Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Senin, 30 Januari 2012

Masuk PT Lewat Jalur Undangan

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Jaman sekrang untuk menempuh study di PTN berbeda jauh dengan jaman saya masuk PTN dulu. Jika dulu hanya bisa lewat jalur PMDK dan Sipenmaru /UMPTN istilah dulu. Sekarang kesempatan sangat terbuka lebar bagi calon mahasiswa untuk masuk di PTN. Beberapa jalur telah dibuka lebar oleh PTN yang bersangkutan. Tujuannya adalah menerima banyak mahasiswa untuk memanuhi kuota yang ada di PTN tersebut.

Selain UMPTN dan Penelusuran Minat, ada jalur mandiri, undangan dan jalur-jalur yang lain. Yang terpenting adalah kuota terpenuhi. Yang kesemuanya berujung pada seberapa calon punya dana. Mungkin memang sudah jamannya ya?

Nah bagi calaon mahasiswa yang ingin bisa masuk lewat jalur undangan , berikut link yang bisa Anda kunjungi. Masuk Jalur Undangan

Sangat Ideal Jika Guru di Evaluasi 1 Tahun Sekali

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Evaluasi kinerja dan pelatihan profesi guru idealnya dilakukan setiap tahun agar kualitas guru terus meningkat. Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah, Muhdi.

"Bukan hanya setelah sertifikasi. Setelah menjadi guru, setidaknya harus terus diberikan pelatihan," katanya, usai peresmian Pusat Pelatihan dan Pengembangan Profesi Guru (P4G) IKIP PGRI Semarang, di Semarang, Senin (30/1).

Menurut dia, guru tidak boleh dilepas sendiri dalam meningkatkan mutu dan kompetensinya, namun harus terus dibantu pemerintah. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan, termasuk setelah guru tersertifikasi.

Muhdi yang juga Rektor IKIP PGRI Semarang itu mengakui, langkah evaluasi bagi guru pascasertifikasi selama ini belum dilakukan. Padahal pengembangan mutu dan kompetensi guru tidak boleh berhenti setelah sertifikasi.

Mulai 2013 mendatang, kata dia, pemerintah berencana melakukan evaluasi bagi guru-guru yang sudah tersertifikasi dan saat ini tengah disiapkan pengevaluasinya, seperti kepala sekolah dan pengawas, melalui pelatihan.

Karena itu, ia menjelaskan, pemerintah harus segera merealisasi rencana evaluasi bagi guru-guru yang sudah tersertifikasi, karena hasilnya akan dipakai untuk memotret keadaan dan kondisi guru di Indonesia.

"Menurut saya, idealnya setahun sekali guru harus di-'charged', dievaluasi, diberi pelatihan agar kompetensinya terus meningkat. Tidak hanya guru yang sudah tersertifikasi, setelah jadi guru tetap perlu," kata Muhdi.

Senada dengan itu, Ketua PGRI Kota Semarang Ngasbun Egar berpendapat, kepala sekolah sebenarnya paling berperan mengawasi dan mengevaluasi guru pascasertifikasi, sebab bersentuhan langsung dengan guru di sekolah.

Ia mengakui, beberapa guru memang ada yang kinerja dan profesionalitasnya tidak meningkat, atau justru menurun setelah tersertifikasi, padahal sertifikasi dimaksudkan meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalitas guru.

Guru yang telah tersertifikasi, kata dia, berhak mendapatkan tunjangan profesi yang sebenarnya dimaksudkan untuk melakukan upaya peningkatan kompetensi secara mandiri, seperti membeli laptop, buku, dan berlangganan surat kabar.

"Karena itu, memang perlu langkah evaluasi bagi guru-guru yang telah tersertifikasi untuk menjamin peningkatan kompetensi dan kualitasnya, salah satunya mengandalkan peran kepala sekolah," kata Ngasbun.
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara

Juknis BOS Saja Masih Ada Peluang Pungutan

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Meski dalam Petujuk Teknis (juknis) penggunaan dana BOS 2012 sudah tercantum komponen-komponen pengalokasian dana BOS, masih terdapat celah terjadinya pungutan oleh sekolah.

Karena itu, semua pihak khususnya wali murid harus cermat dan mewaspadai hal itu.

Anggota Komisi X dari Fraksi PKS, Raihan Iskandar mengatakan, dari komponen item pembiayaan dana masih terdapat celah yang belum bisa dipenuhi oleh dana BOS. Hal itulah yang berpotensi memunculkan praktik pungutan.

”Misalnya, item pembelian atau penggandaan buku teks pelajaran yang hanya untuk membeli buku-buku teks, tetapi tidak untuk membeli buku LKS. Inilah celah yang bisa dimanfaatkan sekolah untuk mewajibkan siswa membeli buku LKS lewat sekolah,” ujar Raihan di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, keberadaan juknis tersebut juga masih diperlemah oleh Panduan Umum Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, bahwa panduan tersebut masih memperbolehkan adanya pungutan dengan mengatasnamakan penggalangan dana masyarakat. Perlu Penjelasan

Dia berpendapat, juknis itu masih memiliki celah munculnya pungutan lain. Misalnya, dalam item pembiayaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa.

Dalam item itu, dinyatakan dana BOS digunakan untuk kegiatan Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Menyenangkan (PAKEM) (SD), pembelajaran kontekstual (SMP), pengembangan pendidikan karakter, pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, pemantapan persiapan ujian,  olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, dan usaha kesehatan sekolah.

Karena itu, item tersebut perlu penjelasan lebih detail, apakah kegiatan bimbingan belajar di sekolah juga dibiayai melalui dana BOS. Dia menyatakan, titik lemah lain dari juknis tersebut adalah soal mekanisme pengawasan BOS.

Meskipun masyarakat diberi ruang untuk mengawasi, secara formal tidak ada legalitas institusional dalam masyarakat yang secara khusus melakukan pengawasan.  (K32-37)
 

Pungutan di Sekolah? Tergantung Penggunaan dan Pelaporan

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community..

Meski pemerintah telah menanggung 100 persen kebutuhan operasional sekolah di SD dan SMP mulai tahun 2012, celah pungutan dari sekolah tetap terbuka. Dalam petunjuk teknis bantuan operasional sekolah yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah bisa menerima sumbangan.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 51 Tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS 2012 disebutkan, bantuan operasional sekolah (BOS) tak menghalangi siswa dan orangtua/wali siswa yang mampu memberi sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah. Sumbangan sukarela ini bersifat ikhlas, tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya, serta tidak mendiskriminasikan mereka yang tak memberikan sumbangan.

”Kalau sekolah diberi peluang untuk menerima sumbangan dari siswa atau orangtua, itu berarti membuka celah adanya pungutan di SD dan SMP yang mestinya ditanggung pemerintah. Meski pungutan harus sukarela, tetapi bisa saja sekolah mengada-adakan kebutuhan dengan meminta sumbangan dana dari siswa,” kata anggota Komisi X DPR, Raihan Iskandar, di Jakarta, Jumat (27/1/2012).

Soenmandjaja, anggota Komisi X DPR, menambahkan, untuk jenjang pendidikan dasar, pemerintah harus memastikan kebutuhan operasional dan investasi setiap sekolah terpenuhi. Untuk itu, perlu data pokok pendidikan yang kuat sehingga perhitungan kebutuhan biaya pendidikan di setiap sekolah dilakukan secara benar.

Ada pungutan

Dari pemantauan penerimaan siswa baru di jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2011/2012, ternyata pungutan yang dilakukan sekolah terus berlangsung. Meski dinyatakan ada penurunan, pungutan yang seharusnya ditanggung pemerintah, seperti buku/ lembar kerja siswa, pembangunan/gedung, administrasi pendaftaran, iuran bulanan/SPP, ekstrakurikuler, laboratorium, dan masa orientasi, tetap dibebankan kepada siswa.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, kenaikan dana BOS semestinya sudah mampu membebaskan siswa dari beban biaya operasional. Alokasi dana BOS untuk jenjang SD Rp 580.000 per siswa per tahun dan SMP Rp 710.000 per siswa per tahun.

”Kalau yang namanya sumbangan, masa sekolah tidak boleh terima? Yang penting, sekolah tidak memaksa siswa dan orangtua,” kata Nuh.

Diatur ketat


Masalah pungutan sekolah mulai diatur lebih ketat. Jika sekolah masih merasa butuh dana tambahan, prosedur untuk mendapatkan dana dibuat lebih sulit dengan ketentuan mendapat persetujuan mulai dari orangtua, komite sekolah, hingga dinas pendidikan.

Adapun di sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional di jenjang pendidikan dasar memang boleh memungut biaya pendidikan. Namun, pungutan harus dengan persetujuan Mendikbud atau bupati/wali kota. (ELN)

Jangan Biarkan Anak Dikendalikan Acara TV

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.
    
SEMARANG- Wagub Dra Hj Rustriningsih MSi mengingatkan kepada orang tua untuk tidak membiarkan anak-anaknya dikendalikan berbagai acara televisi. Pasalnya, tidak semua acara TV berdampak positif bagi anak-anak. Yang pasti, banyak waktu mereka tersita untuk menonton televisi.

”Lagi pula anak-anak belum bisa membedakan mana tontonan dan mana tuntunan. Padahal, berbagai acara di televisi betul-betul bisa memengaruhi karakter anak. Dalam beberapa kejadian, anak bahkan lebih manut  pada TV daripada orang tua atau guru,” kata Rustriningsih saat menjadi pembicara tunggal pada seminar bertema ”Dengan Mengenal Pendidikan Karakter Bangsa Lebih Dini Akan Memperkuat Jiwa Nasionalisme yang Agamis” di Hotel Patra Semarang, Sabtu (28/1).

Kegiatan tersebut digelar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Eks Karesidenan Semarang, diikuti 2.500 peserta. Hadir dan memberikan sambutan pada kesempatan itu Wali Kota Soemarmo HS, Dr Nur Abadi MPd dari Kanwil Kemenag Jateng, dan Ketua PW IGRA Dra Hj Andi Sri Sutinah MSi.

Mengkhawatirkan

Menurut Rustriningsih, tayangan televisi sekarang banyak yang mengkhawatirkan bagi perkembangan dan pendidikan anak. Tanpa disadari, karakter dan nilai-nilai luhur bangsa banyak terkikis oleh acara layar kaca. Misalnya, sebagian anak sekarang makan dan minum sambil berdiri, karena pengaruh televisi.

Di sisi lain, tidak mungkin orang tua atau guru mensterilkan anak dari acara televisi. Karena itu, gerakan imunisasi mental dari pengaruh buruk TV perlu dilakukan bersama-sama. Caranya antara lain dengan memberikan pendampingan pada anak saat menonton televisi.

”Jangan biarkan anak-anak kita menonton televisi sendirian. Dampingi mereka selama menonton TV. Jangan biarkan anak-anak kita dikendalikan acara televisi. Berikan arahan dan penjelasan tentang acara yang ditonton. Dengan cara ini anak dapat mengambil pelajaran dari tayangan layar kaca,” tuturnya.

Dr Nur Abadi dari Kanwil Kemenag Jateng mengatakan, keberadaan guru RA sangat penting bagi pembentukan karakter anak, karena pada usia dini anak cenderung meniru perilaku orang di sekitarnya, terutama guru dan orang tua. Ke depan, Kanwil Kemenag bertekad membangun madrasah dan RA yang unggul dan berkarakter.  (D10-37)

Minggu, 29 Januari 2012

Metal dan Reggae Menghentak Bumi SMAISAKA



KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Pentas seni yang berlangsung se malam dalam rangka HUT SMAISAKA memang tidak mendatangkan bintang tamu dari ibukota sebagaimana biasa. Sebagai gantinya, OSIS SMA Islam Kepanjen (SMAISAKA) berinisiatif mendatangkan band lokal dari Malang. Ternyata yang dipilih adalah tampilan 3 grup band dalam satu paket band Reggae ( Unclebob,Natural, Gapura). 
Namun yang mengejutkan adalah penampilan grup band lain yang beraliran metal/keras sejenis sepultura. Pemainnya menggunakan topeng seperti grup band Kuburan. Dengan cara mereka tampil sangat aneh. Hujan rintik-rintik yang sempat menghiasi lapangan SMAISAKA tidak mengurangi minat penonton yang kebanyak kaum muda. Mereka berbaur dengan siswa sertas alumni mrnggoyangkan badan dan kepala mengikuti aliran musik metal.

Lain lagi dengan penampilan grup band aliran reggae, penonton menggoyangkan badan dengan santai mengikuti ramuan beberapa alat musik tambahan selain pakemnya alat musik band. Dengan bercampurnya para penggemar musik metal dan reggae sempat terjadi insiden akibat gesekan saat bergoyang. 

Namun secara umum kegiatan pentas seni ini berjalan lancar dan rupanya memuaskan bagi penonton yang memang menyukai musik reggae. Ya yang dewasa yang nggak cocok gak boleh ngiri. Karena ini memang tanggapanya anak-anak muda. Selamat HUT ke 26 SMA islam kepanjen.

Kamis, 26 Januari 2012

Angin Besar Melanda Kab. Malang

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Dalam beberapa hari ini di kawasan Kepanjen Kabupetn Malang dilanda angin besar, meskipun tidak sampai merusak bangunan tempat tinggal. Namun beberapa papan reklame dari seng pun harus siap diturunkan untuk menghindari agar seng tak sampai jatuh dan menimpa orang atau bangunan di bawahnya.
Lain lagi dengan di Ngajum, di halaman SMP Negeri 1 Ngajum yang dikelilingi pohon palem botot, banyak sekali daun-daun muda yang jatuh tak kuat menahan deraan angin. Sampai tadi malampun angin besar masih melanda di kawasan kabupaten ini.  Nampaknya angin besar ini hanya efek dari terjadinya angin-angin besar lain yang terjadi di Propinsi Jawa Timur ini.

Semua kejadian di atas harus kita waspadai, dan jika malam tiba silahkan selalu berdoa agar masih diberi kehidupan setelah bangun dari tidur.

Badai Matahari Merupakan Bukti Kebesaran Illahi Robbi

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang ini, hampir semua kejadian yang ada di muka bumi ini dapat di abadikan dan dengan mudahnya diakses. Sehingga kalau jaman dahulu tidak pernah dengar akan Badai Matahari, dalam seminggu ini hampir semua infotainment mengabarkannya. 

Fenomena badai Matahari yang ramai dibicarakan oleh banyak kalangan akan berakibat buruk bagi bumi dan kehidupan manusia. Dipandang sebagian ulama hanya tanda kebesaran Allah yang harus diambil pelajaran.
"Ini adalah fenomena alam yang harus diambil pelajaran dan tanda kebesaran Allah," ucap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin ketika dihubungi Republika, Rabu (25/1).

Tidak ada yang spesial dalam fenomena alam ini selain tetap harus bersyukur dan memohon perlindungan-Nya. Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengatakan dalam Islam tidak ada ibadah khusus seperti sholat gerhana matahari atau bulan.
Menurut Yunahar, umat Islam yang merasakan dampak badai matahari cukup berdoa, 'Subhanallah, la haula wala quwwata illa billah'. Artinya "Semoga Allah melindungi kita semua," tuntun Yunahar.
Partikel energetik dari ledakan "flare" badai matahari pertama di tahun 2012 yang tergolong cukup kuat  yang terjadi pada 23 Januari pukul 10.59 WIB, telah mencapai bumi pada Selasa 24 Januari malam waktu Indonesia.
Dampak badai matahari yang cukup kuat ini berpotensi menggangu operasional satelit, seperti satelit komunikasi. Dan kemungkinan terjadi gangguan pada penggunaan telepon selular, siaran TV, komunikasi data perbankan, dan pengguna lainnya.

Selasa, 17 Januari 2012

Penjual Jajanan di HUT ke 28


KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

HUT ke 28 SMP Negeri 1 Ngajum dperingati dan dirayakan pada hari Sabtu (14/1) dan Senin (16/1). Jika dua hari lalu kegiatannya gerak jalan dan hiburan. Senin tadi kegiatannya adalah bazar yang diikuti oleh 24 kelas yang ada di SMP ini. Aneka jajanan dijual di kegiatan bazar ini. Sebelum bazar, secara resmi dilaksanakan upacara hari jadi SMPN 1 Ngajum dengan pembina Drs. H. Samiadi selaku Kepala Sekolah. Di usia yang matang ini diharapkan SMPN 1 Ngajum bisa lebih maju dan mandiri dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Di akhir upacara dilakukan pelepasan balon oleh Kepala Sekolah. Di saat balon meluncur ke atas, dari belakang sekolah meluncur juga kembang api yang meletus bersahutan. Tak ayal saat itu di atas SMP 1 Ngajum ini seperti tahun baru kemarin.

Kembali ke jajanan yang di jual, mulai dari es degan, es pudeng, es buah, dan hampir seluruh jajanan pasar ada. Nasi Jagung, Jagung bakar, Ketela Gunung kawi sampai buah segar yang tak bisa dirinci lagi karena sangat beragam. Pintarnya lagi, dari masing-masing kelas mereka menugaskan beberapa orang untuk menjajakan dagangannya berkeliling halaman yang sangat ramai. Todongan ke bapak ibu guru agar membeli dagangan ini tak bisa dielakkan. Dengan harga kisaran Rp. 500,- sampai Rp. 3.000,- ternyata jajanan tersebut ludes terjual. Ternyata asyik juga ya, in sebuah pembelajaran bagi siswa bagaimana mencari uang dan berinteraksi sesama siswa dan bapak ibu guru. Selamat kepada SMPN 1 Ngajum yang merayakan Ultah ke 28, semoga bisa menjadi sekolah yang dapat berkompetisi di segala bidang akademik maupun non akademik. 

Minggu, 15 Januari 2012

OM. Arama Memeriahkan HUT ke 28



KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.

Perayaan HUT ke 28 SMP Negeri 1 Ngajum yang dirayakan Sabtu (14/01) tadi siang berlangsung meriah. Hampir semua siswa terlibat dalam kegiatan gerak jalan sehat. Apalagi pada saat pembagian hadiah dan door prize dihibur dengan Orkes Melayu  Arama Ngajum. Selain OM Arama, juga terdapat pengisi acara lain yaitu musik dan tari serta Band Sswa dan Alumni.

Hadiah yang dibagikanpun sangat banyak, sehingga untuk doorprize akan dibagi besok Senin saat kegiatan bazar. Doorprize tersebut diperoleh dari bantuan / kerjasama SMPN 1 Ngajum dengan sekolah lain di atasnya. Antara lain ; SMA Islam Kepanjen, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen ( STM), SMEAMU Kepanjen, SMEA Kepanjen dan Panji Motor. Belum lagi hadiah dari hasil penjualan kupon siswa.

Seru, rame, eghol-eghol penonton menambah semarak perayaan HUT ke 28 SMP Negeri 1 Ngajum.

Rabu, 04 Januari 2012

Walikota Solo Jajal Mobil Dinas Buatan Siswa SMK

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community-

Wali Kota Solo Joko Widodo sangat antusias saat menjajal mobil dinas barunya, Kiat Esemka di halaman Balai Kota Solo, Senin (02/01/2012).
Pria yang akrab disapa Jokowi tersebut bahkan tidak sabar memasang plat nomor AD 1 A pada mobil tersebut. "Mas, tolong ambilkan plat nomor AD 1 A," pintanya kepada ajudannya.
Seorang pegawai negeri sipil (PNS) jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun bergegas berlari ke dalam gedung Balai Kota untuk mengambil plat nomor permintaan Jokowi.
Beberapa menit kemudian, dengan tergopoh-gopoh, PNS tersebut kembali dengan membawa sebuah plat nomor berwarna merah. Jokowi pun mengambil plat tersebut kemudian mencoba memasang di mobdin barunya.

Jokowi kebingungan karena bumper mobil tersebut belum dilengkapi dudukan untuk plat nomor. Akhirnya, dirinya meminta kepada ajudannya untuk mengambilkan lakban hitam.
"Wis (sudah) sementara dilakban disik (dulu), besok kita pasang dudukannya," katanya.
Seusai memasang plat nomor Jokowi lalu masuk mobil dan duduk di belakang kemudi untuk menjajal kemampuan mobil produksi anak-anak SMK Kota Solo itu.
"Wah penak (enak). Penak banget," komentarnya singkat seusai menjajal mobil berwarna hitam tersebut sejauh beberapa meter. Dirinya pun mengaku percaya mobil tersebut mampu mengakomodasi kebutuhan transportasinya dalam menjalankan tugas sebagai wali kota.
"Besok mau saya bawa ke Semarang, kalau perlu ke Jakarta," lanjutnya.(*)