Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Selasa, 14 Juni 2011

Liputan Langsung ; Ledakan di Acara Wisuda SMP Negeri 4 Kepanjen Malang





Kabar Kongo Terkini - Selasa pagi pukul 08.00 WIB, kegiatan wisuda siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Kepanjen  Malang dimulai. Tak lama berselang, kira-kira 15 menit setelah acara wisuda yang dihadiri oleh seluruh wali murid  kelas 9  dan kelas 7 - 8 terdengar bunyi ledakan keras dari belakang sekolah. Ledakan ini menyebabkan acara wisuda sedikit terganggu.

Setelah diselidiki ternyata di bagian belakang  kelas bertingkat  bagian selatan yang berhimpitan dengan saluran buangan air di utara sungai molek sudah terlihat seorang tukang bangunan tergeletak berlumuran darah. Tukang yang sedang membersihkan sisa-sisa bangunan dan kaleng-kaleng bekas ini menderita luka pada dua kaki dan mata sebelah kanan. Menurut sumber, kaki sebelah kanannya retak dan sudah mendapat perawatan gip. Ledakan ini juga menyebabkan 80% kaca kelas ini pecah. 

Dari keterangan beberapa petugas, bahan dan motivasi ledakan masih dalam penyelidikan. Terlihat ratusan petugas Densus 88 dan Polres Malang berada di lokasi kejadian. Kabar terakhir  menyebutkan Wakapolda  Jatim akan datang untuk melihat TKP. Sampai saat inipun police line masih terpasang. Beberapa wartawan  termasuk Tim Kabarkongo.com yang minta ijin menggambil gambar dari dekat juga dilarang petugas.

Adapun di halaman dalam sekolah, kegiatan acara pentas seni yang dilaksanakan siswa  dalam rangka wisuda tetap berlangsung. Menurut bapak guru Agus PC yang mengajar Fisika ini, yang ramai kan di belakang nyatanya siswa juga tidak terganggu. Benar juga, Tim Kabarkongo.com yang melihat dari dekat kegiatan pentas, menyaksikan antusiasme siswa kelas 7 dan 8 yang sedang bergoyang mengikuti nyanyian dangduth yang dinyanyikan temannya.

Saat Tim Kabarkongo berbincang-bincang dengan Bpk. Sunarman selaku Kepala SMPN 4 Kepanjen, datang beberapa kontributor dari TV One, SCTV yang ingin mewawancari kronologi kejadian. Mau tidak mau Tim Kabarkongo.com terlibat di dalamnya.

"  Memang untuk menjadi terkenal itu ada seribu jalan," celetuk salah seorang guru.
" Ya tapi juga was-was, mengapa? karena mungkin ada orang tua yang berpikiran anakku jangan di sekolahkan di SMPN 4, nanti kena bom." balas Bambang,M.Si.
" Baru kali ini terjadi di Malang ada bom di sekolah," timpal Kepala Sekolah.
" Dan ini sudah jadi berita nasional, katanya tadi Wakapolda mau turun langsung ke sini." tambahnya.

Sedangkan gurauan guru-guru putri lain lagi " Nggak ada sekolah yang sedang wisuda di jaga oleh polisi begitu banyak. Lihat saja, depan, samping belakang ada semua."

Terlepas dari motif mengapa ledakan ini terjadi, semoga teror-teror bom seperti ini jangan sampai terjadi lagi di lingkungan pendidikan. Cukuplah pertama dan sekali ini saja. Selain itu semoga orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ini bisa dibukakan hatinya dengan memanusiakan orang lain. Amien

0 komentar: