Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Rabu, 24 Agustus 2011

Penetapan 1 Syawal, Berpotensi Beda

Kabar Kongo Terkini - Perayaan 1 Syawal 1432 H berpotensi berbeda. Perbedaan itu dipicu oleh penggunaan kriteria hilal yang barbeda sebagai acuan penetapan awal bulan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh peneliti senior Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin kepada Republika di Jakarta, Ahad (21/8)
Bagi kalangan yang menggunakan kriteria wujudul hilal (hilal wujud di atas ufuk dengan prinsip wilayatul hukmi Indonesia), maka dipastikan Idul Fitri jatuh pada tanggal 30/8 .
Namun, bagi kalangan yang memakai kriteria visibilitas hilal (imkan rukyat), maka besar kemungkinan berhari raya pada 31/8. Pasalnya, ketinggian bulan pada 29/8 kurang dari 2 derajat sehingga tak memungkinkan hilal terlihat dengan mata telanjang.
Sementara, batas bulan menurut kriteria tersebut mesti berada pada di atas 2 derajat. “Jadi berpotensi berbeda,” katanya. Perbedaan itu, kata Thomas, tidak mustahil akan terulang di masa mendatang selama tidak ada kesepakatan tentang kriteria itu.
Mengapa beberapa tahun belakangan jatuhnya 1 Syawal sering berbeda. Pada saat penulis kecil hingga remaja. Setiap lebaran waktunya ya pasti sama.  
Mungkin, pemerintahan jaman dulu sebut saja ( Presiden Suharto) dari perbedaan yang ada, pemerintah bisa mengakomodasi yang terbaik sehingga tetap terjadi kerukunan . Coba lihat 10 tahun terakhir, beberapa kali terjadi perbedaan penetapan awal lebaran ( 1 Syawal ). Mengapa di zaman sekarang ini banyak pimpinan yang mengagungkan perbedaan yang bisa menyebabkan perpecahan sifat kerukunan di Indonesia. Ya terserahlah.. Walla hu wallam 

0 komentar: