Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Senin, 08 November 2010

Yang Baik Harus Kembali Baik

Setahun lalu, saat kondisi jalan di Kepanjen Permai II yang beraspal banyak berlubang dan kondisi  selokan  masih berantakan, warga berusaha untuk menata jalan agar nyaman untuk sekedar berjalan kaki ataupun naik motor. Dalam acara rembug warga akhirnya diputuskan  bahwa jalan akan dipaving dan masing-masing warga dikenai biaya paving dan pemasangan yang habisnya kira-kira Rp. 700.000,-. untuk ukuran 7 x 2 m2. Jika rumahnya di pojok tentunya biaya yang dikeluarkanpun bertambah sesuai dengan ukuran tanahnya.

Untung saja ada donatur yang sanggup mengerjakan lebih dahulu, sehingga warga bisa mencicil biaya yang dikeluarkan. Akhirnya jadilah jalan di depan rumah warga berpaving semua dan nyaman jika untuk berjalan. Sudah tidak ada lagi pedagang bakso yang mengalami kejadian rombongnya roboh seperti dulu.

Kondisi ini nampaknya tidak akan berubah, paving-paving yang terpasang akan semakin lengkap. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Sejak beberapa warga yang airnya keruh karena rumahnya mewah = mepet sawah, dan ada PDAM yang mencari pelanggan baru. Ternyata tanpa babibu, paving yang terpasang rapi itu dibongkar di kanan dan kiri jalan kampung. Kok aneh ya? memasang pipa air yang belum tentu ada  pelanggannya PDAM sampai memasang 2 paralon besar-besar. Kok tidak hanya di satu  sisi jalan saja.
Dan anehnya lagi, bapak Ketua RT pun tidak pernah mengumpulkan warga untuk  minta pertimbangan bagaimana baiknya? Sehingga beberapa warga yang ditemui reporter kabarkongo.com ini ada yang ngedumel.

" La iyo yok opo karepe iki? Dalan apik-apik dibongkari. Awas yo lek paving gak mbalik koyok asale biyen ".  keluh Kang Mijan  sambil membuang pontung rokoknya. Rupanya Kang Mijan kesal betul.
" Yo didelokae kang, dienteni sak marineae, opo PDAM gelem mbalikno maneh koyok biyen. Nek gak mbalik yo tak lapornoae nang YLKI.Mosok kanggo wong telu utowo wong papatae sampek mbongkar kabeh sak dowone dalan." kata Pardi pembicaraan. Kondisi ini berjalan beberapa hari, orang-orang pelanggan warkop yang bukan warga perumahanpun sama-sama mengeluarkan pendapatnya sendiri-sendiri. Semua menyalahkan pak RT, kenapa gak ngajak rembugan warga. Mestinya sebelum dilaksanakan pemasangan pipa PDAM, ya minimal ada pemberitahuan.

Yo wis opo jare cak-cak, wong iki yo dalan-dalan riko, omah-omah riko, apik elek yo jare riko, yo sing penting pean podho rukun sak warga. Ojo sampek dadi omongan lan ojo sampek ke dowo-dowo." Cak Parto yang tadi mendengarkan pembicaraan ikut menimpali.

" Wis ra usah ribut cak, sing penting yo cak, ayo podho ndang diombe kopi, kopine kang Maridjan iki wenak tenan. Kopine ... kopi wangi.. opo maneh sing nggoreng  sik prawan tur wangi pisan. hehehe."
" Lambemu No..No."

0 komentar: