Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Senin, 06 Desember 2010

Kuota CPNS Kab. malang

Pemkab Malang hanya mendapat jatah 215 orang CPNS dari pengajuan sebanyak 400-an orang untuk masuk dalam formasi umum tahun ini. CPNS yang baru itu diproyeksi menggantikan PNS yang pensiun mencapai 694 orang. Dibandingkan dengan formasi pada tahun lalu, kuota tahun ini turun, karena pada penerimaan CPNS 2009 lalu perlu 324 orang.
 “Penurunan ini mungkin juga dikaitkan dengan kemampuan anggaran. Apalagi di sisi lain, pemerintah juga melakukan pendataan atas tenaga honorer. Disisi lain jumlah PNS yang pensiunan belum termasuk yang mengajukan pensiun dini atau mendapatkan hukuman dengan diberhentikan,” kata Tulus Hariyanto, Kepala BKD Kabupaten Malang, kemarin.
Tulus mengaku belum mendapat rincian pasti soal alokasinya, seperti latar belakang pendidikan dan kebutuhannya. Yang jelas, 215 CPNS itu nantinya sebanyak 100 CPNS untuk tenaga pendidikan, 67 CPNS untuk tenaga kesehatan atau medis dan 48 orang CPNS untuk tenaga teknis. Jumlah CPNS dan PNS di Pemkab Malang mencapai 18.274 orang. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,7 juta jiwa, asumsinya tiap satu PNS melayani 134 orang (1:134).
Sementara untuk waktu pendaftaran, pihak BKD masih menunggu keputusan dari Menpan, meski saat rapat koordinasi dengan Sekdaprov Jawa Timur dihadiri seluruh Sekdakab/kota se Jawa Timur bersama Kepala BKD, jadwalnya tanggal 12 November mendatang. “Kalau ketetapan dari Menpan belum turun, masak harus memaksa diumumkan?” tegas Tulus.
Menurutnya, metode pelamarannya sama seperti tahun lalu melalui jasa pos dan melibatkan pihak ketiga untuk soal-soal tes CPNS-nya. Disisi lain, hasil pendataan seluruh tenaga honorer di lingkungan Pemkab Malang sudah menjalani pemberkasan.. BKD langsung mengirim data tenaga kependidikan ke Dindik Kabupaten Malang untuk diverifikasi oleh tim tujuh yang antara lain berasal dari Inspektorat dan BKD. “Untuk tenaga pendidikan saja ada 325 kardus yang berasal dari 33 kecamatan. Isinya cukup banyak antara lain berkas presensi, SK pengangkatan dan sebagainya,” terang Sutrisno, Sekretaris BKD.
Sementara yang non tenaga kependidikan, berkasnya masih ada ada di BKD. Khusus untuk mengangkut berkas tenaga honorer kependidikan, satu truk Satpol PP, setidaknya butuh empat kali angkut. Namun sejauh ini pihaknya belum mengetahui akan diapakan berkas-berkas tenaga honorer ini setelah diverifikasi. “Kami masih menunggu peraturannya,” pungkas Sutrisno

0 komentar: