Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Minggu, 09 Januari 2011

Sambung rasa dengan mantan guru SMAISAKA

Kabarkongo.com - Kegiatan dalam rangka mengenang, merangkai benang merah yang pernah terjalin antara SMA Islam Kepanjen dengan pengurus yayasan, pendiri SMA Islam, mantan guru yang sudah pindah mengajar dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, 7-8 Januari 2011. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Selecta Kota Batu.
Kegiatan sambung rasa ini diikuti kurang lebih 70 an peserta.



Hadir dalam kegiatan ini selain guru pengajar aktif,  antara lain; 
1. Ir. Lalu Abdul Manan ( mantan KS pertama - Tulungagung)
2. Pudianto, M.Si. ( KS SMANEKA - Sekmen Diknas Kab. Malang)
3. Drs. Sampir,M.Si.  ( Pengawas Pendidikan Kota Malang )
4. Drs. Agus Sungkono ( Guru SMAN Kepanjen)
5. Moh Kholil ( Kepala SMPNU Kepanjen)
6. Drs. Akip Effendy ( Guru SMAN Banyuwangi )
8. Rubinem ( Kepanjen )
9. Sulkan Mustanan ( Mantan Plt KS n sekarang anggota KPK)
10. Tyas (Pandaan )
11. Gianto ( Guru SMPN 2 Pagak )
12. Priyo Santoso ( Kepala SD NU Kepanjen) bersama istri
13. Farid Fauzi ( mantan Kepala MI-IMAMI Kepanjen)
14. Erkik ( mantan guru Seni Budaya ).
15.  6 orang pengurus Yayasan dan masih ada yang lain.

Secara ringkas saya paparkan proses dan kegiatan yang dilaksanakan dalam acara sambung rasa ini :

Hari Pertama 
Setelah berangkat dari  sekolah dengan menggunaka 9 kendaraan dan beberapa peserta membawa motor. Checking hotel dengan pembagian kamar dilaksanakan hingga jam 15.00 WIB. Di saat senggang menunggu kegiatan yang akan dibuka pukul 16.00 WIB. Bapak Erkik (manatan guru seni) memberikan hiburan electon dengan beberapa orang penyanyi dari dewan guru. Di kesempatan ini banyak guru yang bercengkerama dengan teman sejawatnya yang dulu pernah mengabdi bersama di SMA Islam Kepanjen. Pokoknya acaranya gayeng banget.

Barulah pada pukul 16.00 WIB, acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah Drs. H. Musoli Haris. Pada kesempatan kedua yang menyampaiakn sambutan adalah Ir. lalu Abdul Manan ( pendiri SMAI  saat bekerja di proyek Sengguruh dan dipindah tugaskan memimpin pembangunan proyek PLTA di Tulungagung. Ir. Lalu banyak menyampaikan riwayat bagaimana mendirikan sekolah dengan berlandaskan keikhlasan. Pada sambutan terakhir diberikan kesempatan kepada H. Moch. Munir selaku Ketua YPI Hasyim Asyari yang menaungi SMA Islam Kepanjen.

Setelah di cut dengan sholat Magrib dan makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan penyajian / pemaparan Bagaimana  Sekolah Model, mau dibawa kemana model SMA Islam Kepanjen ini. Materi ini disampaikan oleh Prof.Dr. Wahyudi Siswanto,M.Pd  yang juga guru besar FPBS Universitas Negeri Malang. Banyak hal positif yang disampakan oleh Profesor yang berperawakan kecil ini. Beberapa contoh model yang dikembangkan dipaparkan di sini. Di antaranya contoh-contoh kegiatan sekolah MI Al.Ikhlas yang didirikan oleh beliau. 

Setelah pemaparan barulah dilaksanakan tanya jawab / sharing yang dipimpin oleh moderator Ibu Dewi Kartika yang sekarang merangkap sebagai Dosen Bahasa Jerman UM.  Beberapa peserta yang mengajukan pertanyaanpun bukan main-main. Bapak Agus Tommy .M.Pd. Orkes ( Dosen Olahraga UM) dan Drs. Priyo Santoso ikut menghangatkan suasana.

Pada acara diskusi panel yang kedua, pembicaranya adalah Bapak. Pudianto,M.Si. Beliau pernah mengajar Geografi di SMA Islam Kepanjen dan terpakasa melepas SMA Islam Kepanjen saat dipromosikan sebagai Kepala SMAN Pagak, pindah SMAN Gondanglegi dan baru saja dilantik menjadi Kepala SMAN Kepanjen. Namun belum sempat duduk di kursi Kepala Sekolah beliau sudah dipromosikan dan dilantik menduduki jabatan Kabid Sekmen Diknas Kab. Malang.

Nampaknya dari dua pembicara yang hadir ini masih terjalin ikatan yang erat dengan SMA Islam Kepanjen. Ini terlihat dari pemaparan Bapak Pudianto mengenai SMA Islam serta beberapa gagasan beliau tentang perjalanan SMA Islam Kepanjen ke depan. Kesimpulannya mengapa SMA Islam Kepanjen yang berdiri tahun 1985 ini menjadi besar, karena SMA Islam Kepanjen didukung oleh orang-orang yang sangat berkompeten dalam dunia pendidikan. Kegiatan malam pertama berupa diskusi ini berakhir pada pukul 22.30 malam. 

Setelah kegiatan diskusi,  peserta beristrirahat di kamar yang telah ditentukan, namun beberapa guru yang suka menyanyi melanjutkan refreshing dengan melantunkan tembang-tembang kenangan dan campursari. Siapa saja dia? siapa lagi kalau bukan ibu Dyah Lusi, Erkik, Akip Effendy, Endik Sujatmiko, Endik Jerman,   Irwan, Herry,  Poenk dan Rey Arifin (photografer) hehehe.

Dan pada hari kedua, Prof. Dr. Wahyudi kembali menyampaian materi berupa motivasi kepada seluruh peserta yang didalamnya berisi tentang  tahu tidaknya seorang guru terhadap dirinya sendiri. Pada akhir kegiatan ini semua nama peserta dituliskan pada selembar kertas yang diibaratkan sebagai rapor. Selanjutnya dikertas ini seluruh peserta dapat menuliskan kelebihan maupun kekurangan guru yang namanya tertera di kertas. Cara menuliskan rapor ini adalah secara bergantian,  selesai nulis di satu kertas pindah ke kertas yang lain.  Prof. Wahyudi berpesan waktu untuk membuka rapor ini adalah malam hari didahului dengan sholat. Barulah kertas dibuka dan mengucap basmallah baru membuka rapor yang tadi siang belum sempat dibaca karena harus langsung dilipat dan disimpan.

Maksud dari kegiatan ini adalah agar peserta yang mendapat rapor dapat mawas diri terhadap perilaku nya baik dalam keseharian maupun saat mengajar. Jika dalam tulisan terdapat rapor tentang kekurangan, peserta wajib mengucapkan Alhamdulillah ( artinya masih ada orang lain yang mengingatkan akan kekurangnya dan siap untuk memperbaikinya) sedangkan jika pada kertas tertulis kebaikan peserta harus mengucap Astaghfirullah ( maksudnya agar tidak jumawa = menunjukkan akunya).

Setelah acara selesai, sambil menunggu checkout hotel, peserta diberi karcis untuk  masuk obyek wisata Selecta. Karcis ini adalah bagian dari fasilitas pengunjung yang menginap di hotel Selecta. Selanjutnya gimana? Karena sudah payah jalan ke lokasi wisata meskipun hanya melihat-lihat saja, para peserta melaksanakan makan siang terakhir dan kembali ke rumah. The end ( admin )

0 komentar: