Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Senin, 27 Desember 2010

Perjalanan Tim Kabarkongo ke Bali

Danau Batur
Berikut ini saya sajikan catatan perjalanan Tim Kabarkongo.com.  Catatan perjalanan ini kami bagi menjadi dua session . Agar lebih gampang untuk selanjutnya cerita ini saya pergunakan istilah kami atau saya.

Hari Pertama
Kami berangkat dengan rombongan pada pukul 15.30 WIB, seusai sholat Azhar. Dengan menggunakan 3 bus, rombongan yang berjumlah kurang lebih 150 orang ini berangkat dengan didahului doa perjalanan yang dipimpin oleh guru agama di masing-masing bus.
Kami berdua berada dalam satu bus, yaitu bus 2. Yang menempati bus ini adalah orang-orang ke dua setelah Top Management (istilah ISO) / Kepala sekolah.  Secara umum perjalanan berjalan dengan lancar. Sekitar jam 21.30 WIB kami melaksanakan makan malam di daerah Situbondo. Di tempat ini pula para peserta melaksanakan jama’ ta’khir yaitu sholat Isya’ di jama’ dengan Sholat Magrib.

saat makan siang
Setelah selesai makan malam, kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke daerah tujuan. Karena bersamaan dengan libutan Natal dan banyaknya wisatawan yang juga ingin ke Bali, penyeberangan ke Gilimanuk agak mengalami kelambatan. Karena harus antri menunggu giliran naik Ferry. Sampai di Gilimanuk jam sudah menunjukkan pukul 02.15 WIB. Menurut perkiraan saya, rombongan tidak mungkin bisa mencicipi keindahan sunrise yang ada di Pantai Sanur. Karena dating sudah agak siang, kami langsung melaksanakan Chekin Hotel tempat kami menginap malam harinya, yaitu di Gatsu Hotel yang berada di Denpasar Bali.

Pada pembagian kamar, kami berdua harus terpisah. Karena  oleh panitia, peserta yang masih bujang dikumpulkan dengan para bujangan biar tidak mengganggu yang sudah berkeluarga.he..he. Seluruh peserta rombongan memasukkan barang bawaan ke hotel dan mandi pagi. Dilanjutkan dengan sarapan pagi dengan menu ala hotel di Bali dengan harga ekonomi.

Berikutnya panitia mengarahkan peserta tour ke lokasi wisata Kintamani yang terkenal dengan danau Batur dan Gunung berpasir. Perjalanan ke wisata ini memakan waktu kurang lebih 4 jam. Sampai di tempat ini jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WITA.

Di daerah wisata yang berada di pegunungan ini, hawanya sangat sejuk. Dari atas tebing terlihat keindahan danau Batur yang terlihat jauh di bawah kami berada. Kami hanya bisa memandangi keindahan alamnya dan mengambil obyek-obyek  foto, baik pemandangan maupun foto keluarga.

Dari lantai dua hotel tempat kami makan siang, keindahan alam ini semakin terasa. Sayangnya tidak ada jadual untuk lebih mendekat ke danau Batur tersebut. Karena harus mencukupkan waktu kamipun melanjutkan perjalanan ke hotel. Namun sebelum ke hotel oleh Guide kami diajak ke pusat oleh-oleh Kresna. Peserta diberikan kesempatan untuk menghamburkan uang saku dengan membeli oleh-oleh di sini. Baik berupa jajanan maupun kaos, baju maupun jenis oleh-oleh yang lain.

Di pusat jajanan dan oleh-oleh Kresna ini waktu sudah semakin larut. Kamipun tidak ada waktu lagi mengunjungi obyek wisata yang lain. Perlu diketahui, tour ke Bali kali ini memang mengambil obyek wisata yang tidak biasa dikunjungi oleh wisatawan dari Jawa. Obyek-obyek yang dikunjungi kali ini arahnya banyak yang menyimpang dari daerah tujuan wisata seperti Pantai Kuta, Pantai Sanur, Tanjung Benoa dll. Sehingga wisata ini banyak dilalui dengan perjalanan di atas bus pariwisata.

Tepat pukul 20.30 WITA kami sudah berada di Hotel. Peserta membersihkan diri di dalam kamar hotel yang selanjutnya melaksanakan makan malam. Bagi saya sendiri sebelum mandi dapat telepon dari teman yang ikut rombongan dan mempunyai saudara di Bali. Kami diundang makan malam di rumah saudaranya yang mempunyai usaha reparasi AC mobil. Saya bersama anak, Pak Imaddudin dan istri serta Pak Guponk dijemput mobil dan dibawa ke rumah saudara Pak Muriadi yang juga sebagai pengajar di SMPN 4 Kepanjen ini. Di sini saya menyantap menu yang tidak sama dengan yang disajikan di hotel. Saya berenam menyantap menu Ikan Bakar dengan sambal yang katanya sudah disiapkan sejak sore hari.

Dari cerita sambil makan ini akhirnya terungkap kalau adik Pak Muriadi baru saja pulang dari tanah suci menunaikan rukun Islam ke lima.Dan alhamdulillah sebelum pulang ke hotel kami sempat meminta safaat berupa doa dari orang yang baru saja menunaikan ibadah haji. Kan katanya do’a orang yang baru naik haji itu mujabah. Amien. (bersambung)

0 komentar: