Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Rabu, 15 Juni 2011

Terbukti, Tidak Ada Teror Bom di SMPN 4 Kepanjen Malang

Kabar Kongo Terkini - Dari hasil olah TKP dan penyelidikan yang berwenang. Dinyatakan tidak ada teror bom di SMPN 4 Kepanjen Malang. Karena yang meledak itu adalah bahan baku petasan yang dibungkus kertas dan ditaruh di kaleng bekas cat tembok.

Polisi telah menetapkan Suprapto (54) penjaga malam sekolah   sebagai seorang tersangka dalam kasus ledakan  Lelaki ini telah mengaku sebagai pemilik bahan baku petasan yang meledak dan mengagetkan warga Kepanjen.

Kapolres Malang AKBP Rinto Jatmono kepada wartawan di Mapolres Jalan Ahmad Yani, Selasa sore mengatakan " Satu orang telah kita jadikan tersangka karena kepemilikan bahan baku petasan"

Menurut keterangan tersangka bahan petasan itu adalah miliknya dan sengaja disimpan dalam sebuah kertas koran di belakang tembok sekolah.

Dalam keterangannya, tersangka memiliki bahan petasan itu sejak tahun 1996 silam dengan alasan untuk keamanan bagi dirinya saat melakukan tugas jaga malam di sekolah.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang memiliki, menguasai bahan peledak dengan ancaman hukuman 12 penjara. "Kita jerat undang-undang darurat, karena memiliki bahan peledak," imbuh Rinto.

Dia menambahkan, pihaknya secara maraton melakukan pemeriksaan dan olah TKP hingga sore ini bisa mengungkap pelakunya. Terhitung sejak sore ini Suprapto warga Dusun Krajan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, dijebloskan ke sel tahanan.

Wah, kasihan juga ya mas Prapto ini, dengan ancaman hukuman yang ada bisa-bisa status PNS nya dicabut. Padahal dia sudah menjadi PNS di SMP 4  ini sejak tahun 1981 (NIP : 195711111981031018).

Semoga dari kejadian  ini bisa kita ambil pelajaran, agar berpikir ulang jika ingin memiliki dan menyimpan bahan-bahan yang bisa meledak karena jelas - jelas melanggar undang-undang. 

0 komentar: