Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Sabtu, 19 Mei 2012

.Radar Malang Goes To School : SMA Islam Kepanjen

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Goes To School Radar Malang di SMA Islam Kepanjen

Kepercayaan dunia luar terhadap SMA Islam Kepanjen semakin nyata. Ini terbukti dengan penunjukan SMA Islam Kepanjen sebagai tuan rumah oleh Radar  Malang dalam melaksanakan programnya, yaitu :  

" GOES TO SCHOOL RADAR MALANG"
  

Kegiatan yang digagas Radar Malang bekerja sama dengan Honda ini akan dilaksanakan besok Sabtu, 19 Mei 2012 di lapangan SMA Islam Kepanjen  Jl. Diponegoro no. 152 Kepanjen . (mulai 08.00- 13.00 ) yang akan di hadiri oleh bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
        
Acara yang ditampilkan adalah kreatifitas yang dimiliki siswa siswi SMA Islam Kepanjen seperti melukis, karikatur, Demo Otomotif, Tata boga , Desain Grafis dan lain-lain. Juga dimeriahkan oleh penampilana  grup band, operet, dance dan hadrah oleh siswa siswi SMA I slam Kepanjen. 

Acara ini dikhususkan warga SMA  Islam Kepanjen dan Undangan.  Bagi siswa SMP kelas 9 dari SMP manapun juga diperkenankan hadir, GRATIS ! Pakaian Bebas Rapi


08.00
PEMBUKAAN, PEMBACAAN AYAT-AYAT SUCI AL-QURAN
08.10
SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH
8.20
BAND EKSTRA
08.30
SAMBUTAN KETUA PELAKSANA
08.35
DANCE KELAS X-2
08.40
BAND XI-IPA
08.50
DANCE X-1
08.55
BAND X-4
09.05
PENYAMBUTAN PEJABAT DIIRINGI OLEH HADRAH
09.15
TARI TRADISIONAL ( SAMBUTAN SELAMAT DATANG )
09.25
SAMBUTAN BAPAK PEJABAT
09.35
BAND XI-IPS.1
09.45
DANCE X-5
09.50
DANCE XI-IPA.2
09.55
BAND XI-IPS.2
10.05
VOCAL GROUP XI-IPA.3
10.15
BAND XII-IPA
10.25
BAND XII.IPS
10.35
DANCE XII-BHS
10.40
DANCE XII-IPA
10.45
BAND XII-BHS
10.55
FASHION SHOW
11.55
BAND BINTANG TAMU
13.00
PENUTUPAN

Klarifikasi Peserta Sertifikasi 2012

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Saya di sini hanya membantu menyebarkan pengumuman bagi pserta PLPG UMM kuota 2012. Mungkin berguna.

Menindaklanjuti hasil verifikasi data peserta sertifikasi guru dalam Jabatan Tahun 2012 pada tanggal 20 s.d. 21 April 2012 oleh Panitia Sertifikasi Guru Rayon 144, ada beberapa peserta yang harus melengkapi berkas sebagaimana terlampir. Untuk itu kami mengharap Bapak berkenan menyampaikan informasi kepada peserta agar hadir pada :
 
hari, tanggal    :   Senin s.d. Rabu, 14 s.d. 16 Mei 2012
pukul             :   08.00 s.d 14.00
tempat           :   Kantor PSG Rayon 144
                         Universitas Muhammadiyah Malang
                        Jl. Raya Tlogomas 246 Malang
 
Demikian pemberitahuan kami atas kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih.
 
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
 
 
Kontak  :  0341-464318
Situs  :  http://psg44.umm.ac.id/

Jumat, 18 Mei 2012

Melestarikan Musik Angklung di Malioboro

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.




Di tengah hiruk pikuk pengunjung Malioboro, terdengar alunan musik yang rancak mengiringi lagu-lagu anyar campur sari n dankduth. Ada yang menarik kabarkongo.com di sini. Suara yang khas dari alat musik angklung yang biasa dipegang satu orang satu alat. Namun di sini cukup dipegang oleh seorang saja. 

Itulah yang kabarkongo.com lihat dari sekelompok pemuda pimpinan Hery asli Yogja. Hampir satu jam Kabarkongo.com menunggu melihat dan mendengarkan musik yang mereka mainkan. Hampir semua orang yang lewat, berhenti untuk sekedar mendengarkan musik mereka maupun mengabadikan dari camera  HP maupun Handycam. Dan yang tidak ketinggalan sudah puluhan orang mengeluarkan kocek minimal Sejing untuk dimasukkan di kardus yang sengaja mereka letakkan di atas kursi di depan mereka memainkan alat musik. 

Seorang penonton yang  tanya ke saya siapa pimpinannya saat saya bercakap-cakap dengan salah seorang pemain. rupanya pemuda tersebut mau nanggap untuk suatu acara. Setelah ditanyakan langsung kepada Herry, barulah saya tahu kalau mereka juga menerima order tanggapan, satu jam kurang lebih Rp. 600 rb. kalau plus penyanyi wanita tambah seratus.  Selain itu mereka juga bisa membuatkan rangkaian alat musik angklung tersebut seharga Rp. 400 rb. Selamat berkarya sobat, selamat telah sukses melestarikan salah satu alat tradisional Angklung, di tengah membanjirnya alat-alat modern.

Selasa, 15 Mei 2012

Meningkatkan Wawasan Bela Negara Dengan Akrobat

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.





Pertunjukan atraksi dan akrobat yang dilaksanakan oleh Kodim 818 Baladika Jaya di lapangan Ngajum bukanlah sekedar atraksi. Sesuai dengan misi dari kegiatan ini terbukti bahwa banyak generasi muda yang sangat lemah wawasan kebangsaan. Ini bisa dilihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara kepada penonton mulai SD hingga SMA. Siswa kelas 3 SD tidak hapal Pancasila Sila Ke empat, Siswa SD tidak hapal lagu daerah. bahkan ketika ditanya hari kemerdekaan Negara Indonesia siswa kelas 4 itu tidak tahu. Siswa MTs tidak hapal dengan lambang negara RI. Bahkan siswa SMA tidak hapal nama pahlawan revolusi. Semua pertanyaan tersebut diajukan kepada beberapa siswa yang diminta maju untuk mendapat hadih amplop berupa uang sampai dengan Rp. 1000.000,- jika jawabannya benar.Namun seperti di atas kejadiannya.

Dari sini pembawa acara mengajak penonton dari berbagai macam golongan, masyarakat umum,  guru, PNS dan pejabat pemerintah lainnya untuk merenenung mengapa bisa demikian Jika dulu ada pelajaran PSPB, P4 yang membentuk pribadi generasi muda bertata krama, semua itu kini dihapuskan. Sayang sekali bukan jika generasi muda tidak mengenal siapa pahlawan revolusi, yang dijawab siswa SMA dengan Ir. Sukarno dan Pangeran Diponegoro. Semua ini penulis ajukan terlepas dengan kondisi siswa pedesaan, karena mungkin saja terjadi dengan siswa di perkotaan.

Adapun beberapa atraksi yang ditampilkan di lapangan terbuka ini adalah, pertunjukan menutup mata dengan menebak bendera yang dipegang penonton, Aksi menyediakan makanan minuman dari kotak kosong, Aksi tidur dilindas truk penuh muatan, atraksi mandi air panas dan ditutup atraksi sentren dikubur hidup - hidup.
 

Minggu, 13 Mei 2012

Ahli Bahasa Protes Kebijakan Kurikulum RSBI

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah rintisan berstandar internasional (RSBI) diprotes ahli bahasa Indonesia. Jika ingin menggenjot kemampuan siswa berbahasa Inggris, mereka mengusulkan pemerintah memperbaiki sistem pembelajaran bahasa Inggris itu sendiri.

Ahli bahasa sekaligus anggota perumus Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Dendy Sugono mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) seharusnya mengkaji ulang kebijakan itu. Pendapat ini muncul dari sisi kepentingan murid dan orang tua siswa. Menurutnya, banyak sekali dampak negatif akibat memaksakan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di seluruh jenjang pendidikan dan seluruh mata pelajaran di RSBI.

Dendy menuturkan dalam undang-undang sistem pendidikan nasional (UU Sisdiknas) cukup jelas disebutkan jika bahasa pengantar pembelajaran adalah bahasa Indonesia. "Jadi kunci penguasaan materi pelajaran adalah menguasai bahasa Indonesia yang ditetapkan sebagai bahasa pengantar," ucap pria yang juga menjadi peneliti di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud itu.

Ketika pemerintah terus memaksanaan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pembelajaran di RSBI, berpotensi merugikan siswa sendiri. Dia khawatir para siswa-siswa di RSBI itu tidak menguasai mata pelajaran karena mereka tidak menguasai bahasa pengantar yang dibawakan oleh sang pendidik.

Dampak lain dari kebijakan ini adalah, makin menjamur penerbit-penerbit lokal yang mengeluarkan buku penunjang pembelajaran dengan bahasa Inggris. Masyarakat umum bahkan orang tua, yang tidak terlalu paham bahasa Inggris, bisa semakin kesulitan mengontrol konten-konten dalam buku panduan belajar itu.

Dendy secara pribadi tidak memungkiri pentingnya siswa untuk bisa berbahasa Inggris. "Bahasa ini perlu, karena dijadikan modal untuk pergaulan internasional," katanya. Sementara untuk pergaulan lokal, cukup menggunakan bahasa ibu dan bahasa Indonesia saja.

Penggunaan bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, sebagai bahasa pengantar ditoleransi hanya untuk jenjang pendidikan tinggi. Khususnya pada prodi-prodi yang kosentrasinya pada kajian bahasa tersebut. Misalnya pada prodi bahasa Arab tidak menjadi persoalan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar. Begitu pula pada prodi bahasa Inggris tidak masalah jika bahasa itu dijadikan sebagai bahasa pengantar.

Muncul tudingan jika aturan ini semakin menunjukkan lemahnya pembelajaran bahasa Inggris reguler di sekolah-sekolah. Masih ada siswa yang belum menguasai bahasa Inggris meskipun bertahun-tahun mempelajarinya. Dendy mengatakan, solusi lemahnya pembelajaran bahasa Inggris reguler itu, bukan berarti harus menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di seluruh mata pelajaran.

Sebaliknya dia mengusulkan jika sistem pembelajaran bahasa Inggris diperbaiki secara menyeluruh. "Jadi setelah mengikuti pembelajaran bahasa Inggris, siswa bisa berbahasa Inggris," tutur dia.

Dia mengingatkan, seluruh anak Indonesia jebolah sekolah di tanah air harus benar-benar menjadi anak Indonesia. Tidak perlu membuat mereka menjadi anak Indonesia yang ke-asing-asingan. Apalagi ke-Inggris-inggris-an.

Dendy menegaskan, membangun keindonesiaan yang efektif bisa dilakukan dengan menguasai bahasa Indonesia yang baik. Begitu pula untuk melestarikan keanekaragaman suku bangsa, bisa dilakukan dengan mempertahankan bahasa ibu. Seperti bahasa Jawa, Madura, Sunda, dan lainnya.

Sebagai pembanding proses transver ilmu di negara Jepang, adalah pembelajaran di Jepang tetap menggunakan bahsanya sendiri. Namun buku-buku yang baik dari luar diterjemahkan dengan baik. Sehingga siswa bisa langsung memahami ilmu yang ada dalam bahasanya sendiri. Dan jika mereka ingin bisa bahasa Inggris, siswa ditraining khusus. 

Bagaimana dengan negara kita, siswa diberikan materi bahasa Inggris, sedangkan dari pengajar sendiri belum menguasai secara penuh bahasa penyampai tersebut, demikian juga dengan siswanya. Intinya, siswa belum bisa secara maksimal mentransfer ilmu yang disajikan dalam bahasa Inggris. Nah, menurut Anda bagaimana? Semua terserah kebijakan dari yang berwenang menangani itu. Namanya juga Rintisan, yang penulis dengar di Indonesia belum ada sekolah yang menyandang SBI, namun masih Rintisan semua entah sampai kapan?

Jumat, 11 Mei 2012

Benarkah Sukhoi tersedot magnet Gunung Salak?

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.
Benarkah Sukhoi tersedot magnet Gunung Salak?
Gunung Salak. merdeka.com/dok
 
352
Reporter: Mohamad Hasist


Mengupas Gunung Salak tidak ada habisnya. Gunung ini menurut sebagian masyarakat angker. Banyak yang menyebut, gunung ini menyimpan banyak misteri.

Apalagi sejak jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Rabu (9/5). Perbincangan makin hangat soal Gunung Salak.

Sebagian menduga, Sukhoi jatuh karena ada kerusakan pada pesawat. Tetapi banyak juga yang menduga Sukhoi jatuh karena ditarik Gunung Salak. Ada magnetnya. Benarkan demikian?

Merdeka.com mencoba mengupasnya dari sisi ilmiah bersama Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono. Dia menjelaskan, setiap tanah dan batuan ada magnetnya.

Berikut ini wawancara dengan Surono, Kamis (11/5):

Benarkah ada magnet di Gunung Salak?

Sebenarnya setiap tanah dan bebatuan mempunyai magnet. Tetapi skalanya kecil.

Banyak orang menduga Sukhoi yang jatuh dua hari lalu karena ditarik Gunung Salak?

Begini, tidak hanya di Gunung Salak, setiap tanah atau bebatuan punya daya magnet. Tetapi tidak mencukupi atau menarik benda logam. Apalagi benda itu sebesar pesawat yang bergerak cepat.

Saya melihat, pesawat itu bergerak cepat di udara, jadi mana mungkin ditarik oleh magnet di bebatuan Gunung Salak. Karena magnet di tanah dan batu itu kecil dan tidak mungkin bisa menarik.

Lantas, perkiraan Anda apa?

Cuaca di sekitar gunung seperti di Gunung Salak sering ada kabut. Nah, kabut itu membuat jarak pandang berkurang. Kemungkinan saja dari masalah adanya kabut.

Tapi yang perlu saya tegaskan, dalam pesawat baru dan canggih seperti Sukhoi pasti sudah ada radar dan alat antisipasi jika dalam cuaca kabut seperti itu. Sukhoi itu pesawat modern.

Apa kemungkinan cuaca di sekitar Gunung Salak?

Soal persisnya saya tidak tahu. Yang saya heran, kenapa pilot meminta menurunkan ke 6000 kaki. Padahal tinggi Gunung itu 7000 kaki. Artinya pesawat terbang rendah daripada ketinggian gunung itu sendiri.

Ada kemungkinan juga pilot terkendala jarak pandang sehingga menabrak tebing.

Apa memang sebagian orang yang tinggal lereng gunung selalu mengkultuskan gunung tersebut?

Kebanyakan demikian, tetapi tidak semua.

Anda punya pengalaman soal mitos di gunung?

Saya sejak dulu memang hobi naik gunung. Sama juga, ada yang meminta saya jangan ini jangan itu. Tidak boleh ngomong sembarangan. [has]

Gunung Salak dan mitos Prabu Siliwangi

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.
 
Gunung Salak dan mitos Prabu Siliwangi
Lokasi jatuh Sukhoi. merdeka.com/Marsma TNI A. Adang Supriyadi, SE
 
1631
Reporter: Anwar Khumaini


Gunung Salak kini menjadi buah bibir. Gunung yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu kembali ramai dibicarakan setelah pesawat Sukhoi Superjet 100 yang ditumpangi oleh 45 orang jatuh di lerengnya. Belum diketahui secara pasti kondisi 45 penumpang itu.

Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, semakin menguatkan mitos bahwa gunung berapi ini angker. Terlebih, sebagian warga setempat ada yang masih percaya bahwa Gunung Salak adalah tempat yang suci, tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.

Penelusuran merdeka.com, Jumat (11/5), sebuah pura juga dibangun di lereng Gunung Salak. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari Gunung Salak ini konon dibangun sebagai penghormatan terhadap Prabu Siliwangi dan para prajuritnya yang menghilang di Gunung Salak dan menjelma menjadi macan.

Masyarakat sekitar juga sering menemukan hal-hal gaib di kawasan Gunung Salak ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi. Sebelum membangun pura ini pada 1995, umat Hindu terlebih dahulu membangun candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Di lokasi inilah, diyakini Prabu Siliwangi menghilang dan berubah wujud menjadi macan.

Kenapa memilih di lokasi itu dibangun pura? Konon, pada tahun 1981 silam, tempat tersebut dikenal sebagai Batu Menyan. Batu menyan ini setiap harinya mengeluarkan asap. Konon masyarakat sekitar setiap hari melihat cahaya putih, dan sinar terang dari angkasa, kemudian turun ke batu.

Dengan mitos tersebut, tak heran Gunung Salak jadi terkenal angker. Banyak pendaki yang hilang lantaran tersesat. Selama ini, tak sedikit pendaki Gunung Salak mengaku ada yang mendengar gamelan atau pun melihat penampakan-penampakan mahluk halus saat mendaki Gunung Salak. Para pendaki pun disarankan untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor atau kasar selama perjalanan. Tujuannya untuk menghindari gangguan 'lelembut' penunggu Gunung Salak.

Tak sedikit pula terjadi kecelakaan pesawat yang jatuh di Gunung Salak. Kecelakaan ini pun disangkut-pautkan hal-hal gaib, termasuk kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100.

Gunung Salak adalah gunung berapi yang mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.[ren]