Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Minggu, 28 November 2010

One Billion Indonesia Trees (OBIT) di Ngajum

KabarKongo.com -- Pencanangan gerakan menanam pohon satu milliard di Indonesia, ditetapkan pada tanggal 28 Nopember 2010. Gerakan ini dilaksanakan secara serentak di suluruh daerah di Indonesia. OBIT ini wajib dilaksanakan di setiap propinsi yang mendelegasikan kepada Kepala Daerah dan selanjutnya ke daerah  kecamatan. Di Ngajum sendiri kegiatan ini digabung dengan gerakan ibu menanam ( 28 Nop s.d 1 Des 2010).

Di kecamatan Ngajum, gerakan penanaman satu milyar pohon (OBIT = One Billion Indonesia Trees) ini di pusatkan di SMP Negeri 1 Ngajum. Kegiatan ini ditandai dengan kegiatan upacara  dengan inspektur Upacara Bapak Eko Margianto,Ap.S.Sos. selaku camat Ngajum.  Peserta upacara terdiri beberapa unsur, al ; Anggota Polsek Ngajum, Koramil Ngajum, Staf Kecamatan Ngajum, Kepala Desa dan Staf Desa Ngajum, Dharma wanita, Bhayangkari,PWRI, PKK, Muslimat, Aisyiah, Persit, Instansi di bawah  naungan Camat Ngajum, Kepala sekolah dan Dewan Guru  serta siswa SMPN 1 Ngajum.

Dalam sambutannya, Bapak Camat Ngajum menyampaikan , kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ngajum dengan tujuan ; 1) Camat Ngajum peduli akan pendidikan ; 2) Sebagai pembelajaran siswa dalam memelihara lingkungan hidupyang sekarang ini sudah banyak pohon-pohon besar ditebang tanpa memeperdulikan akibat yang dapat ditimbulkan, contohnya tanah lonsor dan banjir.; 3) Setidaknya dengan prestasi akademik yang sudah di raih oleh SMP Negeri 1 Ngajum, Bapak camat berharap ada sisi positif yang lain agar SMP Negeri 1  Ngajum bisa menjadi sekolah Adi Wiyata.

Setelah selesai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis yang dilaksanakan oleh Muspika serta peserta upacara yang lain di sekeliling lapangan upacara SMP Negeri 1 Ngajum. Sedangkan kegiatan penanaman pohon yang lain di sekitar sekolah dilaksanakan oleh OSIS, Pramuka serta beberapa siswa yang ditunjuk.

Secara keseluruhan, kecamatan Ngajum mendapat jatah bibit tanaman dari Dinas Perhutani sebanyak 4340 pohon yang meliputi;  Glodokan(277); Jabon (678); Mahoni(463); Sawo kecik(4); Sengon (1662); Sukun (63); Mangga (129); Rambutan (50) ; Trembesi (65) ; Adpukad (60) ; Beringin (200) ; Nangka (89) ;  Mindi (72) ; Gemilina (177); Pete (30); Angasana (15);Durian ( 96).  Pohon-pohon ini dibagikan secara merata kepada 9 (sembilan) desa se kecamatn Ngajum, masing-masing desa memperoleh  426 pohon dari semua jenis di atas. Sedangkan  sisanya berjumlah 500 pohon ditanam dihalaman dan pekarangan SMP Negeri 1 Ngajum.

Dari kegiatan penanaman ini diharapkan kepada semua pihak yang diberi tanggung jawab agar bisa merawatnya. Sehingga pohon yang ditanam ini bisa tumbuh dan berkembang  seperti yang diharapkan. Dan dapat menjadikan wilayah yang rindang , asri yang intinya mempunyai lingkungan yang bermutu (mutu lingkungan) seperti motto Kabupaten Malang.  (admin)

Presensi dengan jari telunjuk di SMA Islam

Kabarkong.com--"Inovasi tiada henti" begitulah mestinya motto yang pantas disematkan kepada SMA Islam Kepanjen,.Dalam 2 tahun ini berturut-turut ada beberapa kegiatan besar yang belum atau bahkan tidak dilakukan oleh SMA-SMA  lain di Kabupaten Malng. Program yang dimaksud adalah :

  1. Bersertifikat ISO 9001:2008
  2. Empowering of School dengan Instasi lain
  3. Pemasangan CCTV di tiap ruang kelas
  4. Program New Era of Model School
Dan program terbaru adalah penggunaan alat sidik jari untuk presensi masuk dan pulang sekolah . Siswa dan guru cukup menggunakan jari telunjuknya  ke alat  yang di pasang di kanan dan kiri lorong masuk .  Lang kah ini diambil sebagai langkah cepat mengetahui kehadirann guru dan siswa dan  yang terutama sekali antisipasi siswa  yang mbeling. Pemasangan alat check lock in dan check lock out dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Nopember kemarin. Selanjutnya seluruh siswa dan guru melaksanakan  identifikasi  sidik jari. Untuk guru menggunakan no kode guru, sedangkan untuk siswa menggunakan no induk sekolah siswa.

Sabtu, 27 November 2010

Lomba Seni Tari dalam perayaan Hari Jadi ke 1250 Kab. Malang

KabarKongo.com -- Masih dalam rangkaian kegiatan perayaan Hari Jadi ke-1250 Kabupaten Malang, kecamatan Ngajum mengadakan kegiatan Lomba Seni Tari Tingkat SD. Kegiatan Lomba yang dilaksanakan pada Hari  Sabtu, 27 Nopember 2010 ini dibuka oleh Bapak Camat Ngajum yang dalam sambutannya mengharapkan lahirnya bibit-bibit pelaku seni yang bisa melestarikan budaya bangsa Indonesia, terutama dalam bidang seni Tari.
Pejabat yang hadir menyaksikan  lomba adalah selain Bapak Camat, juga hadir Danrami, Ka Cadin Kecamatan Ngajum. Selain itu juga banyak bapak/ibu guru serta kepala sekolah peserta yang mendampingi siswanya. Dan juga masyarakat sekitar Kecamatan Ngajum tempat dilaksanakannya kegiatan lomba

Kegiatan lomba ini diikuti tidak kurang oleh 30 peserta dari 30 SD yang tersebar di wilayah Kecamatan  Ngajum. Kebanyakan peserta menampilkan tari tradional dengan penari lebih dari satu anak.

Dari penampilan peserta yang sempat penulis lihat, secara umum bagus-bagus. Meskipun ada beberapa penari yang nampaknya tampil tanpa persiapan. Ternyata dari para peserta banyak yang ikut dalam sanggar tari di Kantor Diknas Kabupaten Malang. Sehingga masing-masing peserta sebenarnya sudah tahu akan kemampuan saingannya.

Bertindak sebagai dewan juri pada kegiatan ini  adalah:
         
  1. Ibu Peni Candar (Sekcam Ngajum)
  2. Bapak Pi’i ( DKKM)
  3. Ibu Hj. Susi Sumartini (Pembina Tari SMPN 1 Ngajum)

Adapun kriteria penilaiannya adalah :
  1. Wiromo
  2. Wirogo
  3.  Wiroso
  4.  Kreatifitas

Sampai berita ini ditulis, pemenang dari lomba seni Tari ini belum diperoleh hasilnya. Menurut rencana pembagian hadiah lomba yang meliputi Festival Seni Budaya dan Festifal Seni Tari ini akan dilaksanakan pada acara resepsi yang diselenggarakan malam hari nanti. Dengan hiburan orkes melayu Arama dari Ngajum.
Semoga dengan adanya kegiatan festifal ini bisa menjadi wadah untuk pengembangan seni tari di kecamatan Ngajum khususnya dan Malang pada umumnya.Amien

Kamis, 25 November 2010

Upacara Hari Jadi Guru di SMP Negeri 1 Ngajum

Peringatan Hari PGRI yang ke 65 yang telah ditetapkan menjadi Hari Guru Nasional jatuh pada tanggal 25 Nopember.  Pada hari ini, 25 Nopember 2010 setiap cabang PGRI se Kabupaten Malang  melaksanakan upacara Hari Guru ini secara bersamaan.
Khusus PGRI kecamatan Ngajum, upacara hari Guru dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ngajum. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Camat Ngajum. Pemimpin Upacara Bapak Kukuh Suprayogi,S.Pd. Guru SMP Negeri 1 Ngajum.
Peserta upacara adalah seluruh guru-guru Negeri / Swasta se Wilayah Ngajum untuk semua tingkatan ( SD-SMP-SMA ).
Rangkaian susunan upacara Hari Guru ke 65 di SMP Negeri 1 Ngajum adalah sebagai berikut :
  1. Prosesi upacara sesuai dengan susunan upacara pada umumnya Namur  tanpa pengibaran bendera ( bendera sudah berkibar) dan ditambah;
  2. Pembacaan sejarah PGRI
  3. Pembacaan Naskah pidato Mendiknas dalam rangka hari Guru oleh Pembina upacara
  4. Menyanyikan lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa  dan lagu wajib oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Ngajum.

Selesai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran dan pemotongan tumpeng. Dalam  pembukaan tasyakuran ini ditampilkan grup tari jaran kepang siswa SMP Negeri 1 Ngajum. Selanjutnya dilakukan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh Drs. H. Samiadi selaku Kepala SMP Negeri 1 Ngajum mewakili tuan rumah. DIlanjutkan sambutan Ketua PGRI Cabang Ngajum dan Sambutan Wakil pengurus daerah  PGRI Kab. Malang.

Di akhir acara tasyakuran, seluruh peserta tasyakuran secara bersama-sama menikmati nasi tumpeng yang sudah disiapkan oleh masing-masing sekolah.
Dari kegiatan peringatan hari jadi guru ini, diharapkan  dapat meningkatkan mutu dunia pendidikan Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Guru tidak boleh merasa hanya bertugas sebagai pengajar saja. Namun di era globalisasi yang serba elektronik ini guru harus bisa memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa bagaimana cara memfilter budaya asing yang masuk tanpa batas.
Selain itu guru diharapkan mempunyai niat bahwa mengajar itu sebagai ibadah. Artinya seorang guru diharapkan menjalankan profesi gurunya dengan ikhlas tanpa paksaan. Guru juga diharpakan mendidik anak didiknya agar mempunyai kepribadian yang baik dan tahu tata karma seperti yang ada pada zaman orang tuanya saat sekolah dulu

Rabu, 24 November 2010

Festival Pawai Seni Budaya Hari Jadi Kab. Malang ke-1250 di Ngajum

KabarKongo.com--
Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Malang yang ke 1250, kecamatan  Ngajum yang berjarak kira-kira 8 km dari kota Kepanjen ke arah Gunung Kawi, ikut memeriahkan perayaan Hari Jadi Kab. Malang ke 1250 ini.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah  festival seni budaya  yang dikemas dalam bentuk pawai seni budaya / karnaval umum se kecamatan Ngajum.

Untuk merangsang peserta, kegiatan karnaval dilombakan , siapa peserta karnaval yang terbaik. Beberapa kriteria penilaian antara lain kualitas penampilan, kuantitas peserta dan kecocokan tema festival budaya.  Pesertanya adalah SD,SMP,SMA yang ada di Kecamatan Ngajum dan peserta umum yang merupakan wakil dari desa-desa se Kecamatan Ngajum.

Menurut pengamatan kontributor, SMP Negeri 1 Ngajum menjadi satu-satu peserta terbanyak dan terheboh. SMP  yang merupakan satu-satunya SMP negeri di Ngajum ini mengikutsertakan seluruh warga sekolah yang terdiri dari guru dan siswa mulai kelas 7 sampai dengan kelas 9  dengan jumlah peserta lebih dari 725 peserta. Tema yang diangkat oleh SMP Negeri 1 Ngajum adalah Dari Masa ke Masa, diawali dengan kelompok drumband sebagai pembuka jalan disusul dengan  barisan bendera, Mobil hias berpenumpang Raja dan Ratu  Kerajaan Kanjuruhan serta  dayang-dayang.  Menyusul di belakang mobil hias garuda adalah  grup kesenian dengan beberapa penari; remo, jaipong, jaranan, cucak ijo dll. Dan barisan di belakangnya lagi adalah barisan  yang melambangkan Motto Kabupaten Malang dengan sesanti ” Berhati Mulia ” ( Bersih, Sehat, Indah, Mutu Lingkungan dan Aman )”.  
Sedangkan penampilan peserta sekolah lain dan umum adalah bermacam-macam bentuk kesenian, al :  Kesenian Reog, Terbang Jidor, Kelompok tani, Kesenian Jaran kepang dll.

Festifal Seni Budaya ini mengambil start di Depan Kantor Cadin Diknas Kecamatan Ngajum dan berakhir di depan Mapolsek Ngajum.  Seluruh peserta diberi kesempatan untuk menampilkan atraksinya di depan podium kehormatan yang ditempati oleh Muspika Ngajum  dan  Kepala Desa yang kesemuanya berpakaian khas Malangan.

Semoga kegiatan festival budaya di Ngajum ini bisa menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan di kecamatan Ngajum yang bertujuan untuk menggali potensi seni dan budaya dalam rangka mengenalkan potensi wisata  yang ada di daerah  Kecamatan Ngajum

Minggu, 21 November 2010

Pemblokiran situs porno bukan memecahkan masalah

KabarKongo.com-- Pemblokiran situs internet yang memuat konten pornografi bukan cara efektif untuk mencegah pengguna internet, terutama generasi muda mengakses situs tersebut, kata Direktur Pemberdayaan Telematika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Soeprijanto.
"Langkah itu (pemblokiran, red.) mungkin efisien, namun sebenarnya tak efektif," katanya usai membuka sosialisasi "Internet Sehat dan Aman" bertema "Insan Goes to Campus" di Semarang, Jumat.
Menurut dia, langkah pemblokiran situs pornografi itu mungkin bisa dilakukan sementara sehingga para pengguna internet tidak bisa membuka situs yang memuat dan berkaitan dengan konten tersebut.
Namun, kata dia, pemilik situs biasanya langsung mengganti nama situsnya yang sudah terblokir sehingga langkah pemblokiran situs bersangkutan tidak mampu mencegah pengguna untuk mengaksesnya.
"Satu waktu situs pornografi itu diblokir, tetapi pemilik situs punya bermacam cara untuk mengatasinya, misalnya langsung mengganti nama situsnya. Ini kan sama saja, tetap kebobolan," katanya.
Terlebih lagi, kata dia, jumlah situs yang memuat konten-konten negatif, seperti pornografi sangat banyak dan berasal dari seluruh dunia, sementara petugas pemblokiran tentunya sangat terbatas.
Oleh karena itu, kata dia, upaya yang lebih tepat untuk mencegah penyalahgunaan internet harus dilakukan dengan pendekatan sosial memberikan pembelajaran dan pemahaman kepada pengguna internet, terutama generasi muda.
"Hal-hal negatif yang bisa ditimbulkan dari internet tentunya sangat banyak, mulai konten pornografi hingga penipuan, namun jangan lupa bahwa manfaat yang bisa didapatkan dari internet juga sangat besar," katanya.
Apabila hanya menyoroti sisi negatifnya, lanjutnya, tentunya akan menghabiskan energi yang berakibat resistensi terhadap internet, padahal dengan internet, seseorang bisa mendapatkan banyak sisi yang positif.
"Sisi-sisi positif ini yang terus kami sosialisasikan, misalnya pencarian informasi, ajang diskusi, dan sebagainya, namun tak lupa kami menjelaskan kerugiannya jika internet disalahgunakan," kata Bambang.
Sementara itu, Adie Marzuki, Tim Sosialisasi Internet Sehat mengatakan, pihaknya memang membidik upaya sosialisasi penggunaan internet secara sehat dan aman pada kalangan pelajar yang merupakan pengguna awal.
"Asumsi kami, mereka belum banyak mengekplorasi dan mengetahui berbagai macam kegunaan positif internet sehingga perlu mendapatkan pengertian dan pemahaman terkait itu agar tidak terjerumus pada sisi negatif internet," katanya.
Adie mengakui manfaat sosialisasi pada kalangan pelajar itu memang tidak bisa dilihat secara instan, namun butuh proses panjang saat mereka benar-benar memanfaatkan internet sebagai bagian dari kebutuhan.
(sumber : antara)

Sabtu, 20 November 2010

Kirab Agung Seni Budaya Kabupaten malang

KabarKongo.com --  Kabupaten Malang dengan Kepanjen sebagai Ibukotanya telah genap berusia 1250 Tahun. Kepanjen yang merupakan sentra kegiatan masyarakat Kab. Malang Sabtu sore tadi (20/11) juga menjadi tempat dilaksanakannya Peringatan Puncak Hari Jadi Kab. Malang ke-1250 dengan menggelar Pawai Kirab Budaya Agung Kab. Malang 2010.
Pawai kali ini berbeda dari tahun sebelumnya yaitu adanya Duta Seni dan Wisata dari daerah lain yang turut berpartisipasi dalam acara ini. Adalah Kab. Blitar, Kab. Ponorogo, Kab. Tulungagung dan juga dari Kab. Jembrana Propinsi Bali. Masing - masing Duta tersebut menampilkan suguhan kesenian dari daerahnya.

Diawali dari start di Lap. Penarukan Kepanjen, iring - iringan Pawai berjalan perlahan menuju finish di Lap. Parkir Luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen melewati Jl. Panji. Tak ayal, iring - iringan pawai ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar khususnya penduduk Kota Kepanjen. Para peserta pawai pun tak lupa memberi suguhan atraksi menarik dari kesenian yang dibawanya untuk menghibur masyarakat. Diantaranya ada kesenian Bantengan, Sakerahan, Reog, Musik Patrol, Kuda Lumping, Tarian, dll.

Pawai ini selain membawa Bendera Panji Kabupaten Malang dengan semboyan "SATATA GAMA KERTA RAHARJA" dan Bendera Pataka "GULO KLOPO" ini juga yang menjadi perhatian banyak masyarakat Kota Kepanjen adalah barisan Pusaka, Payung "TUNGGUL NOGO" dan Gunungan Tumpeng berisi hasil bumi. Payung "TUNGGUL NOGO" sendiri merupakan simbol kejayaan Kota Kepanjen dan Gunungan Tumpeng berisi hasil bumi memiliki maksud bahwa Kabupaten Malang merupakan Kabupaten yang berbasis agraris yang mayoritas penduduknya adalah Petani dan sebagian kecil nelayan.

Acara terus berlanjut hingga di garis Finish dengan ditandai Pemotongan Tumpeng oleh RENDRA KRESNA, Bupati Malang yang baru saja dilantik pada bulan oktober lalu. Suguhan atraksi menarik kembali diberkan peserta pawai dhadapan para undangan dan beberapa perwakilan Duta Besar dari Mancanegara. Para "Bule" ini pun terkesan dengan festival yang dilaksanakan setahun sekali itu. Mereka mengaku kagum dengan kebudayaan Indonesia yang beragam, khususnya di Kab. Malang dan mereka pun melahap tontonan gratis tersebut hingga usai.

Tak lupa, Kami segenap Kru liputan InfoKepanjen.com mengucapkan Dirgahayu Kab. Malang ke-1250. Semoga terus berjaya, semakin maju, dan sejahtera rakyatnya.

Hajat Kepala SKB Kab. Malang

KabarKongo.com --- Sabtu, 20 Nopember 2010. Bapak Bambang HS  ingkang mandegani Sanggar Kegiatan Belajar ( SKB) Kadipaten Malang  kagungan hajat inggih menika adicara resepsi dhaup palakrama putrinipun kinasih ingkang paring asma  Rara Nimas Nisfulaili Setyaningtyas Ariesti (Lely - Tumpang).  Nimas Lely menika kapundhut garwa dening Raden Mas Indra Bagus Permadi (Indra - Makasar). Adicara menika kalampahan karajut kalian urut reroncenipun adicara ijab Kabul ingkang sampun kalampahan ing  dinten Kamis, 18 Nopember 2010 ing griya Kec. Tumpang.  Nanging adicara panggih pinanganten dipun laksana aken wonten ing Gedung PGRI Kecamatan Poncokusumo Kadipaten malang.

Upacara panggih pinanganten ingkang dipun tindakaken dening Bapak Bambang sarimbit menika  ngagem adat widhi widhana pepanggihan temanten adhat Jawi ingkang kapandu dening pranata adicara Mas Poenk saking Kepanjen.
Urut reroncenipun adicara panggih pinanganten ingkang kalampahan menika antawisipun ;
1)Sasampunipun temanten kakung rawuh ing griya pasamuan, temanten putri jengkar saking tepas wangi kairing dening Bapa biyung kinasih Bapak Bambang dalah Ibu Susilowati tumuju ing ngarsa regol. Kalajengaken adicara liru sekar mayang sakembaran ingkang dipun asta dening kadang saking temanten kakung dalah kadang saking temanten putri. 2)  Adicara candakipun inggih menika hambalang gantal ingkang arupi sirih ingkang karajut dening lawe; 3) Tumindakaken amidhak Kuntala ; 4) Tumuju sasana handita (sesidhuran); 5) Bobot Timbang ; 6) Tanem lenggah temanten ing dampar kencana; 7) Kacar kucur; 8) Dhahar sekul sesarengan ( dulang-dulangan); 9) Unjuk Tirta wening; 10) Mapag rawuhing besan; 11) Sungkeman.

Sasampunipun adicara panggih paripurna, Bapak Sarna (Staf SKB. Kab. Malang) kadhapuk dados jejering pambiwara sesulihipun bapak Bambang HS, ngaturaken sesambetan atur pambagyaharja / atur panampi pasrahipun kulawarga temanten kagung dumateng kulawarga temanten putri.

Adicara ingkang pungkasan inggih punika ramah-tamah. Ing adicara ramah tamah ingkang hamengku gathi Bapak Bambang HS paring pakurmat dhumateng para tamu dalah undangan katuran dhahar dedhaharan ingkang sampun kacawisaken dening badya saha sinoman.

Satunggaling tamu undangan ingkang rawuh inggih menika Bapak/Ibu Sucahyono Kepala BPPNFI Regional IV Surabaya. Kanthi karawuhan Bapak Sucahyono sarimbit, Bapak Bambang HS ingkang hamengku gathi nyuwun dumateng Bapak Sucahyono kapurih hanglantunaken satunggaling tembang nostalgia kairing dening electon.

Dumateng pinanganten kekalih mugya saget dados pinanganten ingkang sakinah, mawadah wa rahmah, ugi saget dados pasangan jejodhoan dumugi kaken-kaken saha ninen-ninen. Amien.

Kamis, 18 November 2010

Wedus Kribo di Qurbankan

KabarKongo.com --  Kalau kita berbicara tentang erupsi Gunung Merapai , pasti mengenal yang namanya wedus gembel. Ini adalah bagian lain dari kisah wedus. Tepatnya wedus Kribo.
Dalam kegiatan penyembelihan hewan Qurban di SMP Negeri 1 Ngajum, ada seekor sapi dan 2 ekor wedus/kambing yang menjadi hewan Qurban. Hewan-hewan ini adalah bagian dari kegiatan pembelajaran siswa agar rela berqurban.
Dari pembelajaran ini diharapkan, siswa dan keluarga besar SMP Negeri 1 Ngajum meniru hakikat dari keimanan kepada Allah SWT, seperti yang diteladani oleh Nabi Ibrahim AS.
Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan seusai kegiatan sholat Ied yang dilaksanakan di lapangan basket. Hampir seluruh siswa mengikuti kegiatan sholat ini.
Ustd. Sholeh dari Ngajum yang menjadi Khotib memaparkan dalam khutbahnya yaitu tentang riwayat terjadinya kegiatan Idul Qurban yang setiap tahun dirayakan oleh umat Islam sedunia.
Oleh Ustd. Sholeh ditegaskan bahwa sebagai seorang pelajar, kegiatan ini juga bersifat positif, terlepas dari sah atau tidak sahnya penyembelihan hewan Qurban yang sifatnya gotong royong. Intinya adalah pembelajaran yang baik itulah yang dikedepankan.
Adapun wedus kribo yang diqurbankan tersebut adalah sumbangan dari Ibu Angga selaku guru baru BP/BK di SMP Negeri 1 Ngajum. Adapun pembagian daging qurban diperuntukkan masyarakat sekitar sekolah dan sekitar rumah bapak/ibu guru yang kurang mampu.
Semoga kegiatan ini bisa menambah iman dan ketaqwaan warga SMP Negeri 1 Ngajum.(admin)

Selasa, 16 November 2010

SMPN 1 Ngajum, Juara I Bola voli di Kota Malang

KabarKongo.c0m --  Setelah 3 tahun berturut-turut Tim Bola voli putri SMP Negeri 1 Ngajum menjadi juara 2 dan pertama pada turnamen Bola voli putri Tingkat SMP/M.Ts. Se-Malang Raya di SMK Negeri 1 Turen.
Dan sejak tanggal 11 Nopember 2010 lalu, tim ini mencoba merambah ke wilayah utara, tepatnya menuju ke kota Malang.


Kebetulan SMK Negeri 1 Malang yang beralamat di Janti Malang, tengah merayakan ulang tahunnya dengan mengadakan turnamen bolavoli se Malang Raya. Dengan berbekal keyakinan,berangkatlah Tim Bola voli SMP Negeri 1 Ngajum dengan persiapan yang boleh dikatakan mendadak.


Beranggotakan tim kelas 7 – 9 diantar dan dibimbing oleh staf kesiswaan (Heru-Guru Penjas), tim ini mengawali pertandingan dengan baik. Setiap tim lawan dikalahkan dengan skor telak yaitu 3-0.


Dalam partai final Tim Ngajum bertemu sesama sekolah SSN di Kabupaten malang, yaitu melawan Tim bolavoli SMP Negeri 1 Wagir yang dipimpin oleh Bapak Parkiyo,M.Si.
Ternyata dalam final inipun Tim Bolavoli SMP Negeri 1 Ngajum yang berlokasi di lereng Kawi ini masih terlalu perkasa bagi Tim SMP Negeri 1 Wagir, yang harus mengakui keunggulan Ngajum.


Piala Juara pertamapun dibawa ke SMP Negeri 1 Ngajum. Piala ini disandingkan dengan piala juara I dan piala bergilir yang diperoleh di SMKN 1 Turen.

Perlu diketahui juga bahwa Piala bergilir turnamen Bolavoli Tingkat SMP/M.Ts Se Malang raya yang dilaksanakan di SMKN 1 Turen kini masih menghiasi ruang kepala sekolah untuk dipertandingkan saat HUT SMKN 1 Turen yang biasanya dilaksanakan bulan Januari-pebruari.

Karena sudah menjadi juara 2 kali berturut-turut, maka jika sekali lagi menjadi juara I, hak milik piala bergilir ini menjadi milik abadi SMP Negeri 1 Ngajum.

Semoga Tim Bolavoli SMP Negeri 1 Ngajum yang dibantu pembinaannya oleh Ibu Anna (guru penjas SD ) ini bisa lebih berprestasi yang lebih tinggi. Amien.


------

Judul Artikel*: SMPN 1 Ngajum Juara I Bola Voli di Kota malang
Foto : Saat Penyerahan Piala Juara kepada Sekolah - diwakili oleh Hari Abrianto,S.Pd. -Kesiswaan

Minggu, 14 November 2010

Aqiqah Putri Bapak Santoso Anggota KomintKongo

Kabarkongo.com --  Ba’da Maghrib, Bapak Santoso sekeluarga mengundang warga PKP2 terutama RT 21-26 plus 2 orang warga RT 43 termasuk kontributor.

Maksud yang tertera dalam undangan adalah tayakuran Aqiqah putrinya yang bernama “  SYAKINAH QUEENZHEE INDAH LAKSMIRA


Anak ini (insert)  adalah putri pertama  bapak Santoso yang lahir pada 15 Nopember 2009 lalu dari istrinya yang bernama Muflik Atik Istri sambung setelah istri pertamanya wafat. 

Sabtu, 13 November 2010

Lirik Jambu alas - Didi Kempot

Kelingan manis eseme trus kelingan ramah gemuyune
Tresno lan kasih kasih sayange karep atiku klakon dadi bojone
Sayange wes duwe bojo nanging aku aku wes kadung tresno
Nelongso rasane ati yen aku ra klakon melu nduweni


Jambu alas kulite ijo sing digagas wis duwe bojo
Ada gula ada semut durung rondo ojo direbut

Sumpah neng batin yen kulo tidak dikawin
Tekating ati ora bakal luru ganti
Sumpah wis janji arep sehidup semati
seneng sedih bareng bareng di lakoni

Jambu alas nduk manis rasane
Senajan tilas tak enteni rondone

Selasa, 09 November 2010

Ubi Gunung Kawi Kulon Metro

KabarKongo.com--Jika Anda menyusuri jalan Kawi Sukun, tepatnya perempatan Kepanjen ke jurusan Blitar hingga barat jembatan Metro. Anda akan melihat beberapa bedak bambu dengan ubi  gunung kawi. Kebanyakan ada tulisan ubi gunung kawi asli. Ubi madu gunung kawi dan sebagainya. Kalau dihitung ada 10 an bedak yang berjualan ubi kawi ini. Kenikmatan rasa ubi Gunung Kawi memang sudah terkenal di mana mana. Setiap orang yang berkunjung ke wisata ritual Gunung kawi, rasanya tidak lengkap kalau pulang tidak membawa oleh oleh khas dari gunung kawi.

Tapi yang perlu digaris bawahi di sini adalah siapa pioner penjual ubi gunung kawi ini di Kepanjen? Jawabnya adalah Mas Tatok dengan Mbak Tari istrinyalah orangnya. Kebetulan memang Mbak Tari ini asli wong Gunung Kawi.
Di awali kurang lebih 24 tahun lalu, Mas Tatok dan istrinya membangun usaha jula ubi dengan mengusung nama  UD. Lestari. Mereka berdua sempat merasakan saat jaya-jayanya jual ubi Gunung Kawi di saat orang lain belum ada yang membuka usaha serupa. Dan dari hasil jual ubi ini pula mereka bisa menyekolahkan dan mengkuliahkan 2 putra-putri mereka.
Pelanggan ubi UD Lestari  sudah tersebar di beberapa daerah. Kebanyakan pelanggan mereka adalah orang-orang bermobil.  Kebanyakan pelanggan berasal dari arah barat (Blitar) dan mampir karena kebetulan lewat di depan UD.Lestari namun tak jarang karena mereka sebagai pelanggan ubi gunung kawi di sini.

Selain di jual sendiri, ternyata Mas Tatok juga  sebagai penyuplai Ubi Gunung Kawi untuk daerah Trenggalek, Tulungagung hingga Pulau Dewata Bali.
Katanya, sekarangpun  masih banyak pesanan ubi ini dari Bali yang jumlahnya tidak sedikit bisa sampai 2 ton. Namun mas Tatok tidak sanggup untuk menerima pesanan itu karena keterbatasan stok ubi gunung kawi sendiri. Ini bisa terjadi karena banyaknya  petani Ubi Gunung kawi yang beralih profesi.
´ Waduh mas, saiki angel nggolek petani telo. Sejak ono pabrik susu gek nduwur, akeh wong-wong ku sing milih nandur suket gajah gawe pakan sapi. Jarene 3 ulanae wis panen, gak usah nunggu 6 ulan koyo nandur telo, ” jawab Mas Tatok saat reporter tanya bangaimana stok ubi Gunung Kawi sekarang ini.
” Opo maneh ono sing ngrusak pasaran, telo didol Rp. 10.000,- / telung unting. Teko endi iku itungane? ”
” Tapi nek sing tuku ngerti, telo sing tak dol karo sing di dol wong-wong iku beda. Contone iki lho mas,  pean tak wenehi ngerti,” kata Mas Tatok sambil mengambil 2 buah unting ubi yang tidak sama diletakkan di depan saya.

Katanya, antara ubi yang dipupuk organik dengan yang dipupuk urea itu beda, yang dipupuk urea ubinya sangat keras dan untuk memasaknya bisa berjam-jam serta tidak tahan lama. Beda dengan yang dipupuk biasa.
Selain menyediakan ubi untingan 2 kg yang dihargai Rp. 7.500,- an, UD. Lestari juga menyediakan besek sedang dan besek besar. Untuk ubi besek sedang dihargai Rp. 50.000,- per besek  dan yang besar Rp. 100.000,-  per besek. Di tempat ini pula pembeli bisa mendapatkan ubi yang sudah dimasak. Per beseknya dijual dengan harga Rp. 5.000,-Pembeli tinggal menyantap dan merasakan rasa manisnya ubi gunung kawi hasil masakan UD. Lestari mungkin akan lain jika memasak sendiri. Ternyata  memasak ubi gunung  kawi ini memang ada triknya tersendiri, mengapa bisa terlihat seperti berminyak. Kalau menginginkan, Anda bisa juga memesan ubi masak di UD Lestari ini untuk keperluan hajatan atau pesta yang menginginkan hidangan ubi gunung kawi.

Nah. Siapa yang ingin beli ubi gunung kawi asli berikut cara memasaknya, silahkan mampir di UD. Lestari yang berada tepat di barat jembatan kembar Metro Kepanjen. Anda akan ditunjukkan mana ubi yang manis dan mana yang biasa. Anda pasti  dijamin puas dan tidak akan kecewa. Karena UD. Lestari ini menerapkan slogan ” Jangan kecewakan pembeli ” (admin).

Senin, 08 November 2010

Yang Baik Harus Kembali Baik

Setahun lalu, saat kondisi jalan di Kepanjen Permai II yang beraspal banyak berlubang dan kondisi  selokan  masih berantakan, warga berusaha untuk menata jalan agar nyaman untuk sekedar berjalan kaki ataupun naik motor. Dalam acara rembug warga akhirnya diputuskan  bahwa jalan akan dipaving dan masing-masing warga dikenai biaya paving dan pemasangan yang habisnya kira-kira Rp. 700.000,-. untuk ukuran 7 x 2 m2. Jika rumahnya di pojok tentunya biaya yang dikeluarkanpun bertambah sesuai dengan ukuran tanahnya.

Untung saja ada donatur yang sanggup mengerjakan lebih dahulu, sehingga warga bisa mencicil biaya yang dikeluarkan. Akhirnya jadilah jalan di depan rumah warga berpaving semua dan nyaman jika untuk berjalan. Sudah tidak ada lagi pedagang bakso yang mengalami kejadian rombongnya roboh seperti dulu.

Kondisi ini nampaknya tidak akan berubah, paving-paving yang terpasang akan semakin lengkap. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Sejak beberapa warga yang airnya keruh karena rumahnya mewah = mepet sawah, dan ada PDAM yang mencari pelanggan baru. Ternyata tanpa babibu, paving yang terpasang rapi itu dibongkar di kanan dan kiri jalan kampung. Kok aneh ya? memasang pipa air yang belum tentu ada  pelanggannya PDAM sampai memasang 2 paralon besar-besar. Kok tidak hanya di satu  sisi jalan saja.
Dan anehnya lagi, bapak Ketua RT pun tidak pernah mengumpulkan warga untuk  minta pertimbangan bagaimana baiknya? Sehingga beberapa warga yang ditemui reporter kabarkongo.com ini ada yang ngedumel.

" La iyo yok opo karepe iki? Dalan apik-apik dibongkari. Awas yo lek paving gak mbalik koyok asale biyen ".  keluh Kang Mijan  sambil membuang pontung rokoknya. Rupanya Kang Mijan kesal betul.
" Yo didelokae kang, dienteni sak marineae, opo PDAM gelem mbalikno maneh koyok biyen. Nek gak mbalik yo tak lapornoae nang YLKI.Mosok kanggo wong telu utowo wong papatae sampek mbongkar kabeh sak dowone dalan." kata Pardi pembicaraan. Kondisi ini berjalan beberapa hari, orang-orang pelanggan warkop yang bukan warga perumahanpun sama-sama mengeluarkan pendapatnya sendiri-sendiri. Semua menyalahkan pak RT, kenapa gak ngajak rembugan warga. Mestinya sebelum dilaksanakan pemasangan pipa PDAM, ya minimal ada pemberitahuan.

Yo wis opo jare cak-cak, wong iki yo dalan-dalan riko, omah-omah riko, apik elek yo jare riko, yo sing penting pean podho rukun sak warga. Ojo sampek dadi omongan lan ojo sampek ke dowo-dowo." Cak Parto yang tadi mendengarkan pembicaraan ikut menimpali.

" Wis ra usah ribut cak, sing penting yo cak, ayo podho ndang diombe kopi, kopine kang Maridjan iki wenak tenan. Kopine ... kopi wangi.. opo maneh sing nggoreng  sik prawan tur wangi pisan. hehehe."
" Lambemu No..No."

Minggu, 07 November 2010

Bakso Kepala Sapi Pak Comet ="( Kulon Metro)"

Di luar daerah, bakso asal Malang sudahlah sangat terkenal. Bahkan orang Jakartapun mengakui akan kelezatan dan kenikmatan baksonya orang Malang. Seperti  kata (maaf) Ustd. Jefri Al Bukhori yang pernah memberi Tauziah di SMA Islam Kepanjen. Saat diajak makan di restoran, beliau malah minta bakso dari Malang  yang katanya terkenal . Kalau kita lihat sekarang ini banyak kedai  bakso di kota Kepanjen . Para penikmat bakso tinggal pilih menu dan rasa bakso yang paling disukai rasanya.

Kini ada satu lagi kedai bakso yang hadir menyemarakkan menjamurnya kedai bakso di wilayah kota Kepanjen. Siapa lagi kalau bukan bakso “Kepala Sapi Pak Comet”. Hadir di wilayah paling barat kota Kepanjen menjadi-satu-satunya kedai bakso terbesar di daerah Talangagung-Jatiketo. Tempat yang strategis dengan tempat parkir yang nyaman menjadi salah satu pertimbangan bagi penikmat bakso untuk mampir dan menikmati bakso dengan rasa sapi yang lezat, renyah  dan rendah kolesterol.

Jika Anda berkendara dari kota Kepanjen ke arah Blitar, sesampai di tugu batas kota Kepanjen Anda akan langsung melihat papan nama besar Bakso Kepala Sapi. Lokasinya tepat di ujung barat perumahan Kepanjen Permai II atau Perumahan Kodok Ngorek (Kongo) .Di Kedai bakso ini pula Anda bisa menikmati beberapa jajanan dan kebutuhan Anda sehari-hari.. Karena kedai bakso ini menjadi satu dengan  mini market Comet Maret milik Pak Bambang Sumedi ini.
“Anda jangan mudah percaya dengan cerita orang, datang dan rasakan kenikmatan Bakso Kepala Sapi ini. Jika Anda puas ceritakan kepada rekan dan relasi Anda, namun jika Anda kurang puas dengan rasa dan pelayanan kami silahkan  tegur saya ”, begitu kata Pak Bambang  sebagai pemiliknya ketika ditanya kiat mengembangkan bakso Kepala Sapi ini.
 Ternyata harga bakso Kepala Sapi ini tidak mahal, hanya dengan Rp. 5.000,- saja Anda bisa menikmati  bakso Kepala Sapi ini. Ketika Pimpinan Tim infokepanjen.com datang menyamar sebagai pembeli. Beliau sempat berkomentar kepada saya kalau baksonya enak juga. “ Mak Nyus rasanya “, katanya
" Nah, kami tunggu kedatangan Anda semua, dijamin puas ". (admin)

Keanehan letusan Merapi

Kabarkongo.com--Letusan Gunung Merapi tahun ini sangat berbeda dengan letusan yang terjadi pada 2006, 2001, dan 1997. Ada yang tidak biasa pada letusan kali ini. "Memang, Merapi tahun ini aneh," Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Kementerian ESDM, Surono, kepada VIVAnews.com, Senin 1 November 2010.

Keanehan itu terlihat pada saat letusan besar kedua yang terjadi pada Sabtu dini hari 30 Oktober 2010. Merapi mengeluarkan suara. Suara dentuman yang keras yang membuat semua orang panik. Termasuk tentara, polisi, petugas evakuasi, apalagi pengungsi. Semua panik. "Dalam sejarahnya, Merapi memang tidak pernah mengeluarkan suara dentuman," ujar Surono.

Apa penyebabnya? Menurut Surono, itu adalah proses eksplosif biasa. Dan suara keras itu diduga berasal dari kandungan gas yang terkandung dalam magma di perut Merapi. Surono mengakui, karakter Merapi itu bukan seperti gunung berapi lainnya yang mengeluarkan suara seperti petasan saat meletus.

Apakah ini karena energi yang sangat besar terkandung di dalam Merapi? "Saya sudah prediksi sejak awal, energi Merapi kali ini memang lebih besar dari 1997, 2001, dan 2006. Apakah ini salah satu bentuknya? Saya belum bisa pastikan," Surono menjelaskan.

Bencana Merapi yang terjadi pada Selasa 26 Oktober 2010 petang, sekitar pukul 18.02 WIB, menewaskan 34 orang termasuk Redaktur Senior VIVAnews.com, Yuniawan Wahyu Nugroho. Saat ini, jumlah pengungsi letusan gunung Merapi sekitar 29 ribu orang yang terbagi di 28 titik tempat penampungan akhir (TPA).

Maka itu, Surono kembali mengingatkan pemerintah daerah setempat untuk bersikap tegas kepada warga pengungsi. Area 10 kilometer dari puncak Merapi harus steril.

"Jangan sampai ada warga yang naik lagi ke atas untuk mencari makan buat ternaknya. Kondisi Merapi ini bukan lari jarak pendek. Kami ingin mencapai finish yang baik," kata Surono memberi analogi.

sumber viva news