Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Senin, 13 Desember 2010

Serba-serbi liputan HUT PGRI dan Hari Akasara Internasional 2010

Kabarkongo.com-- Berikut ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana rasanya meliput suatu kegiatan berskala regional. Pengalaman ini adalah yang pertama bagi saya sebagai seorang kontributor  amatir  situs www.kabarkongo.com dan www.infokepanjen.com .  

Berikut ulasan yang bisa saya berikan:.

Kedatangan saya pada acara Hari Guru, HUT PGRI ke-65 dan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 45 adalah sebagai salah seorang partisipan atas kegiatan yang memang melibatkan para guru yang notabene anggota PGRI. Sejak acara gladi resik dilaksanakan saya sudah menempatkan diri di dekat panggung. Dengan bersenjatakan sebuah HP bercamera 3,2 Megapixel, saya  mengabadikan setiap acara gladi yang ditampilkan. Dalam benak saya hanya ada pikiran pokoknya dapat momen meskipun tidak bisa mengambil dengan zoom karena hanya menggunakan camera HP.

Meskipun saya sempat meninggalkan tempat acara karena diundang teman lama yang berdinas di Banyuwangi yang katanya ingin ngajak reuni dengan makan sate pojok. Saya bisa kembali ke tempat acara saat H. Qomar sedang memberikan sambutan. Namun karena dari kejauhan saya tak bisa mengabadikan anggota DPR RI yang dulunya seorang pelawak ini. Apalagi saya sendiri sebelumnya tidak tahu kalau yang memberikan sambutan itu adalah Bang Qomar, jadi saya tidak berusaha untuk mengambil gambarnya. 

Namun, tiba-tiba insting saya menggerakkan langkah kaki saya untuk mengelilingi belakan panggung menuju tempat kumpulnya para wartawan media cetak nasional di bagian kanan panggung. Hasilnya jeprat-jepret saya abadikan Pakde Karwo yang sedang berpidato memberikan sambutan. Tak terasa saya sudah berada dibarisan depan batas para wartawan meliput acara. Saya tengok kanan kiri semua menggunakan camera tele. Bahkan saat saya mengambil gambarpun sempat ditegur wartawan televisi karena tangan saya berada di depan lensanya. Dan saya cuek saja. 

Selesai acara sambutan pakde Karwo, disusul dengan acara pemberian penghargaan kepada orang-orang berprestasi. Ternyata di dalam acara tersebut tercantum nama Bapak H. Rendra sebagi Bupati Malang yang berhak menerima penghargaan. Karena terlalu dekat dengan posisi H. Rendra saya sempat diminta agak mundur oleh petugas protokoler. Saya berusaha mengabadikan Bapak Bupati yang baru saja dilantik ini. Jarak saya dengan beliau tidak sampai satu meter. Saya berhadapan langsung dengan sisi kanan badan beliau. Yah, sekenanya saja saya abadikan bapaknya orang Kabupaten Malang ini. Karena terlalu dekat saya agak bingung mengambil dari arah depan. Sampai-sampai camera saya arahkan dari arah bawah Bapak Bupati Malang berdiri. 
Setelah selesai acara pemberian penghargaan , saya tidak berusaha untuk meninggalkan tempat sebagaimana wartawan yang lain, saya mengambil tempat pas di kanan panggung. sambil mengavadikan kegiatan Sendra Tari dari Sanggar Kegiatan Belajar Kab. Malang, pimpinan Bapak Bambang HS yang baru saja mantu di Tumpang. He..he..he.. kok tahu saja?, ya tahulah wong saya juga ada di sana saat beliau Mantu, karena juga kadapuk NgeMCe temu mantennya di gedung PGRI Poncokusumo.(ga' nyombong lho).

Momen penting lainnya adalah saat bapak Gubernur Jatim akan meninjau stand pameran. Pakde Karwo julukannya sempat memberikan ucapan selamat kepada Tim paduan Suara dari siswa-siswi SMP Negeri 4 Kepanjen. Saya ikuti saja beliau dari belakang bersama bude yang sedang bersalaman dengan siswa dan guru pendamping. Di kesempatan lain saya minta camera guru SMP Negeri 4 Kepanjen dan saya minta teman guru ini untuk pose bersama pakde Karwo dan istrinya yang sangat cantik seperti Pergiwo seperti lagu yang dibawakan oleh anggota PGRI Tumpang. 

Dan yang terakhir saat saya lihta bapak H. Rendra Bupati Malang diwawancarai oleh salah seorang wartawan saya lagsung mengabadikan meskipun tanpa permisi. Saya lihat dibelakang beliau ada Bapak H. Suwandi Kepala Diknas Kabupaten Malang dan saya persilahkan untuk bersanding dengan bapak Bupati  untuk saya abadikan. Wow... ternyata asyik juga yah bisa mengabadikan para penggedanya Jawa Timur dan Kabupaten Malang. Sungguh jadi pengalaman yang monumental.Jika ingin melihat foto eksklusif yang lain silahkan  masuk ke facebook poenk.kabarkongo (poenk)

0 komentar: