Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Minggu, 31 Oktober 2010

Liputan langsung Festifal Band Pelajar Se- Malang raya

Kabarkongo.com  --  Berikut ini saya sajikan liputan langsung kegiatan Festival Band Pelajar Se-Malang raya yang diadakan oleh SMP Islam Kepanjen dan SMK Islam Kepanjen.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00. WIB. Yang membuka kegiatan adalah Bapak Ir. Holidin yang bertindak mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kab. Malang. Setelah memberikan sambutan tentang dukungan pelaksanaan kegiatan ini, Bapak Holidin melepas balon kegiatan Festival Band Pelajar se-Malang raya oleh SMP Islam Kepanjen dan SMK Islam Kepanjen. 


Pada mulanya kegiatan ini berjalan lancar karena kondisi saat itu panas terik. Dan baru break saat adzab dhuhur, Menurut rencana kegiatan akan dimulai lagi pada pukul 13.00 WIB, namun rupaya cuaca sangat tidak mendukung. Hujan turun dengan derasnya, ini memaksa break  bertambah panjang karena kondisi sangat tidak memungkinkan. Semua peralatan ditutup dengan penutup seadanya.


Setelah hujan reda dan persiapan dilakukan lagi, kegiatan ini baru dapat dilaksanakan kembali pada pukul 15.30 WIB. Kali ini peserta yang tampil adalah nomor peserta 20 dari 39 peserta. Dan saat break kembali memasuki waktu shalat Maghrib, peserta yang sudah tampil adalah 25 peserta. Barulah setelah Maghrib tepatnya jam 18.30 WIB, kegiatan ini dimulai lagi. Baru 5 peserta Band tampil ternyata ada gangguan teknis dari diesel yang digunakan. Ini memaksa festival ini harus berhenti untuk dilaksanakan perbaikan. Perbaikan ini memakan waktu kurang lebih satu jam. Dengan kejadian ini memaksa agar seluruh peserta yang belum tampil bersabar menunggu waktu tampil.

Setelah itu barulah kegiatan festival ini berjalan lancar dan berakhir pada pukul 21.30 WIB. Di saat dewan juri merekap hasil penilaian, penonton dihibur dengan sebuah tampilan Dance SMK Islam. Setelah itu tampil pula Band SMP Islam Kepanjen dan diakhiri dengan penampilan bintang tamu “ Orpheus Band ” dari Malang.

Di akhir acara sebelum pengumuman pemenang, Drs. Nadjib selaku Kepala SMP Islam Kepanjen  melakukan sambutan sekaligus menutup kegiatan Festival Band Pelajar se-Malang Raya ini. Hasil lengkap pemenang di berita lain kabarkongo.com (admin)

Hasil Festifal Band Pelajar Se- Malang Raya


Pada saat technical meeting, sebenarnya panitia menetapkan dalam festival pelajar SMP dan SMA ini akan diambil juara  I sd. III dari seluruh peserta. Namun nampaknya ada Pembina SMP yang merasa keberatan dan minta disendirikan.
Akhirnya panitia memutuskan pemenang SMP dan SMA disendirikan, namun untuk kategori SMP hanya memperoleh piala dan piagam beda dengan SMA, nilainya pun oleh dewan juri dibedakan.
Hasil akhir festival band pelajar yang dijuri oleh Pak Ipoet dan Mas Yoppy dari Malang yang juga juri festival  band umum Jawa Timur ini adalah :.

Tingkat SMP:
  1. Juara I : Crystal Band  No. Peserta 10
  2. Juara II : Green Factor Band No Peserta 25
  3. Juara III : TGP Boys  Band   No. Peserta 24

Tingkat SMA :
  1. Juara I : Seven Segmen Band  No. Peserta 10
  2. Juara II : Fellow Band No Peserta 25
  3. Juara III : Vanka Billy Band No. Peserta 24

Perlu diketahui bahwa kriteria penilaian dewan juri meliputi : Bobot lagu, Penguasaan, Harmonisasi, Teknik dan Performance. (admin ).

Liputan langsung Festifal Band Pelajar Se- Malang raya

Kabarkongo.com -- Berikut ini saya sajikan liputan langsung kegiatan Festival Band Pelajar Se-Malang raya yang diadakan oleh SMP Islam Kepanjen dan SMK Islam Kepanjen.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00. WIB. Yang membuka kegiatan adalah Bapak Ir. Holidin yang bertindak mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kab. Malang. Setelah memberikan sambutan tentang dukungan pelaksanaan kegiatan ini, Bapak Holidin melepas balon yang disiapkan panitia. 
Pada mulanya kegiatan ini berjalan lancar karena kondisi saat itu panas terik. Dan baru break saat adzab dhuhur, Menurut rencana kegiatan akan dimulai lagi pada pukul 13.00 WIB, namun rupaya cuaca sangat tidak mendukung. Hujan turun dengan derasnya, Sehingga dengan kondisi terop yang pas-pasan, dikhawatirkan perangkat sound system maka dengan terpaksa kegiatan mengalami break panjang menunggu hujan reda.

Kamis, 28 Oktober 2010

Penampakan hantu terekam kamera

Kabarkongo.com-Malang ---Astaghfirullah... Penampakan makhluk halus berpakaian putih dengan rambut panjang terlihat jelas dalam sebuah foto yang diambil M Fahmi, sopir ambulans Puskesmas Aur Kuning, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Dengan cepat foto tersebut beredar di seluruh Kecamatan Sungai Laur. Tribun Pontianak memperoleh foto tersebut dari staf humas Pemerintah Kabupaten Ketapang, A Rahman, Minggu (17/10/2010). Seperti yang tampak di atas adalah 2 potongan foto. Sebelah kiri foto seluruhnya, sebelah kanan potongan foto dan sedikit diperbesar.
Rahman menuturkan, awalnya dia tidak percaya soal penampakan foto itu. Tapi sosok mahkluk halus berambut panjang menyerupai seorang perempuan tersebut tampak sangat jelas.
"Aku dapat foto ini langsung dari M Fahmi. Waktu sama-sama dengan Bapak Bupati Henrikus, awal bulan ini, saat kunjungan kerja ke sana. Dia tunjukkan foto itu, eh, langsung merinding bulu kuduk kami semua," tutur Rahman.
Informasi yang dia peroleh dari Fahmi, foto ini dijepret menggunakan kamera telepon seluler merek Nokia tipe N. Dilihat sepintas, hasil jepretan itu tak menampakkan sesuatu yang aneh.
Tapi setelah dicermati, sosok makhluk halus ini rupanya ikut terekam. Foto itu dijepret di satu warung di desa setempat. Konon, kata Rahman, mengutip cerita Fahmi, daerah tersebut tergolong angker.
Contohnya di rumah Camat Sungai Laur yang kini tidak ditempati dan dibiarkan kosong. Rumah dinas tersebut tak jauh dari warung tempat diambilnya foto ini.
"Mereka bilang sering ada penampakan. Fahmi bilang foto itu diambil sekitar dua minggu sebelum kunjungan kerja bupati. Jadi belum lama dan satu dari yang ikut kunjungan bupati, pernah melihat penampakan di pohon pinang merah di sebelah rumah dinas tersebut. Kami pun semakin ketakutan," ungkap Rahman.
Tapi, dia tidak lantas menerima mentah-mentah foto tersebut. Dan, sempat mempertanyakan apakah asli atau palsu. "Fahmi bahkan sampai besumpah-sumpah kalau foto itu tak ada rekayasanya. Sampai sekarang antara percaya dan ndak percayalah," kata Rahman. (Rihard Nelson)
LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH...
Judul Artikel*: Hantu Terekam Kamera, Bupati pun Merinding
Kategori Artikel*: Berita Nasional

Kabar dari Mentawai

kabarkongo.com---Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mentawai, Sumatra Barat, mencatat korban tewas akibat gempa dan tsunami yang ditemukan berjumlah 286 orang. "Hingga Kamis (28/10) pukul 09.30 WIB, korban tewas akibat gempa dan tsunami yang telah ditemukan sebanyak 286 orang, sedangkan warga hilang berjumlah 252 jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Joskamtir yang dihubungi dari Padang, Kamis (28/10).

Menurutnya, pemberitaan mengenai jumlah korban tewas berjumlah 311 orang tidaklah benar. "Kami tidak tahu dari mana sumber beritanya," katanya. Sedangkan korban yang luka parah dan ringan berjumlah 200 orang. Mereka saat ini dirawat Puskesmas Kecamatan Sikakap. "Saat ini stok obat-obatan di Puskesmas mulai menipis, korban luka terus bertambah," kata Joskamtir.

Gempa tersebut, katanya, juga mengakibatkan rusaknya 15 unit sekolah, 10 berupa gereja dan 225 rumah warga. Fasilitas umum yang rusak yakni 10 jembatan, dan jalan P2D sepanjang 8 Km tidak bisa dilalui. Dua pulau juga dilaporkan mengalami kerusakan parah yakni Pulau Pagai Selatan dan Pagai Utara.

Puluhan rumah di dua pulau tersebut rusak parah. Desa yang terparah mengalami kerusakan dari dua pulau tersebut adalah Desa Muntei Baru, Pagai Selatan, Mentawai. "Jumlah korban dinyatakan hilang di Munte Baru tercatat 73 orang, yang 67 di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal," katanya.

Dia menambahkan, kondisi dua pulau yang porak-poranda akibat gempa dan Tsunami terkendala akses jalan dan komunikasi. "Kami belum banyak mendapatkan laporan dalam penanganan korban akibat gempa dan Tsunami," katanya. Gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang Sumatra Barat Senin, (25/10) pukul 21.42 WIB. Pusat gempa berada di 3.61 LS - 99.93 BT berkedalaman 10 kilometer.
 
Red: D.Poerwa 
Sumber: antara

Rabu, 27 Oktober 2010

Cerita relawan pengevakuasi Mbah Maridjan

INILAH.COM, Sleman - Seorang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) wafat bersama 15 orang lain di sekitar rumah juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan. Relawan itu tewas terkena awan panas ketika akan menjemput Mbah Maridjan.

"Relawan PMI tersebut bernama Tutur Priyono dan kini berada di Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito Yogyakarta," kata Sekretaris PMI Kecamatan Pakem Wahyu Dwi Hantoro, Rabu (27/10/2010).

Menurut dia, Tutur tewas saat akan menjemput Mbah Maridjan. Tutur terkena awan panas Gunung Merapi.

Saat ini jenazah korban awan panas Gunung Merapi yang tewas di sekitar rumah Mbah Maridjan tengah diidentifikasi di RS Dr Sardjito Yogyakarta. Hingga saat ini baru berhasil diidentifikasi sebanyak sembilan korban meninggal akibat awan panas.

Termasuk di antara korban yang ditemukan meninggal ialah wartawan Vivanews Yuniawan Wahyu Nugroho alias Wawan. Bekas wartawan Suara Pembaruan dan Koran Jakarta itu tengah menjalankan tugas kantornya untuk wawancara khusus dengan Mbah Maridjan.

Wawan sempat turun setelah bertemu Mba Maridjan Selasa (26/10) lantaran wedhus gembel atau awan panas mulai meluncur ke area sekitar lereng gunung yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah itu. Bersama relawan dari PMI, Wawan naik lagi untuk menjemput Mbah Maridjan.

Sebagaimana diberitakan, lokasi kediaman Mbah Maridjan di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, hanya berjarak lima kilometer dari puncak letusan Gunung Merapi. Hal ini sangat mengancam keselamatan.

Awan panas atau disebut wedus gembel sudah menyelimuti wilayah itu. Tadi malam, Mbah Maridjan sempat ditemui tim evakuasi. Ketika diajak meninggalkan rumahnya, ia menolak.

Sebagai juru kunci, Mbah Maridjan tak pernah mau meninggalkan Gunung Merapi. Lelaki renta berusia 83 tahun ini pernah mengatakan, "Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam".

Pukul 05.00 WIB hari ini, Mbah Maridjan ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya dalam posisi sujud. Tubuhnya mengalami luka bakar.

Pemimpin Amanah Mbah Maridjanlah orangnya

INILAH.COM, Jakarta - Mbah Maridjan wafat di gunung yang sejak 40 tahun lalu selalu ia jaga dengan baik. Keberanian tokoh taat beribadah dalam menjaga Gunung Merapi ini, contoh langka sebagai pemimpin masyarakat kecil yang amanah.

Saat ini, jenazah Mbah Maridjan disemayamkan di RS Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/10). Sebelumnya, tim evakuasi menemukan Mbah Maridjan wafat dalam posisi sujud.

"Ditemukan di dapur, posisinya sujud," kata anggota Tim SAR, Suseno, saat ditemui di RS Sardjito.

Lokasi kediaman Mbah Maridjan di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman hanya berjarak lima kilometer dari puncak letusan Gunung Merapi. Hal ini sangat mengancam keselamatan Mbah Maridjan.

Awan panas atau disebut wedus gembel sudah menyelimuti wilayah itu. Selasa (26/10), sekitar pukul 22.00 malam, Mbah Maridjan sempat ditemui tim evakuasi. Ketika diajak meninggalkan rumahnya, ia menolak. Padahal saat itu ia sudah dalam kondisi lemas.

Saat itu, kondisi jalan menuju rumah Mbah Maridjan sangat mencekam, karena terbakar. Hawa juga terasa panas. Banyak pohon bertumbangan dan mayat bergelimpangan di dekat rumah Mbah Maridjan.

Sebagai juru kunci, Mbah Maridjan memang tak pernah mau meninggalkan Gunung Merapi. Lelaki renta berusia 83 ini pernah mengatakan, "Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam."

Mbah Maridjan yang bernama asli Mas Penewu Suraksohargo, ini lahir di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman pada 1927. Ia mendapat amanah sebagai juru kunci dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Setiap Gunung Merapi akan meletus, warga setempat selalu menunggu komando dari beliau untuk mengungsi.

Ia mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada 1970. Jabatan sebagai juru kunci lalu ia sandang sejak 1982.

Sejak kejadian Gunung Merapi mau meletus pada 2006, nama Mbah Maridjan menjadi terkenal. Saat itu Gunung Merapi memang diperkirakan akan meletus dan menumpahkan lahar panasnya dalam hitungan hari.

Hiruk pikuk warga dan pemerintah terlihat dengan semakin meningkatnya status dan aktivitas gunung berapi paling aktif di dunia ini. Namun Mbah Marijan tetap tenang, seolah Merapi tak tengah mengancamnya.

Keberaniannya ini memunculkan spekulasi bahwa lelaki tua ini sangat sakti, memiliki 'ilmu' sangat tinggi sehingga puluhan tahun sudah mengemban tugas berat dari Sri Sultan untuk menjadi juru kunci Merapi. Padahal, Mbah Maridjan hidup seperti kebanyakan warga Gunung Merapi, tinggal di rumah sederhana, dan sesekali sepasang kakinya yang mulai rapuh mendaki Gunung Merapi.

Ia pun sering didapati sedang duduk berdzikir di masjid yang ada di depan rumahnya.

Mbah Marijan memang selalu tampil tenang. Ia tak menganggap kepulan asap di puncak Merapi sebagai ancaman. Meski demikian ia tetap meminta warga waspada.

Lelaki yang tak mau berbahasa Indonesia ini tak ingin menjawab secara tegas ketika pertanyaan mengarah kepada kemungkinan meletusnya Gunung Merapi pada 2006. Baginya, Allah belum memberi petunjuk berupa tanda-tanda akan meletusnya Merapi sehingga ia tak meminta warganya turun dan mengungsi.

Kenyataan ini sungguh berlawanan dengan pernyataan Sri Sultan HB X yang meminta warga di lereng gunung segera mengungsi. "Jika Sultan meminta warga turun, berarti itu yang bicara bukan Sultan, melainkan Gubernur," ujar Mbah Maridjan.

Ketika itu Mbah Marijan justru berharap Sultan dan pemerintah daerah mengizinkannya melakukan doa bersama memohon keselamatan agar Merapi tak 'marah'. Bagi Mbah Marijan, yang dimaksud doa bersama itu tidak mesti membuat acara besar seperti layaknya acara 'selamatan' di kampung-kampung dengan mengundang banyak orang.

"Cukup semua masyarakat bersama-sama berdoa, boleh dari rumahnya masing-masing, meminta kepada Allah agar Merapi tak jadi meletus," ujar Mbah Maridjan.

Sejak Senin (25/10), pemerintah menyatakan status 'Waspada Merapi'. Pemerintah pun mengungsikan para warga yang tinggal di sekitar gunung itu.

Namun Mbak Maridjan tetap bersikukuh tinggal di rumah. "Saya masih kerasan dan betah tinggal di sini. Kalau ditinggal, nanti siapa yang mengurus tempat ini," kata Mbah Maridjan.

Meski demikian, ia meminta warga menuruti imbauan pemerintah. "Saya minta warga untuk menuruti perintah. Mau mengungsi ya, monggo," kata dia.

Mbah Maridjan justru berpendapat, jika ia pergi mengungsi, dikhawatirkan warga akan salah menanggapi lalu panik. Mereka dikhawatirkan mengira kondisi Gunung Merapi sedemikian gawat.

"Sebaiknya kita berdoa supaya Merapi tidak batuk," kata dia.

Warga juga diimbau memohon keselamatan pada Tuhan, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan kalau nantinya Merapi benar-benar meletus.

Kapan Merapi meletus menurut Mbah Maridjan?
Mbah Maridjan mengaku tak tahu. Apalagi, ia tak punya alat canggih seperti yang dimiliki Badan Vulkanologi.

"Hanya Tuhan yang tahu kapan Merapi akan meletus. Saya tidak punya kuasa apa-apa," jawab dia.

Dan kini Merapi telah meletus. Membawa nyawa juru kunci yang selalu amanah menjaga.
Selamat jalan, Mbah Maridjan.

Mbah Maridjan dipastikan meninggal

Mbah Maridjan ditemukan wafat di dapur rumahnya dalam posisi sujud pukul 05.00 WIB, Rabu (27/10/2010). Tubuh sang juru kunci Gunung Merapi itu luka bakar akibat awan panas.

Jenazah Mbah Maridjan kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Dr Sarjito Yogyakarta. Foto yang dilansir beritajatim.com memperlihatkan jenazah Mbah Maridjan yang telah dievakuasi dalam posisi sujud.

Lokasi kediaman Mbah Maridjan terletak di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Kediaman juru kunci bergelar Mas Panewu Suraksohargo itu hanya lima kilometer dari puncak letusan Gunung Merapi.

Kemarin malam, Mbah Maridjan sempat ditemui tim evakuasi. Ketika diajak meninggalkan rumahnya, ia menolak. Sebagai juru kunci, Mbah Maridjan tak pernah mau meninggalkan Gunung Merapi. Lelaki renta berusia 83 tahun ini pernah mengatakan, "Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam".

Selasa, 26 Oktober 2010

Hati-hati melabeli anak

Dalam keadaan "lupa diri" akibat emosi yang meluap kerap terlontar kata-kata yang memberi label pada anak. Entah "anak bandel", "anak penakut", "anak cengeng", dan sebagainya. Menurut ahli, pemberian label/cap atau juga disebut stigma akan memberi bekas dalam diri anak dan mempengaruhi pembentukan konsep dirinya.

Bagi anak, label tersebut adalah suatu imej diri bahwa aku seperti itu. Jadi, lama-lama akan terbentuk dalam benaknya, "Oh, aku ini bandel, toh." Apalagi, kata dra. S.Z. Enny Hanum, bila si pemberi label adalah orang yang mempunyai kedekatan emosi dengan anak semisal orang tua atau pengasuhnya, pengaruhnya akan sangat besar dan cepat buat anak. "Anak akan jadi ragu pada dirinya sendiri, 'Oh, jadi aku seperti itu. Orang tuaku sendiri mengatakan demikian, kok.'"

Sekalipun di usia prasekolah anak belum memahami makna sebenarnya dari kata-kata label itu, namun ia bisa merasakan sesuatu yang tak nyaman dengan dilontarkannya label itu. "Ia seakan-akan tak diterima dengan adanya label itu, ada sesuatu yang ditolak," terang Enny. Jadi, anak tak tahu apa itu label baginya. Ia hanya merasakan sebagai sesuatu yang tak mengenakkan, merasa tak nyaman.

Namun bukan berarti ia akan diam saja. Ia akan melampiaskan perasaan tak nyaman itu dengan berbagai cara sebagai bentuk protes. Tapi bentuk protesnya berbeda dengan anak remaja yang kalau dibilang "nakal" malah sengaja dibikin nakal, "Ah, sekalian aja aku nakal karena aku sudah kadung dicap demikian." Melainkan dalam bentuk mengompol (padahal sebelumnya anak sudah tak mengompol), mimpi buruk, menangis, menggigit-gigit kuku, menolak mengerjakan sesuatu, dan sebagainya.

Penting diketahui, perilaku/reaksi demikian juga akan muncul bila anak menemukan suatu situasi yang hampir mirip dengan di rumah. Misalnya, ia diperlakukan tak adil atau tak dimengerti di luar, maka ia akan mengompol lagi, menggigit-gigit kuku lagi, mengambek lagi, dan sebagainya. Tak demikian halnya bila ia menemukan situasi dimana ia merasa dipahami, dimengerti, dan komunikasinya menyenangkan, maka perilaku protesnya tak akan keluar.

Nah, bila anak semakin sering protes dan orang tua pun jadi makin sering marah, tentunya label tersebut akan juga semakin sering dilontarkan. Kalau sudah begitu, lambat laun akhirnya anak percaya bahwa dirinya memang nakal, misalnya. Konsep dirinya jadi salah. Kita tentu tak ingin si Upik atau si Buyung memiliki konsep diri yang salah, bukan?

Jikapun memberi label, "sebaiknya dijelaskan dalam hal apa ia nakal atau jeleknya karena bisa saja anak melakukan sesuatu dalam niatan yang lain," terangnya. Orang tua harus menyebutkan apa kesalahan anak sehingga ia dikatakan nakal. "Kalau ia mengganggu adik, misalnya, jelaskan bahwa kamu mengganggu adik padahal waktunya adik tidur. Jadi, anak diberi tahu, nakalnya kamu itu karena mengganggu adik."

Dengan demikian anak tahu kenapa dirinya dikatakan nakal, sehingga dapat mencegah terjadinya pembentukan konsep diri yang salah. Selain itu, lanjut Enny, sebaiknya orang tua juga memberlakukan berbagai aturan di rumah. Bila aturan dilanggar, ada sangsinya; sebaliknya, bila dikerjakan, ada rewards. Tentu sebelumnya aturan tersebut sudah dibicarakan dengan anak sehingga ia memahaminya.

Minggu, 24 Oktober 2010

SDN Kepanjen 03 memborong juara Puisi dan Lukis


Kabarkongo.com - Malang    

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, SMP - SMK Islam Kepanjen memnbuat sebuah kegiatan lomba khusus untuk siswa-siswi SD/MI se kecamatan Kepanjen. Maksud dan tujuan kegiatan ini, selain memperingati Sumpah Pemuda adalah sebagai ajang promosi pada kegiatan Penerimaan SIswa Baru untuk Tahun pelajaran mendatang.  Menurut Drs. Nadjib selaku Kepala Sekolah SMP Islam, kegiatan yang berhubungan langsung dengan siswa SD ini dianggap paling efektif dalam memperkenalkan siswa SD kepada SMP Islam Kepanjen. Selain itu juga sebagai ajang adu pengalaman siswa dalam suatu kejuaraan dengan ditonton oleh orang banyak. Karena tidak semua siswa SD berani jika berhadapan langsung dengan orang lain.
Kegiatan yang diketuai oleh Bpk. Tatok Upoyo ini terdiri dari 3 macam kegiatan lomba yaitu : Lomba Baca Puisi, Lomba Lukis dan Lomba Karaoke yang semuanya tingkat SD. Kegiatan ini sengaja dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Oktober 2010 pukul. 08.00 sd. 12.00 WIB.

Kegiatan Lomba baca puisi, dari 36 peserta yang tampil, telah diperoleh juara-juaranya sebagai berikut :

1. Tiara Nira  ( SDN Kepanjen 03)
2. Emalia       ( SDN Kepanjen 03)
3. Indi  Nikmahturi (SDN Kepanjen 03)

Lho apa nggak salah? juaaranya kok hanya SDN Kepanjen 03? Ternyata memang betul., SDN Kepanjen 03 ini memang mengirimkan pesarta lebih dari 3 anak. Dengan persipan dan pembinaan yang baik, SDN Kepanjen 03 berhak memborong Juara I sd Juara III pada Lomba baca puisi tersebut. Kalaupun ada wakil sekolah lain yang mencurigai kongkalikong panitia dengan SDN Kepanjen 03  itu  adalah pemikiran yang tidak benar. Karena panitia sendiri tidak mungkin mereduksi  kepercayaan dari sekolah peserta.
tak akan terjadi.

Adapun lomba seni lukis yang dijuri/nilai oleh seniman seni lukis kota Kepanjen ( al; Didik Mojo, Imam Rosi dan Saiful )  memberikan nilai sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh panitia. Peserta lomba lukis sebanyak 36 peserta, Dari hasil  lomba yang diumumkan, keluar sebagai pememenagnya adalah :

1.  Lavinka   ( SDN Kepanjen 03)
2.  Agustin Nanda ( MI Al-Iklas )
3 . Ifa Novianti ( SDN Kepanjen 03 )

Dengan raihan 5 juara di 2 kegiatan lomba, mau tidak mau memang memancing kecurigaan dari guru pembina SD yang lain. Seorang Guru wanita yang tak mau disebutkan namanya sempat melayangkan protes kepada panitia. Namun panitia menyarankan agar ibu guru itu menanyakan langsung kepada juri, karena panitia sudah berusaha obyektif unuk penilaian diserahkan kepada pihak luar dengan maksud biar obyektif. Dan ibu guru tersebut rupanya tidak mau mengerti. 

Di kegiatan yang berakhir belakangan adalah lomba karaoke. Dengan menampilkan sebuah lagu bebas, peserta yang berjumlah 35 dari 39 pendaftar ini berusaha menampilkan penampilan yang terbaik. Mereka memang tak perduli dengan suaranya apakah masuk apa tidak? Yang perlu diacungi jempol adalah keberanian siswa SD bernyanyi di depan umum. Inilah suatu pembelajaran langsung bagi peserta lomba. Karena itu bagi peserta yang belum meraih juara panitia mengungkapkan lewat MC pengumuman pemenang lomba karaoke yang diamanatkan kepa Tim dari Infokepanjen.com ini, agar mereka berbesar hati. Karena yang diambil cuma 3 pemenang, mau tidak mau 32 peserta yang tampil memang harus mengalah. Namun bukan berarti mereka harus patah semangat. Diharapkan setelah kegiatan ini bagi peserta yang belum menang, bisa meningkat dan meraih juara di lomba sejenis di tempat lain.

Pemenang lomba karaoke dalam kegiatan ini adalah :
1. Deamira ( SDN Kepanjen 02)
2. Kirenina (SDN Ardirejo o1)
3. Stella Sadrina (MI.Al-Iklas Sengguruh)

Salut buat SMP Islam Kepanjen dan SMK Islam Kepanjen, yang telah mengadakan lomba sebagai wadah pembinaan dan unjuk kebolehan seluruh peserta. Diharapkan SMP Islam dan SMK Islam yang bernaung satu Yayasan dengan SMA Islam Kepanjen, SDNU Kepanjen dan MI-Imami Kepanjen ini menjadikan lomba ini sebagai agenda tahunan. Sehingga SD/MI peserta bisa lebih meningkatkan diri dalam menyongsong lomba sejenis di masa mendatang. 

Oh ya, katanya panitia kegiatan ini masih ada hubungannya dengan kegiatan Festival Band khusus pelajar SMP dan SMA yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 30 Oktober 2010 mendatang. Semoga kegiatan tersebut bisa lancar dan sukses ( admin )

Hasil peliputan lain bisa dilihat di www.infokepanjen.com silahkan diklik

Kolaborasi SMP Islam dan SMK Islam Kepanjen

Kabarkongo.com - Malang
Dalam rangka memperingati Hari  Sumpah Pemuda, SMP Islam Kepanjen berkolaborasi dengan SMK Islam Kepanjen akan mengadakan kegiatan Festifal Band Pelajar Se-Malang Raya. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah pembinaan pemusik-pemusik muda dan pemula. Dengan mengangkat tema " Ajang Kreasi Anak Bangsa " SMP Islam Kepanjen yang dipimpin oleh Drs. Nadjib dan SMK Islam Kepanjen yang dipimpin Drs. Citro,  berpendapat dari pada mendatangkan pemusik yang sudah jadi dan tidak ada pembelajaran di dalamnya. Beliau berdua mengagakan kegiatan ini sekaligus untuk mengukur kemampuan dari siswa dan guru kedua sekolah ini dalam mengurus kegiatan yang penuh tantangan. 
Diharapkan dengan diadakanya kegiatan ini, kekompakan guru-guru yang sudah ada dari guru-guru yang satu yayasan ini bisa terjalin lebih erat lagi dan saling memiliki. Hal ini sudah dibuktikan bahwa dalam melaksanakan kegiatan Festifal ini, sebagian  dana nya  diperoleh dari tenaga guru dan kepala sekolah SMPI dan SMKI .

Kegiatan ini direncanakan  dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 30 Oktober 2010 , mulai pukul 08.00 WIB  sampai selesai dengan menggunakan tempat panggung terbuka Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Menurut Tatok, yang juga guru pengajar kesenian  ini dari target peserta festifal, 40 s.d 50 peserea sampai dengan hari H-7 ini sudah terpenuhi. Bahkan melebihi kuota yang disediakan karena panitia. telah menolak keikutsertaan peserta yang menyatakan per telepon. Peserta Festifal ini tersebar dari beberapa daerah di Malang Selatan: ada Sumberpucung dan Gondanglegi. Kebanyakan sekolah-sekolah peserta mengirim 2-3 grup band. 

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sekolah-sekolah di Malang Raya yang sebagian besar memiliki Ekstrakurikuler Band sangat membutuhkan wadah ajang kreasi seperti ini. Dengan total hadiah  hampir 3 juta ini, panitia menarik uang pendaftaran hanya Rp. 50.000,-/grup band. Sehingga jika ada sekolah peserta yang tidak mendukung tetapi siswanya ingin ikut sendiri, anggota band itu cukup iuran sesama pemain . Dan mereka sudah bisa tampil menunjukkan kemampuan bermain musiknya.

Pada kegiatan ini pula sebagai band penghibur  dipembuka dan penutup, kata Tatok yang menjabat ketua panitia ini mendatangkan grup Band  yang pernah punya nama di Kota Kepanjen. Kedua band pengisi acara yang diundang adalah : ORPHEUS Band dan ROLLER Band yang beraliran Classic Rock.
" Ya hitung-hitung untuk reuni  main musik bareng ", kata guru yang juga mandegani Roller Band ini.

Diharapkan pula dari kegiatan yang dilaksanakan Sabtu depan ini dapat menunjukkan eksis / keberadaan SMP Islam Kepanjen dan SMK (Farmasi) Islam Kepanjen. Sebuah pembelajaran yang berharga bagi sekolah-sekolah lain jika ingin membina dan melihat sejauh mana kemampuan bermusik anak didiknya. Karena belum tentu pemain yang baik di sekolah bisa tampil baik jika dilihat banyak mata.
Harapan panitia, semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat Kepanjen serta instansi yang terkait terutama Dispora dan seni  budaya.(depe)
 

Sabtu, 23 Oktober 2010

Menthok Pedas Jatikerto

Kabarkongo.com - Malang
Perjalanan Tim kabarkongo.com sampai juga di daerah Jatikerto kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Setelah melewati tugu batas Kota Kepanjen yang berada di daerah Talangagung. Tim terus melanjutkan perjalanan ke arah barat. Kira-kira  400 meter dari  tugu batas kota  Tim melihat tulisan banner warung “ Niki Echo“ Menthok Pedas. Wow, ada sesuatu yang beda ini” kata Adi sopir yang ditumpangi Tim Kabarkongo.com. Kamipun ingin mencoba masakan menthok pedas yang selama ini belum pernah kami temui.

Warung yang memanfaatkan rumah sekaligus tempat jualan ini memang terlihat mungil. Di depan rumah ada teras dengan beberapa pasang meja kursi makan. Kami jumpai tiga orang sedang menyantap nasi dengan lauk pauknya, ada seorang yang terlihat berkeringat mungkin karena kepedasan.

Tim langsung menuju ke dalam rumah yang terdapat juga 2 meja dan kursi  tempat makan. Tepat lurus di depan pintu masuk terdapat etalase kaca yang diletakkan di atas meja berisi beberapa masakan. Antara lain; sayur menthok pedas dan krengsengan menthok yang dimasak pedas juga. Selain itu juga terdapat masakan kare ayam untuk menyediakan pembeli yang  tidak suka dengan masakan  menthok.

Pesanan nasi menthok pedas telah tersaji, ada nasi putih dan sayur menthok yang di jembung(=jawa). Kamipun menikmati nasi pedas ini dengan santai sambil mencoba mengorek keterangan dari mas Budi yang punya warung. Tentang keberadaan warung Niki Echo dengan menu menthok pedas ini.

“ Dalam sehari saya biasa menghabiskan 8 – 10 ekor menthok untuk dimasak”, kata Mas Budi ketika tim bertanya berapa jumlah menthok yang dipotong dalam sehari.
“ Kalau untuk sayur, biasanya yang kami masak adalah menthok besar (bangsong=jawa). Tapi untuk krengsengan saya pakai menthok babon.” lanjutnya.

Menurut cerita mas Budi si pemilik, warung ini dibuka kira-kira bulan Oktober tahun 2009. Ini dilakukan setelah kuranglebih 11 bulan merantau ke Kalimantan. Karena istrinya sakit akhirnya kembali ke kampungnya. Pada mulanya pasangan Budi bersama istrinya yang berputra satu serta masih muda ini  mencoba peruntungan dengan membuka warung “ Niki Echo “ menthok pedas. Selama setahun dibuka.  warung ini sempat juga disinggahi serombongan keluarga dari Jawa  Tengah serta beberapa pelanggan lain yang berasal dari Tulungagung, Blitar dan Malang dan sekitarnya.

Pelanggan setianya adalah warga sekitar yang sudah tahu dengan keberadaan menthok pedas serta kecocokan masakannya. Apalagi ditambah dengan sambalnya yang khas. Meskipun masakannya sudah pedas, banyak pelanggan yang masih meminta sambal yang tak kalah pedasnya. Untuk warga sekitar biasanya mereka beli sayur dan krengsengan menthok. Namun untuk pengunjung luar kota biasanya makan di tempat.

Warung menthok pedas ini ternyata juga menerima pesanan nasi kotak dan sayur menthok  yang dimasak. Untuk seekor bangsong  ( menthok besar ) sementara ini harganya berkisar Rp. 100 ribuan. Sedangkan untuk seekor babon menthok dihargai Rp. 60 ribu.  Nah, mungkin ada pembaca yang ingin merasakan masakan menthok pedas yang maknyus ini ? silahkan mampir di Warung ” Niki Echo ” yang ada di desa Jatikerto barat perumahan Kodok Ngorek / Kepanjen permai II Talangagung.  Yang mau pesan atau takut kehabisan bisa telepon dulu ke Budi (08134011074) . ( admin )

Kamis, 21 Oktober 2010

Pamit warga Perumahan Kepanjen Permai II

Kabarkongo.com-Malang
Salah seorang warga Perumahan Kepanjen Permai II , Keluarga Bapak Suparjo malam ini telah mengundang sebagian besar warga Perumahan Kepanjen Permai II yang tersebar dari RT 22 s.d RT.26, RT.43 Jatikerto serta kampung timur PKP2. Sebagian besar undangan belum mengerti maksud dan tujuan undangan yang berbunyi "Tasyakuran". Ternyata setelah acara dimulai baru terungkap bahwa Bapak Suparjo beserta istri pamit kepada undangan bahwa beliau beserta istri akan melaksanakan panggilan Allah SWT ke Tanah Suci Mekkah yang insyaallah berangkat tanggal 6 Nopember bulan depan.
Selain warga, yang hadir dalam acara ini adalah Ustd. H. Munir yang menjabat sebagai Ketua KBIH Walisongo yang juga sebagai ketua Yayasan Pedidikan Islam Hasyim Asy'ari Kepanjen.
Susunan acara pada kegiatan ini dikemas sebagai berikut :
1. Pembukaan ( Ustd. Slamet Fauzi)
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an ( Ustd. Muslich.)
3. Tahlil
4. Mauridho Khasanah ( Ustd. H. Ma'ruf )
5. Pembacaan Sholawat Nabi
Usd. Ma'ruf dalam ceramahnya menyampaikan beberapa hal pokok dalam kegiatan haji. Yang intinya kewajiban haji ini adalah bagi mereka yang mampu, sehat dan diijinkan oleh negara. Tidak ada dipersyaratkan harus bisa mengaji, pintar dsb. Karena dalam melaksanakan rukun haji tidak diwajibkan harus membaca sesuatu. Namun hanya melaksanakan kegiatan fisik. Adapun kegiatan do'a dan sebagainya hanyalah sunnah.
Disampaikan pula bahwa ada 29 hal yang dilakukan dalam melaksanakan ibadah haji ini. Satu hal yang disampaikan adalah bahwa seorang yang akan pergi haji agar hajinya bisa mabrur, orang itu harus meninggalkan segala kegiatan dan kesibukannya selama ini.
Bapak Suparjo sendiri dengan berbagai macam kesibukannya yang al ;  Mempimpin KSP Rasa Mandiri Malang, Ketua RT 24, Ta'mir Masjid Baitul Muttaqin PKP2, Pengurus TPQ Darul Mujawwidin PKP2 serta penasehat Koperasi Suku Dalu PKP2.  Telah menyerahkan semua tanggung jawabnya kepada orang -orang yang telah ditunjuknya. Sementara istrinya yang guru  Matematika MTs. Negeri Malang III Gondanglegi ini juga melakukan hal yang sama.
Bapak Suparjo juga berpesan jika mungkin ada yang merasa mempunyai hutang, beliau bersedia untuk ditagih, jika belum ada beliau masih semoyo ( janji ) untuk melunasi.
Semoga niat Bapak Suparjo beserta istri dalam memenuhi panggilan Allah ini bisa ngijabah dan hajinya diterima sebagai haji Mabrur. Amien. Tak lupa keluarga besar Kabarkongo.com menyampaikan selamat menjalankan rukun Islam yang ke lima tanpa ada hambatan dan diberikan keselamatan saat berangkat hingga pulang haji. Amien. ( admin )

Minggu, 17 Oktober 2010

WTS di desa Palaan Ngajum


Kabarkongo.com - Bagi warga Ngajum dan sekitarnya, istilah WTS ini sudah sangat populer. Bahkan sampai juga ke telinga warga Kepanjen dan sekitarnya. Apalagi bagi yang terbiasa berpelesir ke daerah kaki gunung Kawi. Tak jarang mereka menyempatkan diri mampir ke WTS ini. Pelanggannya adalah para pegawai koperasi, pegawai bank, pegawai negeri dan masyarakat umum.

Anda jangan negaif thinking dulu dengan istilah WTS di Palaan Ngajum ini, karena istilah WTS hanyalah inisial dari Warung Tengah Sawah milik Bapak Sapari warga desa Ngasem kecamatan Ngajum.

Pada awalnya, WTS didirikan di pinggir persawahan jalan poros Talangagung menuju Gunung Kawi. Untuk menemukan WTS ini sangatlah mudah. Kira-kira 3 km dari perempatan Talangagung ke arah Ngajum dan Gunung Kawi, setelah memasuki areal persawahan wilayah desa Ngasem dan Palaan kita akan langsung tahu keberadaan WTS.

Apalagi ada bau khas saat kita berada di dekat WTS ini. Bisa dipastikan akan tergoda keinginan untuk mampir. Apalagi saat juru masak sedang menggoreng ikan. Bau menyengat dan gurih mengalir melewati rongga hidung. Sedap dan maknyus baunya.

Kalau tidak salah WTS ini dibuka sekitar tahun 2004-2005, didirikan sejak pemiliknya kalah bersaing dalam pemilihan kepala desa. Seiring dengan perjalanan waktu, WTS semakin berkembang, pelanggannya semakin banyak. Saat ini WTS sudah membuat tempat untuk bias makan dengan santai. Empat buah gasebo dengan atap daun tebu membuat pelanggan bias lebih santai sambil menikmati masakan.

WTS ini buka jam 07.00 WIB hingga sore kadang malam hari. Di warung ini tersedia berbagai macam masakan sayur ayam pedas, ikan lele, ikan mujair , ayam goreng, bebek goreng serta segala macam masakan bersantan dan bening didukung dengan segala minuman tapi bukan minuman keras. Bagi orang yang terbiasa dengan ukuran nasi yang over atau suka nasi campur jagung juga disediakan. Yang untung lagi, pelanggan bisa mengambil sendiri kebutuhan nasi untuk ukuran perut pelanggan.. Nah, kalau ada yang belum sempat mampir. Gak ada salahnya untuk mencoba kuliner ini.( po3nk)

Kamis, 14 Oktober 2010

Jalan raya Kawi saat jam kerja dan sekolah


Tewur alias ruwet bin macet , itulah keadaan jalan raya Kawi di saat pagi hari jam kerja n jam anak sekolah. Situasi ini sudah terjadi sejak setahun lalu. Sekarang semakin bertambah tewur. Dengan banyaknya pengendara sepeda motor terutama bagi kalangan pelajar, maka semakin tewurlah jalanan. Apalagi banyak diantara pelajar sekolah yang tidak ngerti unggah-ungguh berkendara di jalan. Dengan seenaknya mereka menyalip kendaraan besar maupun sesama tanpa mengindahkan peraturan.

Kalau penulis amati, situasi jalan yang demikian ini diawali dari perempatan jalan di Desa Talangagung arah Gunung Kawi. Terus menurun menuju jembatan Metro jalan semakin penuh sesak. Sepeda motor anak sekolah berusaha mendahului kendaraan di depannya. Nampaknya mereka memburu waktu, agar tidak terlambat sekolah.

Nah, setelah melalui jembatan kali Sukun dekat kantor kecamatan Kepanjen, biasanya agak longgar. Namun di timurnya sedikit, di selatan SMAK Yos Sudarso tak jarang kemacetan kembali terjadi. Apalagi di daerah ini ada halte bus dan MPU. Ditambah lagi dengan adanya zebra cross karena adanya SDN Kepanjen I yang siswanya banyak dari arah seberang or Cepokomulyo. Untuk hari Senin s.d Jumat, masih terlihat bapak-bapak Polantas membantu menyeberangkan siswa SDN Kepanjen I. Namun pada hari Sabtu saat libur bagi Polantas dan banpol, cukup menyulitkan bagi siswa SDN Kepanjen I untuk menyeberang jalan meskipun di situ ada petugas penyeberangan dari tenaga PTT SD tersebut.
Sampai kapan situasi jalan ini akan terjadi? Akankah situasi ini teratasi saat Jalinbar dibuka? Ataukah semakin padat arus lalu lintas karena banyaknya anak-anak sekolah yang membawa kendaraan karena mudahnya orang mendapatkan cicilan sepeda motor. Jawabnya : Wallahu wa lam.

Minggu, 10 Oktober 2010

Bagan Pertandingan Konas Cup 201-

Berikut adalah Bagan Pertandingan Konas Cup 2010 Dalam Rangka HUT PB Kongo dan PB Nasional.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Alamat Kami

Alamat Kongo Community