Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Senin, 26 September 2011

Bak Truck Terbakar di Talangagung

KabarKongo.com Kabar terkini dari Kodok Ngorek Community.






Sebuah truck PT. Ngudi Barokah mengangkut kardus box wadah telor telah mengalami kebakaran hebat. Kardus tempat telor penuh di atas bak truck musnah tak berbekas. Kejadian ini berlangsung sekitar pikul 14.30 WIB. Sampai berita ini diturunkan, meskipun sudah di buang di sungai molek, dos-dos tersebut masih mengeluarkan asap. 

Kronologis kejadiannya adalah, Truck yang disopiri Gito (30 th) asal Blitar bernopol B. 9413   ini mengangkut tempat telor kosong di bawa dari Malang akan dibawa ke Blitar. Di selatan pasar induk Gadang, tanpa setahu sopir ada 2 anak punk yang menumpang di belakang. Jalur yang dilewati truck ini adalah jalan timur arah Kepanjen melewati Penarukan Kepanjen. Di lampu peringatan kuning Gudang Baru penarukan, kedua remaja punk ini turun sedangkan truck terus melanjutkan perjalanan.

Entah disengaja apa tidak, kemungkinannya adalah 2 remaja punk ini melempar rokok yang menyala atau sengaja membakar barang bawaan yang memang mudah terbakar. Mungkin karena tertiup angin, maka puntung rokok ini menyala dan membakar dos-dos di atas bak truck. Sementara sopir tidak tahu karena di belakang kaca truck tidak ada lubang untuk melihat bak belakang. 

Sopir dan kernet baru tahu kalau trucknya terbakar setelah api pembakar semakin besar. Bak truk sebelah kiri gosong separo pas tengah. Karena takut, sopir menghentikan trucknya di depan lapangan Talangagung dan turun mencari bantuan. 
Melihat kejadian tersebut Bandi anggota Komint Kongo segera tanggap dan turun tangan. Truk dinaiki dan dibawa ke cucian sepeda motor di barat bedak tambal ban miliknya. Warga lain yang tahu segera bergotong royong dengan peralatan seadanya mengambil air di sisa-sisa air molek yang kala itu sedang dimatikan airnya.

Semua kardus diturunkan meskipun masih menyala. Untungnya  tidak sampai membakar bak truck keseluruhan, karena kalau itu terjadi dan sampai merembet ke tangki solar bisa-bisa truk terbakar semua.

Nah, pelajaran yang bisa diambil adalah keberadaan penumpang gelap memang sangat beresiko. Apalagi jika yang menumpang ini dari golongan anak-anak punk yang menurut sebagian masyarakat  adalah anak-anak yang tidak wajar. Lihat saja di perempatan Kepanjen, sekarang ini banyak anak-anak tersebut mangkal dengan assesoris khusus kebesarannya. Bagaimana bapak-bapak yang berwenang? Apa tindakan bapak-bapak menanggapi hal ini.

0 komentar: