Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Rabu, 08 Desember 2010

Tradisi Suroan di Gunung Kawi.

KabarKongo.com Ribuan warga Malang Raya menghadiri ritual Gunung Kawi yang berada di Desa Wonosasi Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang, Selasa  7 Des 2010 dalam rangka perayaan datangnya tahun baru Islam 1432 H.

Ritual Gunung Kawi yang digelar tepat tanggal 1 Muharram atau juga dikenal dengan 1 Syuro diisi dengan beberapa kegiatan antara lain kirab kesenian yang diikuti oleh wargaWonosari, tabur bunga di makam Gunung Kawi Peserta kirab kesenian yang diikuti banyak  wargaj uga menampilkan patung dan sesaji serta beberapa komoditas hasil pertanian di lereng Gunung seperti ketela dan padi.


"Ini adalah satu bentuk syukur masyarakat Gunung Kawi pada yang Maha Kuasa. Selain itu sebagai penghormatan sesepuh gunung Kawi yaitu Eyang Djugo dan Raden Mas Imam Sudjono,"


Menurut dia, kegiatan ritual gunung Kawi pada tanggal 1 Syuro merupakan agenda tahunan yang didukung penuh oleh pemerintah Kabupaten Malang dan telah dimasukkan pada kalender wisata selain wisata pantai dan agrobisnis.


"Kirab kesenian ini akan ditutup dengan pembakaran ogoh-ogoh yang merupakan simbol keangkaramurkaan di muka bumi ini. Kami berharap dengan agenda ini seluruh masyarakat bisa bebas dari sangkakala (cobaan)," katanya menambahkan.


Pelaksanaan pembakaran ogoh-ogoh akan dilakukan di halaman makam gunung Kawi. Sebelum dibakar, ogoh-ogoh tersebut dibawa keliling desa oleh puluhan warga dengan menggunakan kostum layaknya ogoh-ogoh.


Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan ini selain digunakan untuk melestarikan budaya yang ada juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga Malang.

Area wisata yang masuk Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang dari pantauan kabarkongo.com sejak kemarin siang, sudah banyak didatangi para wisatawan lokal dari berbagai penjuru tanah air.
Selain datang dari wilayah Malang Raya, tak sedikit para pengunjung dari Kota Surabaya, Jogjya, Semarang hingga sejumlah wisatawan dari daerah Kalimantan. Agenda liburan itu kerap dilakukan setiap tahunnya saat memasuki tahun baru Islam pada 1 Muharram ini.

Menurutnya Agus  seorang pengunjung dari Surabaya, Punden Gunung Kawi adalah tempat yang indah dan sangat bagus untuk melakukan serangkaian ritual keagamaan. Meski sejumlah tempat dilokasi Gunung Kawi masih belum terbangun maksimal usai kebakaran beberapa waktu lalu, dirinya berikut sejumlah keluarga tidak merasa terganggu.

Biasanya, kunjungan keluarga untuk sekedar menghabiskan liburan. Pasalnya, jika mendekati 1 Muharram ada kirab budaya yang selalu menarik minat pengunjung untuk melihat langsung pawai budaya dari masyarakat sekitar gunung kawi.

“Anak saya paling suka arak-arakan digunung kawi. Itu sebabnya, kami bermalam dua hari untuk melihat arak-arakkan yang akan dilangsungkan sore ini,” tambah Agus Sudibyo.
Sementara itu, Pengurus area wisata religi Gunung Kawi, Nanang Yuwono juga mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, kirab budaya 1 Muharram selalu diadakan oleh masyarakat sekitar gunung kawi.

Pada kirab hari ini, rute seperti biasa akan memutari komplek religi gunung kawi. Acara dimulai dengan mengumpulkan seluruh masyarakat yang berdandan mulai dari pasukan pembawa ubo rampe, pasukan tumpeng, serta sejumlah warga yang berdandan bak raksasa sambil memanggul patung besar berupa ogoh-ogoh.

Simbol ogoh-ogoh yang pada akhir acara nanti dilakukan pembakaran, bermaksud membunuh dan memberangus sifat keangkara murkaan manusia.

Sehingga, massyarakat gunung kawi dan sekitarnya bisa terhindar dari segala macam angkara murka dan selalu dekat pada Allah SWT. “Kirab budaya akan dimulai sore ini. Hal itu untuk menyambut datangnya tahun baru Islam dan pergantian menuju Bulan Suro,” terang Bapak Nanang

http://m.beritajatim.com

0 komentar: