Kabar kongo .com " Mangudi ing tumindak kang becik,lan sugih paring marang pepadan "

Sabtu, 06 Desember 2014

Surat Mendikbud tentang Penghentian Kurikulum 2013

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. : 
Nomor : 179342/MPK/KR/2014 5 Desember 2014
Hal : Pelaksanaan Kurikulum 2013
Yth. Ibu / Bapak Kepala Sekolah
di
Seluruh Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Semoga Ibu dan Bapak Kepala Sekolah dalam keadaan sehat walafiat, penuh semangat dan bahagia saat surat ini sampai. Puji dan syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya pada Ibu dan Bapak serta semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang telah menjadi pendorong kemajuan bangsa Indonesia lewat dunia pendidikan.
Melalui surat ini, saya ingin mengabarkan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah tentang Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, sebelum keputusan ini diumumkan kepada masyarakat melalui media massa.

Sebelum tiba pada keputusan ini, saya telah memberi tugas kepada Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk membuat kajian mengenai penerapan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum tersebut ke depannya.
Harus diakui bahwa kita menghadapi masalah yang tidak sederhana karena Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan bahkan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut pernah dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh.

Seperti kita ketahui, Kurikulum 2013 diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sementara itu, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yaitu tiga bulan sesudah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai:
1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum;
2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum;
3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum; dan
4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.
Alangkah bijaksana bila evaluasi sebagaimana dicantumkan dalam pasal 2 ayat 2 dilakukan secara lengkap dan menyeluruh sebelum kurikulum baru ini diterapkan di seluruh sekolah. Konsekuensi dari penerapan menyeluruh sebelum evaluasi lengkap adalah bermunculannya masalah-masalah yang sesungguhnya bisa dihindari jika proses perubahan dilakukan secara lebih seksama dan tak terburu-buru.

Berbagai masalah konseptual yang dihadapi antara lain mulai dari soal ketidakselarasan antara ide dengan desain kurikulum hingga soal ketidakselarasan gagasan dengan isi buku teks. Sedangkan masalah teknis penerapan seperti berbeda-bedanya kesiapan sekolah dan guru, belum meratanya dan tuntasnya pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penyediaan buku pun belum tertangani dengan baik. Anak-anak, guru dan orang tua pula yang akhirnya harus menghadapi konsekuensi atas ketergesa-gesaan penerapan sebuah kurikulum. Segala permasalahan itu memang ikut melandasi pengambilan keputusan terkait penerapan Kurikulum 2013
kedepan, namun yang menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini adalah kepentingan anak-anak kita.

Maka dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, saya memutuskan untuk:
1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. Bagi Ibu/Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, mohon persiapkan sekolah untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Harap diingat, bahwa berbagai konsep yang ditegaskan kembali di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006, semisal penilaian otentik, pembelajaran tematik terpadu, dll. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas. Kreatifitas dan keberanian guru untuk berinovasi dan keluar dari praktik-pratik lawas adalah kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia.
2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi Ibu dan Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, harap bersiap untuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013. Kami akan bekerja sama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional dan disebarkan dari sekolah yang Ibu dan Bapak pimpin sekarang. Catatan tambahan untuk poin kedua ini adalah sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.
3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita di dalam kelas, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.
Kita semua menyadari bahwa kurikulum pendidikan nasional memang harus terus menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. Perbaikan kurikulum ini mengacu pada satu tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan mutu ekosistem pendidikan Indonesia agar anak-anak kita sebagai manusia utama penentu masa depan negara dapat menjadi insan bangsa yang: (1) beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab; (2) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) cakap dan kreatif dalam bekerja. Adalah tugas kita semua untuk bergandengan tangan memastikan tujuan ini dapat tercapai, demi anak-anak kita.

Pada akhirnya kunci untuk pengembangan kualitas pendidikan adalah pada guru. Kita tidak boleh memandang bahwa pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimanapun juga di tangan gurulah proses peningkatan itu bisa terjadi dan di tangan Kepala Sekolah yang baik dapat terjadi peningkatan kualitas ekosistem pendidikan di sekolah yang baik pula. Peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan akan makin digalakkan sembari kurikulum ini diperbaiki dan dikembangkan.

Pada kesempatan ini pula, saya juga mengucapkan apreasiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah Ibu dan Bapak Kepala Sekolah berikan demi majunya pendidikan di negeri kita ini. Dibawah bimbingan Ibu dan Bapak-lah masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga berkenan menyampaikan salam hangat dan hormat dari saya kepada semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpin oleh Ibu dan Bapak. Bangsa ini menitipkan tugas penting dan mulia pada ibu dan bapak sekalian untuk membuat masa depan lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 5 Desember 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Anies Baswedan

Jumat, 07 November 2014

Toalson dan Pro-Ace menjadi Juara Grup Konas 3

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. : 

Hari ke empat babak penyisihan Turnamen bulutangkis Konas 3 telah berakhir.  Dari masing-masing grup yang terdiri dari 4 tim yang bertanding saling ketemu, telah diketahui siapa juara dan runner up masing-masing grup. Perolehan juara dan Runner up grup ini sesuai dengan prediksi, meskipun perankingan dari hasil point yang diperoleh dari 3 pertandingan dan 3 pasang pemain, grup-grup unggulanlah yang berhak maju ke babak 4 besar. Secara lengkap perolehan total point masing-masing tim adalah sbb:

Grup Barat
1. Toalson  point 245 ( Juara grup)
2. Yonex    point 244 (Runner up)
3. Fly Power point 204
4. Li-Ning    point 200

Grup Timur
1. Pro Ace point 235 (Juara Grup )
2. Hi-Qua point 231 (Runner up )
3. RS Point 218
4. Astec Point 173

Selanjutnya pada hari Minggu malam besok pertandingan dilanjutkan babak semifinal dan babak final yang mempertemukan juara grup melawan Runner up grup secara silang.

Minggu, 02 November 2014

Acara Bersih Desa Talangagung

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. :

Kegiatan bersih desa kang dilaksanaake ing desa Talangagung kecamatan Kepanjen wis rampung dina Sabtu wingi. Awan nganti sore digelar kegiatan karnaval umum desa kang dieloki kabeh RW sing cacahe 5. Kegiatan karnaval iki direbutno piala juwara, yaiku juwara tingkat RT kanti urutan RT 17, RT 26 lan RT 23.Dening juwara tingkat RW kadapuk RW 05 kang pialane diaturke dening Suwaji Camat Kepanjen bebarengan karo acar gelar wayang kulit.

Pagelaran wayang kulit ngruwat desa Talangagung mau bengi wasanane meriah banget. Penonton kang ora liya para penggemar wayang kulit, isih anteng temukaning pagelaran rampung. Ki dalang Wahyu Purbo Carito Gunung Kawi bisa nggawa swasana gegojekan marang penonton. Masiyo yuswane isih durung 20 tahun nanging ki dalang remaja iki bisa ndalang kanti sae kang wengi wingi mundut lakon " ADEG NEGARA AMARTA". Dening karawitan kang ngiring lelampahan wayang kulit yaiku karawitan Setyo Muda Laras saka tlatah Cepokomulyo Kepanjen. Sing ora kalah serune, sindeng kang cacahing 7 mau, mung 2 cacahe kang arupa ibu-ibu saliyane mung isih siswi sekolah SMP lan SMA.

Yen dinilai sacara umum, acara bersih desa kang dipandegani dening ketua RW.05  Bpk. Suwarno kanilai dening warga perumahan Kepanjen Permai 2 khususe lan warga desa Talangagung umume, tergolong sukses gedhe, masiyo warga ora ngerti piye rekasane nanggung tanggung jawab dadi panitia bersih desa tahun iki.



Turnamen Konas Cup 3

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. :

Turnamen bulutangkis yang diagendakan tiap tahun antara PB Kongo dan PB Nasional telah memasuki tahun ke 3. Untuk kali ini turnamen akan digelar mulai tanggal 3 Nopember 2014 sd 8 Nopember 2014. Pada turnamen kali ini sisitim yang dipergunakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dari delapan tim yang masing-masing terdiri dari 6 pemain dengan pembagian kelas pemain ( A1,A2, B1,B2,B3 dan B4) dibagi menjadi 2 grup, yaitu grub barat dan grup timur sesuai dengan lapangan yang dipergunakan. Masing-masing grup melaksanakan pertandingan setengah kompetisi ( yaitu dsaling ketemu ). Juara masing-masing grup bertanding di partai final untuk berebut untuk menentukan juaranya. Selengkapnya bisa dilihat pada bagan berikut ini :






Minggu, 26 Oktober 2014

Suroan di Gunung Kawi 2014

Kabarkongo.com - Kakong Berbagi informasi dari Kodok Ngorek ( PKP2 ) Community. :

Sudah menjadi tradisi bagi warga Gunung Kawi, bahwa setiap tanggal 1 Suro Gunung Kawi punya gawe, yaitu kegiatan kirab sebagai ungkapan rasa syukur akan hasil pala bumi warganya dalam mengais rejeki, mereka menyisihkan sebagian rejekinya untuk berbagi dengan warga lain. Kegiatan ini selain membuat berbagai macam bentuk boneka-boneka raksasa, juga sejenis sesajen berupa aneka makanan sejenis tumpeng nasi kuning beserta lauknya.

Bagi warga masyarakat sekitar dan warga kabupaten Malang, acara ini bisa dianggap sebagai acara hiburan, warga tumpah ruwah melihat tradisi karnaval yang startnya dari areal parkir bawah dan diakhiri dengan membakar ogo-ogo sebagai simbul mengusir keangkaramurkaan. 

Sebelum acara dibuka oleh bupati Malang, kegiatan diisi dengan penampilan dari masing-masing RW peserta kirab. Yang patut diacungi jempol adalah warga sangat antusias sekali mengikuti kegiatan meskipun cuaca saat itu sangat terik