Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Jumat, 24 Juni 2011

Astaghfirullah, Tiap Jam 48 Perempuan Kongo Dimakan Laki-laki

Kabar Kongo Terkini - Kongo yang saya ceritakan ini adalah sebuah negara di Afrika dengan penduduknya ras kulit hitam. Bukan Kongo = (kodok ngorek) alamat redaksi blog ini. hehehe... 
Cerita ini dimulai dari sebuah penelitian yang mengungkapkan sebanyak 1.152 perempuan setiap hari diperkosa. Atau , rata-rata ada 48 perempuan yang diperkosa setiap jam! Wow.Sungguh fantastik.

Dari laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terus berusaha menciptakan perdamaian di sana, jumlah perempuan yang diperkosa semakin naik. Dilaporkan  setiap tahun ada sekitar 16 ribu kasus perkosaan di Kongo.
Menurut Michelle Hindin, pengajar di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, jumlah pemerkosaan yang terbaru bisa lebih besar jika penelitian itu didasarkan pada data yang diperoleh dari wawancara tatap muka. “Angka ini mengejutkan, tapi mungkin lebih besar lagi karena banyak yang takut mengungkapkan hal sebenarnya,” kata spesialis kekerasan gender ini seperti dikutip dari AP, Rabu 11 Mei 2011.

Kongo, berpenduduk 70 juta jiwa, bertahun-tahun dilanda peperangan. seingat saya pada tahun 76-77, PBB telah turun tangan untuk menjaga perdamaian. Saat itu Indonesia juga mengirim wakilnya dari ABRI yang tergabung dalam Garuda 8. Lho, Kok saya tahu? Yah tahulah... wong saat itu bapakku juga ikut bertugas ke sana karena bergabung dengan Garuda 8.

Para militer banyak yang memperkosa perempuan untuk menghancurkan sebuah komunitas. Dalam analisis yang dipublikasikan di American Journal of Public Health, lebih dari 400 ribu perempuan di Kongo diperkosa pada 2006-2007.
Satu wilayah yang paling banyak kasus pemerkosaannya adalah North Kivu. Di daerah ini, sebanyak 67 dari 1.000 perempuan diperkosa lebih dari satu kali. “Ini jelas sebuah pesan. Kasus pemerkosaan di Kongo menjadi salah satu masalah terbesar manusia saat ini,” kata Direktur Harvard Humanitarian Initiative, Michael VanRooyen.
Margot Wallstrom, pejabat PBB yang membidangi kekerasan seksual di wilayah konflik, membenarkan penelitian ini. “Masalah kekerasan seksual salah satu hambatan bisa terciptanya perdamaian,” kata Wallstrom.

(sumber: tempointeraktif.com)

0 komentar: