan email menggunakan software klien email (SMP)
 74. Menjelaskan kegunaan berbagai aplikasi Internet yang berkaitan dengan pengembang profesi sebagai guru matematika di SMP
 75. Menjelaskan kegunaan berbagai aplikasi Internet yang berkaitan dengan pengembang profesi sebagai guru matematika di SMP.

TERNYATA SEBAGAIAN SOAL TIDAK ADA DALAM KISI-KISI.

0 komentar: