Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Rabu, 18 Mei 2011

Istana Presiden Tampak Siring di Bali







Kabar Kongo Terkini - Selain beberapa Istana Presiden yang ada, Istana Tampak Siring adalah salah satu Istana Presiden yang ada di Pulau Dewata.

Istana ini dikelola oleh Sekretariat Negara. Sehingga, segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan maupun pengunjung wisata lokal maupun Manca negara jika ingin berkunjung ke Istana ini harus mengirimkan permohonan ijin ke puhak pengelola di Bali yang selanjutnya diteruskan ke Setneg di Jakarta.

SMP Negeri 1 Ngajum, saat Menggali Budaya Bali pada tanggal 4-7 Mei 2011 lalu berkesempatan untuk mengunjungi Istana ini. Dengan berkunjung ke sini, secara otomatis SMP Negeri 1 Ngajum telah menjadi tamu presiden meskipun tidak bertemu secara langsung.

Memang ada beberapa aturan untuk berkunjung ke sini, al :
1).Berpakaian sopan dan rapi, 2) Bersepatu, 3) Bercelana panjang. 
Dengan mengikuti aturan tersebut  para tamu telah menghormati keberadaan Presiden RI sebagai pemilik Istana ini.

Sejarah Istana Tampak Siring.

Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu tampak (yang bermakna 'telapak ') dan siring (yang bermakna 'miring'). Menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas telapak kaki seorang Raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, tetapi bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Sebagai akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan balatentaranya untuk menghacurkannya. Namun, Mayadenawa berlari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap agar para pengejarnya tidak mengenali bahwa jejak yang ditinggalkannya itu adalah jejak manusia, yaitu jejak Mayadenawa.

Usaha Mayadenawa gagal. Akhirnya ia ditangkap oleh para pengejarnya. Namun, sebelum itu, dengan sisa-sisa kesaktiannya ia berhasil menciptakan mata air beracun yang menyebabkan banyak kematian bagi para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air ciptannya itu. Batara Indra pun menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun tersebut. Air Penawar racun itu diberi nama Tirta Empul (yang bermakna 'airsuci'). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa denagn berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini dikenal dengan nama Tampaksiring.

Menurut riwayatnya, di salah satu sudut kawasan Istana Tampaksiring, menghadap kolam Tirta Empul di kaki bukit, dulu pernah ada bangunan peristirahatan milik Kerajaan Gianyar. Di atas lahan itulah sekarang berdiri Wisma Merdeka , yaitu bagian dari Istana Tampaksiring yang pertama kali dibangun.
Istana Kepresidenan Tampaksiring berdiri atas prakarsa Presiden I Republik Indonesia, Soekarno, sehingga dapat dikatakan Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya istana yang dibangun pada masa pemerintahan Indonesia.

Pembangunan istana di lahan seluas 18,2 Hektar ini dimulai taun 1957 hingga tahun 1960. Namun, dalam rangka menyongsong kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV (ASEAN Summit XIV) yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Oktober 2003, Istana Tampaksiring menambahkan bangunan baru berikut fasilitas - fasilitasnya, yaitu gedung untuk Konferensi dan untuk resepsi. Selain itu, istana juga merenovasi Balai Wantilan sebagai gedung pagelaran kesenian.

Beberapa Wisma yang ada di Istana Tampak Siring
Pada Wisma Merdeka, pengunjung dapat melihat Ruang Tidur I dan Ruang Tidur II Presiden, Ruang Tidur Keluarga, Ruang Tamu, Serta Ruang Kerja yang ditata dengan indah. Sedangkan Wisma Negara merupakan bangunan yang digunakan untuk menjamu tamu negara. Di antara Wisma Merdeka dan Wisma Negara terdapat celah dengan kedalaman kira-kira 15 meter. Maka diantara kedua wisma tersebut dibangun sebuah jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. Jembatan tersebut dikenal daengan nama Jembatan Persahabatan. Wisma Yudhistira merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat menginap bagi rombongan kepresidenan ataupun para tamu negara. Sedangkan Wisma Bima digunakan sebagai tempat peristirahatan pengawal presiden ataupun pengawal tamu negara. Yang terakhir adalah Gedung Konferensi yang dibangun untuk keperluan rapat cabinet, jamuan makan malam tamu kenegaraan, serta konferensi-konferensi penting seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV yang diselenggarakan pada tanggal 7 – 8 Oktober 2003 silam.


0 komentar: