Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Kamis, 01 Juni 2017

Donor Darah HUT Bhayangkara ke 71 Tahun 2017



Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. :

  Foto Kabar Kongo.

Foto Kabar Kongo.

Dalam rangka HUT Bhayangkara ke 71 tahun 2017 Polres Malang melaksanakan Bakti Sosial Donor Darah. Kegiatan ini dilaksanakan di area Pos Pantau Lantas simpang empat Kepanjen. Menurut rencana kegiatan donor darah ini dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu, mulai tanggal 30 Mei sd 22 Juni 2017 pukul 17.00 WIB sd 21.00 WIB. Kegiatan donor darah oleh Polsek Kepanjen ini dikawal oleh Kanit Lantas Polsek Kepanjen Polres Malang Ibu AKP. Gena bekerja sama dengan PMI Kabupaten Malang unit Donor darah.
Komunitas grum WA Wis Kompak  juga mendukung kegiatan sosial ini.  Sebagian anggota Wis Kompak yang berada di wilayah Kepanjen hadir meramaikan suasana. Jumlah pendonorpun meningkat daripada jumlah pendonor sebelumnya.
Pada hari Selasa 6 Juni 2017 kemarin, di tempat  kegiatan donor darah tampak lebih ramai dan meriah. Karena selain kegiatan donor darah, juga dipasang sound system sebagai sarana promosi. Beberapa penyanyi dadakanpun unjuk suara dengan berkaraoke.
Kegiatan yang dimulai sehabis Maghrib kemarin ditutup saat jam menunjukkan 21.00 WIB. sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Diakhir kegiatan hadir juga Camat Kepanjen Bapak Abbey Shaleh meramaikan suasana dengan berpose bersama warga Wis Kompak.                   

Ingin melihat lebih banyak foto-foto kegiatan silahkan Klik di sini.



Sabtu, 27 Mei 2017

Pengecatan 10 Makam Pahlawan PMI di Peniwen Affair

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. :



Sepak terjang grup WA Wis Kompak semakin menggoncang dunia sosial kemanusiaan di Kawasan Kepanjen dan sekitarnya.
Belum selesai pengerjaan bedah rumah di Jl. Welirang Kepanjen dan Desa Boro Selorejo, tadi siang hingga sore sudah melaksanakan kegiatan Pembersihan dan pengecatan makam pahlawan PMI di monumen PMI yang ada di Desa Peniwen Kromengan.
Memang, kegiatan wis kompak ini tanpa rencana namun boleh dibilang sukses.
Ceritanyapun sederhana, tatkala warga wis kompak melaksanakan giat bedah rumah bpk. Gimer di Boro Selorejo, pulangnya melewati monumen PMI tersebut. Mereka berdoa untuk para pahlawan anggota PMI, disaat berada dilokasi, mereka prihatin dengan kondisi makam yang catnya sudah mengelupas. Akhirnya salah seorang dewan pembina pramuka istilahnya dalam wis kompak mempunyai niat untuk mengecat makam tersebut. Ternyata penggagas giat ini sudah komunikasi dengan rekannya yang bernama Anik Sri Cahyani asal Klaten Surakarta, beliau mengirim dana sebesar Rp.300 rb. untuk pembelian cat putih. Selanjutnya dewan pembina berkoordinasi dan seperti biasa, koordinasi dilaksanakan di warung kopi. Intinya semua mendukung. Juga diusulkan agar bisa menjawil beberapa organisasi pengguna frekwensi atau komunitas yang lain. Dengan menggunakan fasilitas sosmed grup WA, rencana giat tersebut dishare. Memang tak ada target, siapapun yang terjetuk dengan giat ini boleh bergabung.
Akhirnya yangvBergabung dalam giat sosial tersebut adalah Anggota Orari, Komunitas Arek Kepanjen, paguyupan 363, 195, 180 dan warga Peniwen.
Dengan niat yang luhur dengan hormat kepada para pahlawan diharapkan jiwa nasionalisme kita sebagai generasi penerus dapat tumbuh dan berkembang. Perlu kita ingat pesan Bung Karno proklamator Negara Republik Indonesia bahwa Bangsa  yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. [13TZY]


Kamis, 25 Mei 2017

Wis Kompak Bakti Sumilir babak 3

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. :

Setelah sukses dengan bedah rumah di rumah Kamari Gampingan dan welirang dengan semangat kompak.
Kekompakan kembali terlihat ketika giat bakti sumilir dilaksanakan di 10.85 mas Gimer yang ada di Ds.Boro Selorejo, 20 personil bergabung dlm giat kali ini. Dengan semangat wis kompak bersama sama warga Boro membangun rumah yang sudah diratakam dengan tanah. Bahan material yang dipergunakan adalah batako.
Rumah yang dibangun berukuran 5,5 x 9 ini menggunakan dana sumbangan dari anggota Wis Kompak, juga bantuan dari uar yang tidak mengikat. Kayu kusen diperoleh dari bongkaran rumah warga Wis Kompak. Batako sebagian dibuat sendiri oleh kang Gimer, kekuranganya dibelikan. Kebutuhan dana yang dibutuhkan 12 jt sd 15 jt yang digalang sambil jalan.
Jika ada pembaca yang merasa terpanggil dan ingin bergabung digiat ini, dengan senang hati kami terima dengan lapang dada. Atau bisa coment di web ini untuk konfirmasi no WA . [BG ..13TZY]

Jumat, 19 Mei 2017

Penyerahan Rumah Kamari, hasil Karya Bakti Wis Kompak

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. : 



Meski Karya Bakti Wis Kompak dalam membedah rumah Kamari di Desa Gampingan Kecamatan Pagak telah rampung tanggal 17 April yang lalu, namun pelaksanaan penyerahan rumah Kamari baru dapat dilaksanakan hari Minggu, tanggal 14 Mei 2017 kemarin. Tidak ada kendala yang berarti yang menyebabkan penyerahan rumah ini mundur. Hanya siapa yang kadapuk mnyerahkan saja yang menyebabkan mundur. Dan akhirnya hari Minggu kemarin Bapak Camat Pagak Hari Krispritanto,S.Sos,M.Si sendiri yang melakukan penanda tanganan berita acara serah terima rumah Kamari. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah puluhan anggota Wis Kompak, Ketua Komunitas Arek Kepanjen Mas Mamad dan beberapa pengurus, Ibu Ida wakil dari Ibu Hj.Atiek sebagai penyedia bahan bangunan, Ketua RT dan Kamituwo yang mewakili perangkat desa Gampingan, Bpk. Slamet Imbang JZ.13.KVH mewakili pengurus Rapi Wilayah Kabupaten Malang. 
Kegiatan ini dipandu oleh BG JZ.13.TZY  yang acara seremonialnya boleh dikatan sangat sederhana. Karena semua anggota Wis Kompak akan hadir dalam kegiatan temu kangen Rapi Kec.06 berserta deal 180 di Kromengan. Susunan acara lengkapnya  adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2) Pembacaan kronologis bedah rumah, 3) Sambutan Camat Pagak,4) Pemotongan Pita,5) Pendatanganan berita acara serah terima rumah, 6). Pembacaan Doa, 7) Pemotongan tumpeng nasi kuning. 
Bagaimana kronologis pemilihan rumah yang dibedah atau tepatnya dibangun dalam karya bakti Wis Kompak ini adalah sebagai berikut ;

Kronologis Pembangunan Rumah P. Kamari di bawakan oleh Slamet Frengky sesepuh Wis Kompak.
Seperti yang kita  ketahui bersama , kehidupan keluarga P. Kamari adalah serba sangat kekurangan. Beliau adalah orang yang sangat rendah hati dengan keikhlasannya P. Kamari membantu rekan-rekan SAR dalam mengangkat mayat-mayat yang hanyut dan terdampar di Bendungan Sengguruh. Sungguh kegiatan yang didasari dengan kemuliaan hati. Meski untuk makan hari ini beliau harus bekerja keras dulu dengan mencari barang/sampah yang hanyut dibendungan dan laku dijual. Dan hasil penjualannya pun tidaklah seberapa. Boleh dikatakan dalam kesehariannya keluarga P. Kamari adalah keluarga Pra sejahtera.  Jika untuk makan sehari-hari saja P.Kamari bekerja ekstrakeras apalagi untuk merehab rumah yang sudah disendeng-sendeng agar tidak roboh.
Suatu saat P. Kamari dijanjikan oleh sebuah organisasi kemanusiaan kalau rumahnya akan dibedah. Namun setelah ditunggu beberapa lama janji itu hanyalah berupa isapan jempol belaka, hingga suatu saat P. Kamari menagih janji kesalah satu anggota organisasi tersebut.  Sambil bicara masalah rumah yang akan dibedah P. Kamari mengatakan jika  yang dibutuhkan saat ini bukan rumah tetapi perahu jungkung sarananya untuk bekerja  sudah tidak bias dipergunakan lagi, kondisi perahu sudah bocor dan dimakan rayab sampai kayunya keropos.
Kejadian tersebut sampailah kepada Grup WA Wis Kompak, dan tidak berapa lama grup Paguyupan/komunitas Wis Kompak ini berhasil membelikan perahu baru untuk sarana bekerja P. Kamari yang juga dapat digunakan untuk membantu pengentasan mayat di Bendungan Sengguruh.
Lain cerita perahu lain lagi cerita bedah rumah atau tepatnya pembangunan rumah P. Kamari. Berawal dari salah seorang anggota Wis Kompak yang juga anggota grup WA sebelah , salah kirim japrian dengan pegawai dinas Sosial tentang kondisi rumah P. Kamari. Singkat cerita sampai kepada seseorang yang sanggup menjadi penyedia material bahan bangunan untuk membangun rumah. Kata beliau semua bahan bangunan disediakan namun bagaimana caranya terserah pokoknya pembangunan rumah dapat diselesaikan. “Wis kompak” yang menerima amanat ini langsung bergerak cepat. Kepanitiaan segera dibentuk proposal penggalian dana untuk bayar tukang , konsumsi tukang  dan keluarga P. Kamari serta hal-hal kecil lainnya segera dibuat.
Dengan modal 800 ribu dari salah seorang pemerhati kegiatan bedah rumah. Pembangunan segera dimulai. Tepatnya hari jumat tanggal 17 Maret 2017 pembongkaran rumah dan duduk pondasi dilaksanakan. Sambil berjalannya pengerjaan rumah, penggali dana bergerilnya melalui WA maupun proposal berjalan.  Tak lama kemudian datang sumbang an dari dotatur yang besarnya bervariasi, bahkan ada dana masuk dari orang Kepanjen yang ada di Thailand yang besarnya Rp. 250.000 dan disusul dana sumbangan lainnya sebagai modal awal dari Bu Subandi Sugito / Bu Vivi yang besarnya Rp.5 juta.
Dari rencana awal RAB awal untuk pembangunan rumah induk sebesar 12 juta pun tertutupi. Namun warga wis kompak yang lain kurang puas jika hanya berupa bangunan induk saja. Pembangunan pun berkembang layaknya desain berjalan. Dan diselesaiakanlah dapur dan kamar mandi rumah P. Kamari.
Lha kenapa rumah bedah ini kok juga dikeramik segala? Lain lagi ceritanya. Keramik 30 dos diperoleh dari sumbangan Bpk Lukito ketua MWC di Kepanjen. 
Kesimpulannya adalah :
Kegiatan bedah rumah ini tak lepas dari hidayah Allah SWT terhadap keluarga P. Kamari yang tabah dalam menjalani kehidupannya selama ini. Allah telah menggantinya dengan rejeki yang P. Kamari dapatkan melalui tangan Ibu donator dan komunitas Wis Kompak yang sebenarnya bukanlah  apa-apa , karena WK ini hanya sebuah paguyuban yang anggotanya seide, sejalan , sevisi dan semisi. Dengan motto : Kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan dan ditandai dengan “Topi Biru
Mari kita bersama –sama menyanyikan Mars Wis Kompak.

Sabtu, 15 April 2017

Social Fest Komunitas Arek Kepanjen (AK)

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. : Dengan menyitir isi kitab suci Alquran 2,5% harta kita adalah hak "Mereka", komunitas Arek Kepanjen yang biasa dinotasikan dengan AK, menggelar kegiatan dengan tema "SOCIAL FEST" mengajak segenap masyarakat Kepanjen khususnya untuk mendermakan sebagian rejekinya dengan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tiket masuk acara ini adalah 2,5 kg beras, 2,5 kg gula, 2,5 lt minyak goreng atau 25 ribu rupiah yang kesemuanya akan disalurkan untuk kegiatan sosial AK. Untuk membuka acara pada kegiatan Social Fest ini didahului dengan tari topeng oleh 3 penari topeng , disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dirigen anggota AK yang masih sekolah di SD. Acara berikutbya adalah sambutan berantai oleh Chamim (ketua panitia), Mamat (Ketua komunitas AK) dilanutkan sambutan oleh Kapten Yuyut (Danramil Kepanjen). Dan d tutup dengan sambutan AKP A. Sujalmo dari Polsek Kepanjen dengan inti sambutan adalah mendukung penuh kegiatan AK. Memasuki acara selanjutnya adalah pembacaan puisi oleh Slamet Frenky anggota Komunitas Wis Kompak 191.. yang dibacakan bersamaan dengan menyanyikan lagu bagimu negeri disambung dengan lagu di Kepanjen Senang serta syair pujian karya Mbah Brintik seniwati senior asli Kepanjen. Untuk mengisi acara inti adalah kesenian Tungkir Jatikerto pimpinan Cak Wito. Kesenian hasil ramuan beberapa alat musik tradisional dan alat musik modern. Kegiatan lain yang dilakukan di Social Fest ini adalah Donor Darah, Santunan, dan nanti malam ditampilkan Rumah Serem Band dan Tani Maju Band dari UM Malang.