Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Minggu, 17 Oktober 2010

WTS di desa Palaan Ngajum


Kabarkongo.com - Bagi warga Ngajum dan sekitarnya, istilah WTS ini sudah sangat populer. Bahkan sampai juga ke telinga warga Kepanjen dan sekitarnya. Apalagi bagi yang terbiasa berpelesir ke daerah kaki gunung Kawi. Tak jarang mereka menyempatkan diri mampir ke WTS ini. Pelanggannya adalah para pegawai koperasi, pegawai bank, pegawai negeri dan masyarakat umum.

Anda jangan negaif thinking dulu dengan istilah WTS di Palaan Ngajum ini, karena istilah WTS hanyalah inisial dari Warung Tengah Sawah milik Bapak Sapari warga desa Ngasem kecamatan Ngajum.

Pada awalnya, WTS didirikan di pinggir persawahan jalan poros Talangagung menuju Gunung Kawi. Untuk menemukan WTS ini sangatlah mudah. Kira-kira 3 km dari perempatan Talangagung ke arah Ngajum dan Gunung Kawi, setelah memasuki areal persawahan wilayah desa Ngasem dan Palaan kita akan langsung tahu keberadaan WTS.

Apalagi ada bau khas saat kita berada di dekat WTS ini. Bisa dipastikan akan tergoda keinginan untuk mampir. Apalagi saat juru masak sedang menggoreng ikan. Bau menyengat dan gurih mengalir melewati rongga hidung. Sedap dan maknyus baunya.

Kalau tidak salah WTS ini dibuka sekitar tahun 2004-2005, didirikan sejak pemiliknya kalah bersaing dalam pemilihan kepala desa. Seiring dengan perjalanan waktu, WTS semakin berkembang, pelanggannya semakin banyak. Saat ini WTS sudah membuat tempat untuk bias makan dengan santai. Empat buah gasebo dengan atap daun tebu membuat pelanggan bias lebih santai sambil menikmati masakan.

WTS ini buka jam 07.00 WIB hingga sore kadang malam hari. Di warung ini tersedia berbagai macam masakan sayur ayam pedas, ikan lele, ikan mujair , ayam goreng, bebek goreng serta segala macam masakan bersantan dan bening didukung dengan segala minuman tapi bukan minuman keras. Bagi orang yang terbiasa dengan ukuran nasi yang over atau suka nasi campur jagung juga disediakan. Yang untung lagi, pelanggan bisa mengambil sendiri kebutuhan nasi untuk ukuran perut pelanggan.. Nah, kalau ada yang belum sempat mampir. Gak ada salahnya untuk mencoba kuliner ini.( po3nk)

0 komentar: